Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Drunk


__ADS_3

Aku berbalik pergi dan mulai menjelajah area pesta yang luas ini untuk menemukan Jacob.


Pergi kemana dia, aku sudah berkeliling sejak tadi tapi tetap tidak bisa menemukan keberadaanya.


Aku sudah hampir putus asa dan lelah, aku bingung harus mencarinya kemana lagi.


Kuputuskan untuk keluar dari hingar bingar ini, aku perlu udara seger untuk menyuplai oksigen di otakku yang rasanya sudah mulai menipis ini.


Area luar ini tidak terlalu ramai seperti di dalam sana. Ku lihat hanya ada segelintir orang saja yang ku tebak mereka sengaja keluar hanya untuk merokok. Mungkin karena udara di luar saat ini sedang dingin jadi mereka lebih memilih berada di dalam ruangan yang hangat.


Aku menarik nafas dalam-dalam, sampai paru-paruku rasanya sudah terasa penuh, baru aku menghembuskannya dengan keras.


Aku berjalan menyusuri area taman yang luas ini, aku melihat sesuatu seperti pintu masuk yang terbuat dari tanaman. Apa ini adalah labirin, aku bertanya dalam hati. Baru saja aku akan melangkahkan kaki ke depan pintu masuk labirin itu, ada suara yang menginterupsi.


"Sekali kamu melangkah, kamu tidak akan bisa keluar dari situ," kata suara itu tegas.Aku kaget dan ketakutan, untung saja aku belum masuk. Lalu aku mendengar suara orang itu menertawakan ku.


Aku mengedarkan penglihatanku, mencari sumber suara orang yang berbicara tadi.


Aku melihat seseorang sedang duduk di salah satu kursi panjang yang ada di sebuah gazebo, tempat bersantai sambil menikmati taman ini, kenapa tadi aku tidak melihatnya. Sepertinya tadi fokusku hanya tertuju pada labirin ini sehingga tidak memperhatikan sekitar. Dia sedang duduk sambil menyenderkan punggungnya pada kursi itu. Di sebelahnya ada sebotol minuman dengan satu gelas yang terisi cairan berwarna merah yang hanya tinggal sedikit.


"Noah. Kenapa kamu sendirian disini ? Kamu mabuk? " kataku. Noah tidak menjawabku, dia hanya mengangkat bahunya.

__ADS_1


"Kau sendiri kenapa ada disni?" Dasar bocah ini, di tanya bukannya menjawab malah dia bali tanya.


" Aku sedang mencari Jacob, dan tidak menemukannya. Aku kesini karena merasa pengap di dalam," aku berkata dengan lesu.


"Tidak baik minum sendirian," kataku sambil duduk dan mengambil botol wine milik Noah, lalu meminumnya langsung dari botolnya. Rasa manis di lidah dan panas langsung terasa di tenggorokanku, meski begitu aku tetap melanjutkan meminumnya. Aku sedang butuh minuman ini untuk meringankan ketegangan dalam otakku juga menghangatkan tubuh agar tidak terlalu kedinginan.


"Hey, sisakan untukku," protes Noah yang melihatku tidak berhenti menenggak minumannya itu. Aku tidak peduli, aku terus meminum cairan merah ini. Aku sudah menghabiskan hampir setengah isi dari botol wine ini.


Aku mulai berbicara tidak jelas. Sebentar menangis lalu sebentar lagi tertawa.


"Kau sudah mabuk, kembalikan itu padaku." Noah merebut botol minuman dari tanganku. Tapi aku merengek meminta Noah untuk mengembalikannya lagi padaku.


" Jacob akan membunuhku, karena membiarkanmu mabuk begini."


"Kau tenang saja, dia tidak akan marah. Kami berdua sudah tidak bersama. Dia sudah pergi," kataku sambil menangis tidak jelas.


"Aku sudah menyakitinya, dia tidak akan memperdulikanku lagi." Tangisku semakin kenceng.


Noah terlihat panik, dia membekap mulutku dengan tangannya. "Hei, sudah-sudah ... Jangan menangis lagi. Kalau ada orang yang melihat kita nanti mereka akan mengira aku sudah berbuat yang tidak-tidak padamu," Noah berkata sambil menengok ke kiri dan ke kanan, takut ada orang yang sedang memperhatikan kami.


Aku memicingkan mata melihat Noah yang sedang menghubungi seseorang. Lalu aku mendekat dan ikut menempelkan telingaku pada ponselnya.

__ADS_1


Aku mendengar suara orang yang sejak tadi aku cari.


" Tetap disana dan jangan kemana-mana, " kata suara dari sebrang sana.


" Jacob apa kau akan mendatangiku, " kataku girang sambil berteriak. Aku rebut ponsel Noah dengan paksa.


" Aku sangat merindukanmu, cepatlah kemari," aku merengek manja.


"Linda kamu mabuk, berapa banyak yang kau minum?" tanyanya lagi.


" Tidak banyak. Aku hanya menghabiskan setengah dari botolnya saja," kataku sambil tertawa.


"Tunggu disana, jangan berkeliaran sendiri. Katakan pada Noah, aku akan membunuhnya."


"Katanya dia akan membunuhmu, " kataku sambil tertawa. Lalu aku berikan kembali ponsel Noah yang tadi ku rampas seenaknya.



Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!


Oh iya jangan lupa share cerita ini di media sosial kalian dan bersabar ya menunggu part selanjutnya. (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و

__ADS_1


__ADS_2