
"Peter mengadakan pesta di salah satu villa mewah dengan fasilitas privat beach milik keluarga Marquess of Kent yang ada di bali. Makanya aku segera terbang kesini begitu mereka mengabari," kata Sian sambil tertawa.
"Kamu yakin jauh-jauh datang kesini hanya untuk berpesta?" Tanyaku yang merasa sedikit curiga.
"Tentu saja iya. Sekalian reuni dengan teman-teman lama juga," jawab Sian sambil mengangguk dengan yakin.
"BTW aku baru datang jauh-jauh tapi air minumpun tidak kamu sajikan untukku," dengus Sian.
Aku tertawa. "Biasanya juga kamu ambil sendiri, kaya yang pertama kali nginep disini aja."
"Aku lapar nih, kita cari makan yu!"
"Oke, aku kasih tahu Max dulu." Sebenarnya aku dengan Max sudah makan saat pulang kantor tadi, tapi berhubung tamu adalah raja dan aku tidak punya stok makanan jadi aku bersedia ikut makan lagi meskipun sekarang sudah jam delapan malam.
"Sekalian ajak dia aja, aku penasaran sama laki-laki yang akhirnya bisa bikin kamu move on dari Jacob."
"Depan dia jangan ngomong macem-macem tapi ya. Dia belum tahu tentang Jacob soalnya. Selama ini dia udah baik banget, rasanya sangat tidak tega sekali kalau harus melukai hatinya."
Aku sudah kirim pesan barusan pada Max. Aku bilang minta anterin dia buat ajak Sian makan malam.
__ADS_1
Max bilang oke dan dia menunggu di parkiran.
Aku tidak ganti baju karena malas, jadi sekarang aku masih memakai baju rumahan dengan rambut di cepol. Hanya memakai celana legging hitam dengan tangtop abu-abu, terus aku tambahin kardigan hitam biar aku tidak kedinginan.
"Yakin ga ganti baju?" kata Sian sambil melihat penampilanku.
Aku menggeleng, "Begini saja deh, aku malas. Kita cuma makan doank kan?"
Sian mengangkat kedua bahunya. "Ayo berangkat!"
Max sudah ada di parkiran, dia sedang berdiri di dekat mobilnya sambil mengobrol dengan salah satu fansnya. Iya, ibu kosan. Fans fanatiknya Max.
Saat melihat aku datang, wajahnya terlihat sumringah sekali. Dia senang karena aku sudah datang untuk menyelamatkannya dari godaan Ibu kosan genit itu.
Aku hanya tertawa sambil segera masuk mobil mengikutinya.
"Untung kamu cepet datangnya, hampir aja aku di perkosa sama ibu-ibu ganjen itu," kata Max sambil bergidik ngeri. Dia buru-buru tancap gas, segera pergi dari sini.
Aku dan Max tertawa sedangkan Sian memandang kami dengan tatapan melongo karena tidak mengerti apa yang kami bicarakan.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, kita mau makan dimana?" tanya Max dalam bahas Inggris.
Sian menunjukan alamat, "Aku sudah janjian dengan teman-teman yang lain."
Aku mengerutkan alis sambil membaca nama tempat itu. "Pasola."
"Kamu yakin kita makan disana? Pasola, bukannya itu restoran mewah yang ada di hotel Ritz Carlton?"
Aku mulai merasa curiga, ku menatap Sian dengan tajam. "Kenapa kamu ga bilang sejak awal? Max cepat putar balik mobilnya. Aku tidak mau kesana dengan pakaian seperti ini."
Sian dan Max tertawa.
"Tenang aja, kamu tetep cantik dan seksi ko dengan baju itu," kata Max sambil tertawa. Dia sih enak pakai celana jeans dengan atasan kaos putih berkerah. Masih terlihat sedikit rapih lah di bandingkan aku yang memakai baju asal-asalan ini.
"Aku sudah bilang tadi, apa kamu yakin mau pakai baju itu? tapi kamu dengan yakin bilang iya. Tenang saja, tidak akan ada yang memprotes mu ko," katanya lagi masih tetap tertawa.
"Ya tapi kalau kamu bilang tentang tujuan kita sebelumnya, aku ga akan pake baju ini," aku menjawab dengan kesal dan ekspresi wajah nelangsa.
"Ngomong-ngomong kamu janjian dengan siapa, bukannya disini teman kamu cuma Linda," tanya Max penasaran.
__ADS_1
Benar juga apa yang Max bilang.
Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!