
"Tidak mau! Meskipun kamu bosnya tetap saja kamu tidak boleh berbuat seenaknya begitu. Aku tidak berbuat salah ataupun merugikan perusaan." Enak saja, aku bekerja di perusahannya dengan susah payah, sekarang dia seenaknya menyuruhku berhenti. Aku mencintai pekerjaanku saat ini. "Sementara waktu kita LDR dulu saja ya?"
Jacob memberengut, "Aku tidak suka itu, aku tidak mau menciummu secara virtual. Aku mau kamu selalu berada di sisiku." Jacob cemberut. Wajah ngambeknya itu lucu sekali.
"Untuk sementara waktu kita begini dulu saja, setelah kita menikah kita pasti akan selalu bersama. Kamu kan bisa bolak balik London-Jakarta pake pesawat pribadimu itu dengan mudah." Aku mencoba membujuknya.
"Masalahnya jarak kita sangat jauh baby, perjalannya membuang banyak waktu. Akan lebih mudah jika kamu mau ikut denganku," katanya masih kekeh berusaha membuatku berubah pikiran.
"Aku akan ikut denganmu kemanapun kamu pergi ... tapi nanti setelah kita menikah."
Jacob menjabak rambutnya sendiri, dia frustasi dan kesal tapi tidak bisa membuat pendirianku berubah.
"Oke, oke, aku mengalah. Aku Terima keputusanmu. Lihat saja! Aku akan segera menjadikanmu, Mrs Lautner."
"Good Boy," kataku sambil mengusap kepalanya lalu tertawa melihat wajah ngambeknya yang imut.
"Jangan senang dulu! Aku akan mengurungmu di kamar ini sampai waktu keberangkatan ku besok," ujar Jacob sambil menyeringai.
"Hey, tidak begitu konsepnya. Kita di sini sedang liburan. Tega sekali hanya mengurungku selama disini."
Jacob tersenyum licik lalu menyudutkan ku ke tembok di belakangku.
Jacob menciumiku, mulai dari area wajah lalu turun ke tengkuk dan leherku. Dia sedang berusaha menggodaku. Aku berusaha menahan *******, "Emmh ... Jacob hentikan ... kita sudah melakukannya semalaman."
__ADS_1
"Tidak bisa, sebentar lagi kita akan berpisah. Mumpung aku masih bisa menyentuhmu seperti sekarang ini, aku tidak akan menyia-nyiakan waktu kita."
"Ohh...," lenguhan keluar dari bibirku saat dia menc*umbu ku dari belakang.
Dengan cekatan tangan Jacob mencoba menanggalkan pakaianku.
"Jacob jangan lakukan disini," kataku sambil menahan tangannya. Aku masih trauma dengan percintaan di luar ruangan.
Untunglah dia mau mengerti.
Jacob mengecup bibirku lalu mengangkat tubuhku, menggendongku bagai karung beras.
Jacob menepuk bokongku lumayan keras, "Awh, sakit Jacob!" aku memekik keras.
Dia membawaku masuk, Lalu, menjatuhkan tubuhku pada kasur empuknya dan dengan segera merangkak ke atas tubuhku.
Jacob kembali Menc*umbuku, melakukannya dengan menggebu. Kabut g*airah sudah terlihat jelas dari sorot matanya yang mulai sayu.
"Auch... perlahan sayang,"
"Aku akan membuat setiap inci tubuhmu penuh dengan jejak kepemilikanku." Aku memutar mata, selalu begitu. Sejak dulu hobinya yang membuat tubuhku lebih berwarna tidak pernah hilang ternyata.
Nadiku berdenyut dengan cepat. Sekarang aku pun sama bergai*rahnya dengannya.
__ADS_1
Setiap menerima sentuhan darinya, semua bagian tubuhku akan meminta lebih dan lebih.
"I Love You," bisiknya di telingaku.
Deru nafasnya di leherku, membuat aliran darahku semakin cepat.
Perlahan dia memasuki dinding labirinku. Lalu menyentaknya dengan keras.
"Aku akan membuat bibir sexy ini tidak pernah berhenti meneriakkan namaku. Oh My baby." Jacob menaruh jarinya di sela bibirku.
Dengan nakal aku mengulum jarinya. Ku pandangi wajahnya, matanya membuka dan menutup keenakan.
"Kamu naka," desisnya di telingaku.
Aku membalasnya, ku jilat bagian leher sampingnya "Let's play!" godaku.
"As you wish, My lady. Aku tidak akan berhenti meskipun kamu memohon!" ancamnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gimana Pemansannya?
Lanjut ga nih? 🤭😎
__ADS_1