
Untunglah Jacob tidak melakukan hal yang lebih, otak nya masih waras untuk tidak melakukan hal yang lebih jauh padaku di tengah hutan pinus ini.
Kami berjalan pulang bergandengan tangan menuju tenda kami.
Saat sudah memasuki area pantai yang mulai ramai,banyak pasang mata yang melihat ke arah kami, ke arah Jacob sih lebih tepatnya. Kebanyakan dari mereka adalah wanita yang terpukau oleh keindahan tubuh Jacob.
Tapi sayang mereka hanya bisa mengaguminya dari jauh, mereka semua pasti iri padaku yang ada di sebelahnya sambil di gandeng oleh Jacob begini.
...****************...
"Thea dimana yang lain?" Aku memasuki tenda, di dalam Thea sudah memakai bikininya dan sedang menggosokkan sunblock pada kulitnya.
"Mereka sedang berenang, aku juga akan menyusul ke sana," jawab Thea sambil membalurkan sunblock kebagian kakinya.
"Tolong pakaikan di punggungku dong!" Thea menyodorkan Sunblock nya padaku. Lalu ku oleskan di punggungnya.
"Tunggu aku oke, aku juga mau ikut berenang." Aku membuka tas untuk mengambil bikini baruku yang memang sengaja aku beli minggu lalu.
"Oke, aku tunggu di luar ya."
Aku sudah selesai berganti pakaian dan kini sedang memakai sunblock juga, aku tidak mau kulitku terbakar matahari, jadi harus memakainya.
"Thea tolong bantu aku oleskan ini di punggung ku dong!" Aku memanggil Thea karena sulit kan kalo mau pake sendiri tuh.
Aku kaget karena tangan yang mengusap punggungku terasa lebih besar. Seketika aku membalikan badan.
"Kamu ngapain disini? Dimana Thea?" Aku yang sedang membelakangi pintu tenda tidak menyadari kalo yang datang ternyata bukan Thea melainkan Jacob, tapi kali ini dia memakai kaos oblong putihnya.
"Aku menyuruhnya pergi duluan tadi, biar aku saja yang bantu mengoleskan ini." Dia melanjutkan mengusap punggungku lagi. Aku biarkan saja, toh aku memang butuh bantuannya.
"Bisa lebih cepat ga?" Aku merasa dia mengusapnya dengan perlahan, membuat bulu kuduk ku merinding saja jadinya.
Perlahan dia malah membelai dan menyesap pundak ku sambil berbisik.
"Kamu sexy...." Bisikkannya membuat semua bulu di tubuhku meremang.
"Auch!" Dia meremas kedua buah dadaku sambil mendekap ku dari belakang.
__ADS_1
"Jacob hentikan!"
Aku tidak boleh terlena, buru-buru ku lepaskan diri dari dekapannya.
"Ayo pergi!" Aku menarik tangannya yang terlihat enggan sekali untuk pergi.
Saat ini aku sudah bergabung dengan teman-teman ku yang lain.
Kami berenang bermain air dengan gembira, seolah lupa umur, kami bermain air layaknya anak kecil. Tertawa, saling kejar-kejaran. Tidak lupa kami berfoto juga tentu saja.
"Hai! kita bertemu lagi," Sapa seorang laki-laki yang kebetulan berpapasan dengan kami bertiga. Jacob, Jasen, dan stevan mereka sedang berenang hampir di tengah laut sana.
"Eh iya, hai...." Sian menyikut ku pelan, 'siapa?' katanya yang ku baca dari gerakan bibirnya yang tanpa suara itu.
"Peter Centineo," seolah mengerti dia pun menyebutkan namanya sambil mengulurkan tangan.
"Senang berkenalan denganmu Linda." Peter tersenyum, sungguh sangat mempesona. Sian menyikut ku lagi.
"Ah iya, ini temanku Sian, dan yang ini Thea." Sangking terpesonanya aku sampai lupa memperkenalkan kedua temanku ini.
"Hai Peter...." kata Sian dan Thea berbarengan.
"Kamu sendirian disini?" Aku bertanya karena setiap bertemu, aku selalu melihat dia sedang seorang diri.
"Ah tidak, aku bersama teman-teman ku juga," Katanya sambil menunjuk ke salah satu tempat, aku lihat ada beberapa laki-laki juga wanita di sana.
"Di mana kekasihmu yang tadi? kenapa dia membiarkan kekasih sexy nya berkeliaran tanpa pengawasan begini. Tidak takut kekasihnya ada yang menculik apa!" tanya Peter sambil tertawa.
Aku tersanjung di bilang sexy oleh pria tampan begini. Kalo dia yang jadi penculiknya aku bersedia dengan sukarela ko, beneran deh.
"Ah, pria yang tadi bersama ku itu bukan kekasihku ko, dia salah satu teman kami. Benarkan? Aku masih single!" Aku meminta persetujuan pada Sian dan juga Thea.
"Ah iya benar, dia single," jawab Sian.
__ADS_1
"Benarkah? Aku ragu gadis cantik sepertimu belum punya kekasih," jawab Peter lagi dengan nada menggoda.
"Tapi teman kami itu menyukai Linda," celetuk Thea cepat, dengan pandangan ke arah Jacob yang sedang berjalan dengan stevan dan Jasen menuju arah kami. Ku lihat muka Jacob sedikit mengeras.
"Benarkah?" Jawab Peter dengan senyuman menggoda, yang masih menghias wajahnya.
"Para bodyguard kalian sudah akan tiba, kalo begitu aku pergi dulu ya. Mampirlah ke tempat kami jika kalian mau," lanjut Peter lagi dengan sedikit terkekeh. Pria tampan yang sangat ramah. Dia kemudian berjalan meninggalkan kami menuju tempat dimana teman-temannya berada.
"Siapa dia?" Itu suara Stevan. Mereka bertiga baru tiba menghampiri kami.
"Teman Linda," jawab Sian cepat, takut pacarnya itu cemburu dan salah paham.
"Ah, aku juga baru mengenalnya tadi pagi ko."
"Pria itu menggoda mu lagi?" Jacob bicara berbisik di telingaku.
"Tidak, tapi aku yang menggodanya," bisik ku pelan di sebelahnya. Aku sengaja mengatakannya untuk membuat Jacob kesal.
"Linda, jangan macam-macam!" Muka Jacob mengeras lagi.
"Ayo kita kembali, perutku sudah lapar nih." Aku tertawa dalam hati melihat raut mukanya yang kesal itu.
BABANG PETER
BABANG JACOB
KALIAN PILIH YANG MANA ? KALO OTHOR MAH DUA-DUA NYA AJA DEH HAHAHA
o(〃^▽^〃)o
Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, dan vote nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil mengahalu author abal ini. Love you guys muach muach.!
__ADS_1