
Keadaan ku saat ini sungguh kacau, baik hati maupun penampilanku, keduanya sudah tidak karu-karuan.
Mataku sembab, pipiku masih basah oleh air mata yang tak kunjung mengering. Sudah hampir dua jam aku menangis sambil berpelukan dengan Sian di kamarku.
" Kenapa si Jacob bodoh itu pergi begitu saja, hik. Tanpa mendengar penjelasan mu, " maki Sian. Dia ikut-ikutan menangis denganku.
Meski dari luar dia terlihat seperti gadis liar dan keras, aslinya dia tuh sangat perasa sekali dan mudah menangis. Ingat insiden saat pertama kali kami bertemu dulu kan, waktu itu dia juga menangis dengan lebay-nya.
" Kau juga bodoh. Kenapa lambat sekali sih jadi orang, " Lanjutnya lagi. Sian benar, mangkanya aku dari tadi menyalahkan diri sendiri.
" Kenapa aku juga di marahi? " ujar ku sambil menggesekkan wajahku di pundaknya.
" Linda! Kau jorok sekali ! ingus mu menempel semua di bajuku ! " Sian mendorongku sambil menjerit-jerit kesal dan jijik.
Aku tidak menjawabnya, hanya nyengir memamerkan gigiku yang rasanya sudah kering ini.
" Syukurlah kamu sudah bisa tersenyum, " kata Sian lega. " Kalo keadaanmu tidak sedang patah hati begini, pasti sudah ku tendang bokong mu itu " katanya sadis.
" Lalu selanjutnya aku bagaimana ? Masa percintaan pertamaku berakhir tragis. Yang aku takutkan benar terjadi. " Aku menekuk lutut ku, lalu menyeruakkan wajahku di sana.
" Sekarang aku patah hati, " kataku sedih.
" Kamu membuatnya salah paham dan kecewa. Aku yakin saat ini dia juga pasti sedang meratapi kesedihannya. " Sian menyenderkan kepalanya di pundak ku.
__ADS_1
" Terus sekarang aku harus bagaimana? " Aku menegakkan tubuhku dengan tiba-tiba, membuat Sian hampir terjatuh.
Sian memukul bahuku, " Coba telpon dia lagi ! "
Aku mengambil ponselku, lalu ku cari namanya yang ku tulis ' Bayi Besar ' lalu memencet tombol call.
' Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif '
Yang menjawab malah operator.
" Masih tidak aktif " kataku dengan lesu. Tadi aku sudah sempat menelponnya tapi tidak aktif dan barusan adalah percobaan ku yang kedua.
" Ya sudah kita biarkan dulu saja, saat ini mungkin dia juga sedang butuh untuk sendiri. "
" Ya cari yang baru lah " kata Sian sambil tertawa.
Aku memukul kepalanya dengan bantal, " Terimakasih, saran mu sungguh sangat membantu " kataku menyindirnya.
" Ya memangnya mau apa lagi ? " kata Sian sambil mengangkat bahu nya, " Memangnya kamu mau melajang selamanya gitu? Jangan konyol Linda. "
" Aku tidak bisa sepertimu " kataku sambil memberengut sedih.
" Obat patah hati itu, ya cinta yang baru. Kalau tidak kamu akan terus merana memikirkannya yang mungkin sudah tidak ingat lagi denganmu. "
__ADS_1
Aku menarik nafas panjang, rasanya dadaku masih terasa sesak.
" Tapi aku akan mencoba untuk berjuang kali ini, keadaan ini tercipta karena aku sebelumnya jadi pengecut. "
" Ya, otak mu bebal. Padahal sudah ku ingatkan beberapa kali, " kata-kata Sian menohok jantungku. Aku tidak bisa marah karena apa yang dia katakan memang benar.
" Oh iya, kenapa kita tidak tanya pada Thea saja? " Lampu di kepalaku seperti menyala.
" Kamu benar " kata Sian bersemangat.
" Tapi sekarang dia belum pulang, " kataku lesu lagi.
Sian melihat ke arah jam di meja belajarku, " Sekarang sudah jam 07.15 pm, sebentar lagi dia akan pulang. "
" Sambil menunggu Thea, ayo kita makan malam dulu, " lanjut Sian lagi.
" Aku tidak lapar " Entahlah, aku tidak bersemangat melakukan apapun. Perutku juga tidak merasakan lapar, bahkan meski tenggorokan dan bibirku sudah kering begini pun, aku tidak berkeinginan untuk minum sama sekali.
" Kamu tidak boleh menyiksa diri, kita makan dulu oke. Setelah makan kamu boleh melanjutkan bergalau ria lagi. " Sian menarik ku dengan paksa agar mau bangkit dari tempat tidur ini.
Jika Lord Sian sudah berkehendak, aku bisa apa. Aku bangkit berdiri, lalu pasrah saja mengikutinya. Dari pada aku di seret dengan paksa olehnya nanti, lebih baik aku menurut saja.
__ADS_1
Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Ayo kita menghalu bersama. Love you guys muach muach !!!