Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Heartbeat


__ADS_3

Ya Tuhan! kenapa takdir ini benar-benar mempermainkan ku. Di saat aku memutuskan untuk benar-benar move on, kenapa pria itu malah di hadirkan kembali di hidupku.


Riky menyikut lengan Max sambil bicara pelan. "Ternyata pacarmu tidak sesederhana itu." Max tertawa mendengarnya. "Dia memang istimewa," jawab Max sambil tersenyum lalu menatapku penuh cinta.


Ponsel Jacob berbunyi, dia menatap layar ponsel dengan alis berkerut.


Ku tarik nafas panjang sekali lagi sebelum mengatakan, "Aku ke toilet dulu ya."


Max berdiri, bersiap untuk menemaniku. Aku menahannya.


"Aku bisa sendiri ko," ucapku sambil tersenyum. Lalu bangkit berdiri dari tempat dudukku. Thea terlihat akan mengikuti ku tapi laki-laki di sebelahnya mengajak dia ngobrol.


Begitu masuk ke kamar mandi, aku langsung menutup pintu lalu menyandarkan punggungku pada pintu itu. Untung kamar mandinya sedang kosong. Aku menarik nafas berat. Emosi di dalam dadaku berkecamuk, membuat aku sesak. Aku berjalan ke depan wastafel, lalu membasuh mukaku dengan air. Di dalam sana terlalu tegang untukku. Aku menatap bayangan diriku di cermin. Untung saja aku memakai make up waterproof, jadi riasan ku tidak luntur. Aku mengeringkan wajahku dengan tisu, menepuknya pelan. Tidak ada yang berubah dari riasan ku kecuali lipstik yang harus ku pulas ulang.


Begitu kembali, rupanya makanan sudah di hidangkan. Mereka semua sudah memulai makan dan hampir menghabiskan setengah makanan di piring mereka. Tanpa aku sadari, saat di toilet tadi aku terdiam lumayan lama.


"Are you oke?" tanya Max khawatir begitu aku duduk.


Aku tersenyum, lalu mengangguk.


"Makanlah," kata Max lagi.


Aku tidak berselera untuk makan, aku hanya memakannya sedikit saja.


Max yang sudah menyelesaikan makannya, sekarang dia sedang mengobrol dengan Mery dan juga laki-laki yang duduk di sebelah kursi Jacob.


Jacob berdiri di ujung ruangan, mendengarkan Pak Chandra yang sedang berbicara. Dia melihat ke arahku. Dia menatapku lama. Dia menatapku seperti dulu.


Aku memalingkan muka, menatap ke arah lain. Ke arah manapun yang tidak ada dia. Aku tidak tahan di tatap seperti itu.


Aku mengambil air minum, lalu menenggaknya habis sampai perutku terasa kembung.


Seseorang menyentuh tengkukku dari belakang. Max. Dia mendongakkan kepalaku dan bertanya lagi, "Kamu beneran baik-baik aja?"


"Ya," kataku sambil tersenyum, meyakinkannya kalau aku memang baik-baik saja.

__ADS_1


"Good," katanya sambil mengusap pipiku dengan jempolnya. "Aku ngobrol dulu, ya?"


"Feel free sayang. Enjoy your time."


Dia mengecup dahiku, lalu ikut berkumpul dengan kawanannya yang sekarang bertambah dua orang lagi.


Melihat semua orang sibuk masing-masing dengan urusannya aku memutuskan untuk memisahkan diri, aku keluar dari ruangan ini. Berada satu ruangan dengan Jacob membuatku sulit untuk bernafas dengan bebas.


Sebenarnya saat ini aku sudah ingin pulang ke rumah, sembunyi di dalam selimutku lalu menonton film bersama Max.


Aku duduk di kursi yang berada di Koridor dan merasa sangat lega. Duduk sendirian di ruangan yang berbeda dengan Jacob begini membuat jantungku terasa lebih tenang.


Tuhan tolong berikan hatiku kekuatan untuk menghadapinya.


Baru saja aku bisa bernafas dengan lega, sekarang dia sudah berdiri di dekatku. Dia mengetuk-ngetuk kotak yang berwarna keperakan yang ku tebak isinya adalah rokok. Dia berdiri dengan satu tangan menopang pada tembok sambil mengetuk-ngetuk kotak keperakan itu sambil memperhatikanku.


Rasanya seperti sudah puluhan tahun yang lalu, terakhir dia berdiri di hadapanku begini. Rasanya sudah lama sekali.


Aku berhenti melihatnya. Aku bangkit, bersiap untuk meninggalkan ruangan ini.


"How's life going, Linda?" tanyanya dengan suara yang sangat angkuh dan dingin.


Aku menatap matanya. Punggungku seperti di aliri air es.


Rupanya dia menyembunyikan emosinya dengan baik saat di hadapan orang-orang tadi. Pintar sekali.


"Thief," desisnya dengan nada penuh kebencian.


Kemudian dia berbicara lagi, "Why do you look so fucking perfect?" kemudian dia menggeleng.


Aku hanya diam, tidak ingin menjawabnya.


Dia tersenyum sinis. "Lihat. Hatiku sudah di rampok bertahun-tahun lalu. Dan sekarang dia hidup bahagia dengan pacar barunya." Jacob bermonolog.


"Jacob. Kamu mau mengintimidasi ku?" desisku. Aku berbalik dan melangkahkan kaki untuk meninggalkannya.

__ADS_1


Jacob menangkap tanganku dengan cepat. "Linda, how's life going?"


Dia sungguh ingin tau bagaimana aku menjalani hidup setelah berpisah dengannya.


Aku hancur, aku merana, aku kesepian, aku....


"Hidupku baik-baik saja." Aku menarik nafas, "Hidupmu juga jauh terlihat lebih baik sekarang, dan... Ah iya, selamat. Bukankah sebentar lagi kamu akan menikah?"


Dia tertawa. "Kamu mencari tahu tentangku?"


Aku menggeleng dan baru saja akan menyangkalnya.


Jacob melepaskan tanganku karena Max sekarang sedang berjalan ke arah kami. Max menatap kami, lalu dia mengamati wajahku.


"Rokok?" tawar Jacob pada Max.


Mak menggeleng, "Tidak, terimakasih." Max menjawab dengan sopan. "Aku sudah lama berhenti," lanjutnya lagi. Ada sedikit kebanggan dari nada bicaranya.


Setahuku Jacob juga dulu tidak merokok. Dia yang sekarang sudah benar-benar berubah.


"Max, pulang yu!" ajak ku berusaha terdengar biasa. Padahal di dalam hatiku ketar ketir, jantungku sudah berdetak kencang luar biasa. Semoga Max tidak curiga.


Max menarik tanganku, "Apapun mau mu sayang."


Max menatap Jacob lagi. " Aku minta maaf, sepertinya kami undur diri terlebih dahulu."


"Yeah," kata Jacob sambil menyeringai. "Bersenang-senanglah" lanjutnya lagi sambil terkekeh palsu. Lalu dia menjabat tangan max dengan erat.


Jacob memperhatikan kami, pandangan itu. Aku mengenali pandangan itu, terlihat ada kemarahan di sana.



Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!


Oh iya jangan lupa share cerita ini di media sosial kalian dan bersabar ya menunggu part selanjutnya. (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و

__ADS_1


__ADS_2