
Satu-satunya hal yang harus dihindari dari mantan yang susah move on adalah kontak. Semakin sering membuat kontak dengannya, pasti akan semakin memanggil masa lalu untuk semakin kembali. Kalau laki-laki dari masa laluku ini orang yang biasa-biasa saja mungkin aku tidak terlalu khawatir. Tapi laki-laki dari masa laluku ini adalah Jacob, Bos ku sendiri. Sangat sulit menghindar darinya.
Seharusnya aku tahu kalau dia tidak akan berhenti.
Pagi tadi, ada seorang kurir yang mengetuk pintu kos ku. Kurir itu membawa sebuket besar bunga mawar merah lagi, ukurannya lebih besar di bandingkan dengan yang kemarin. Dari kartu ucapannya, dia menuliskan kembali kata maaf. Katanya dia minta maaf karena sudah membuat aku menangis kemarin.
Lalu dia juga menuliskan ' what soul I do? ' di kartu ucapannya.
Semua perbuatannya ini membuat aku bingung.
Apa mungkin dia sedang mencoba memperbaiki keadaan. Terus... Kenapa dia ngomong kasar sekali kemarin.
Cemburu Linda, dia pasti cemburu dengan Max. Dia memikirkan mu sebesar kamu memikirkannya.
Jacob sudah banyak berubah. Aku rasa tujuannya kali ini bukan untuk mengajakku balikan. Dia sepertinya cuma mau ganggu hubungan aku dengan Max. Aku tidak akan membiarkannya.
__ADS_1
Apa dia sudah gila, mengirimkan bunga ke kamar kos ku begini, apa dia sengaja agar Max bisa melihatnya. Untung saja Max sudah berangkat sejak pagi-pagi sekali tadi. Max pamit padaku dan minta maaf karena tidak bisa berangkat bersama hari ini.
Pekerjaan Max bertambah dua kali lipat semenjak Jacob ada disini. Apa Jacob sengaja melakukan itu semua, agar Max tidak punya waktu untukku. Kalo benar begitu, licik sekali caranya itu.
Sebelum berangkat ke kantor, aku buru-buru memasukan buket bunga besar itu kedalam plastik sampah hitam yang besar, aku akan membuangnya nanti. Bisa berabe kalo nanti Max melihatnya.
Saat menunggu di depan lift yang ada di loby kantor aku mendengar orang-orang kasak-kusuk berbicara dengan pelan satu sama lain. Samar-samar aku mendengar apa yang mereka bicarakan. Ada nama Mr Lautner dan kata sangat tampan yang mereka ucapkan. Mereka memekik tertahan dan juga senyum-senyum tidak jelas sambil memandang ke satu arah. Aku menoleh ikut melihat ke arah mereka memandang.
Jacob dan Thea baru datang mereka berjalan beriringan. Tunggu dulu. Mereka tidak berdua, ada satu orang lagi di belakang.
"Peter," aku berkata dengan pelan. Sedang apa dia disini. Peter dan Jacob berjalan sambil mengobrol santai. Tunggu dulu! Bukankah mereka tidak seakrab itu sebelumnya.
"Peter siapa?" tanya Sinta sambil berbisik. "Oh My God! Malinda! Hot man itu melambaikan tangan ke arah kita." Sinta dan para wanita yang ada di dekatku gelagapan sambil menjerit-jerit manja.
Peter masih melambaikan tangan ke arahku, tapi aku tidak membalas lambaiannya itu. Aku melirik kearah Jacob, dia juga melihat kearah ku. Tapi sepertinya dia terlihat biasa saja. Aku bingung harus berekspresi seperti apa pada Peter, sementara ada Jacob disana. Kalian masih ingat bukan dengan tragedi saat terakhir kali kami bertiga bertemu. Sangat buruk.
__ADS_1
"Malinda!" Peter meneriakkan namaku dengan keras sekali.
"Astaga! Kamu mengenal laki-laki hot itu? dia memanggilmu Linda! Dia berjalan kemari!" Sinta makin heboh.
Sekarang semua orang melihat ke arahku. Rasanya aku ingin menyembunyikan diri saja. Aku yang beberapa tahun di kantor ini berusaha tidak terlalu mencolok dan cenderung menyembunyikan diri dari keramaian. Tiba-tiba saja sekarang menjadi pusat perhatian lagi. Iya, jadi pusat perhatian lagi. Yang pertama saat makan siang itu, lalu sekarang karena Peter. Dua bersaudara itu benar-benar ...
...****************...
Benar-benar apa coba? Kalian bisa isi sendiri titik-titik itu di kolom komentar. Othor pengen tau apa yang ada di otak kalian tentang dua hot man itu.
Wahai para Silent Reader yang othor cintai, kalian tulis juga ya. Sekali-sekali bersuaralah walaupun sepatah dua patah kata doank. (。>﹏<。)
Semua like, komen, dukungan kalian itu bikin othor semangat buat lanjutin nulis ini cerita meskipun di dunia nyata othor akhir-akhir ini lagi so sibuk. wkwkwk.
Othor tebar lope lope buat semua yang masih setia sama novel ini pokonya. ❤guys.
__ADS_1