
Kami berdua sedang berjalan sambil bergandengan tangan di Koridor resort ini untuk kembali ke kamar kami masing-masing. Terlihat sekali pancaran kepuasan dan kebahagiaan di wajah Jacob.
Dia mengantarku sampai ke depan pintu kamar yang aku tempati dengan Kimberly.
"Terimakasih honey," kata Jacob sambil tersenyum. Aku mengangguk dan menjawabnya dengan senyuman juga. Aku membalikan badan untuk masuk, tapi Jacob menarik tanganku kemudian dia memagut bibirku sekali lagi. Kali ini ciumannya sangat manis. Tidak menggebu seperti tadi. Setelahnya kami berpisah, aku masuk dan dia kembali ke kamarnya.
Kimberly sedang duduk sambil melihat sesuatu di ponselnya. Lalu menoleh ke arahku, sepertinya dia mendengar suara langkah kakiku.
"Hei, kalian darimana saja? wajahmu terlihat berseri-seri sekali, " tanya Kimberly dengan pandangan menyelidik.
Aku melangkahkan kaki ke arahnya lalu naik ke atas kasur. Aku sudah lelah seharian ini, rasanya aku sudah ingin segera merebahkan tubuhku.
"Saat makan malam tadi, nenek mecari keberadaan kalian. Kalian pergi kemana tadi? Untung saja tadi Peter beralasan kalau kamu sedang sakit perut dan tinggal di kamar," katanya panjang lebar.
Aku menggaruk rambutku yang tak gatal, "Tadi kami di pemandian air panas dan sekalian makan malam di sana," jelasku pada Kimberly.
__ADS_1
"Lain kali kalian jangan bolos di saat ada acara begini ya, nenek kami orangnya sangat disiplin." Aku hanya menganggukkan kepala saja menjawabnya.
"Bocah itu padahal dia tau, tapi tetap mengabaikannya. Mentang-mentang jadi cucu kesayangan jadi seenaknya begitu," Kimberly menggerutu. Setelahnya aku pamit untuk tidur duluan pada Kimberly. Tubuhku benar-benar lelah, sangking capeknya baru menyentuh bantal sebentar aku sudah tidak sadarkan diri alias tertidur pulas.
...****************...
Pagi ini tidak ada acara sarapan bersama karena sebagian orang sudah kembali pulang. Sedangkan kami akan pulang siang nanti. Dan sekarang aku sedang mengemasi baju dan barang-barang ku untuk di bawa pulang kembali. Sangat merepotkan, rasanya aku tidak membawa barang yang banyak tapi tetap saja satu koper ukuran kecil ini penuh sesak dengan barang-barang ku. Ya harap maklum namanya juga wanita, sedikit versi kita itu berbeda dengan sedikit versi laki-laki. Haha.
Kimberly sudah pulang jam delapan pagi tadi karena ada urusan pekerjaan yang mendesak katanya. Jadi sekarang aku sendirian disini.
Siapa yang mengetuk kamarku, rasanya tidak mungkin kalau itu Jacob. Karena baru saja dia menelpon untuk memberitahuku kalau di sekarang sedang dengan teman-temannya.
Ceklek...
Saat aku membuka pintu aku melihat seorang wanita yang berdiri di hadapanku dengan tersenyum angkuh, dia melihatku dengan pandangan yang meremehkan.
__ADS_1
"Shelby, ada apa?" kataku sambil mengerutkan kening. Aku heran ada urusan apa wanita itu datang ke kamarku.
Dia masuk tanpa aku persilahkan terlebih dahulu.
"Bagaimana rasanya tinggal di kamar mewah seperti ini, menyenangkan ya?" tanyanya sambil tersenyum meremehkan.
"Kalau tidak ada hal penting yang ingin kamu bicarakan, tolong segera tinggalkan ruangan ini. Lihat pekerjaanku belum selesai!" kataku sambil menunjuk ke arah baju-baju yang belum sempat aku masukan ke dalam koper. Sungguh aku sedang malas beradu argument dengannya.
"Santai, tidak perlu terburu-buru begitu. Mungkin saja ini hari terakhirmu merasakan sesuatu hal yang mewah seperti ini dalam hidupmu."
"Tidak usah berbelit-belit Shelby, aku sedang tidak mood untuk beradu argument denganmu. Katakan apa yang ingin kamu katakan sekarang juga, atau keluar dari sini!" Aku muak melihatnya sok santai begitu, dari awal pembicaraannya menjurus penghinaan padaku soalnya. Wanita ini benar-benar seperti bunglon di hadapan semua orang yang dia terlihat sok baik dan bermartabat. Sedangkan di hadapanku setiap kata-kata yang keluar dari mulut manisnya itu hanya ucapan yang merendahkan ku.
Maaf ya para readers tersayangku sekalian beberapa hari ini ga up. Othor lagi sakit kepala jdi kalo liat layar HP tuh makin menjadi sakitnya. untungnya sekarang udah mendingan. #plaak kaya ada yang nungguin aja.
Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!
__ADS_1
Oh iya jangan lupa share cerita ini di media sosial kalian dan bersabar ya menunggu part selanjutnya. (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و