
Dia berdiri di hadapanku dengan ekspresi kosong.
Matanya sendu penuh dengan kesedihan.
Tidak ada lagi mata coklat yang berbinar disaat menatapku.
Tidak ada lagi senyum menggoda yang membuat ku berbunga-bunga.
"Linda," bisiknya lirih penuh dengan kesedihan.
"Jacob, maafkan aku," kataku sambil memeluknya.
Dia menggeleng. Menghempaskan tanganku.
Lalu Shelby datang, menggandeng tangannya dan membawa Jacob pergi menjauh sampai menghilang dari pandanganku.
Aku berteriak memanggil namanya, "Jacob!" Dia tidak berpaling. Dan semua yang ku lihat berubah menjadi asap. Aku sendirian didalam kegelapan.
Aku terbangun dengan nafas yang tersenggal dan berkeringat.
__ADS_1
Gara-gara kejadian tadi siang, aku jadi teringat kejadian yang memilukan itu lagi.
Saat di kantor tadi, Sinta menunjukan foto dari bos baru kami yang akan berkunjung itu. Sinta sangat penasaran sampai-sampai dia mencari informasi mengenai sosial medianya. Saat Sinta menyebut nama Jacob aku berdo'a dalam hati, semoga bukan Jacob yang ku kenal. Iya benar di dunia ini yang memakai nama itu ada jutaan orang kan, masa iya cuma dia yang mempunyai nama itu.
"Gotcha, Linda lihat ini! Akhirnya gue dapet akun instagramnya." Sinta menggeser kursi berodanya mendekatiku.
"Lihat ini!" katanya dengan semangat.
"Ternyata dia benar-benar tampan, dan juga sexy, " lanjutnya dengan pandangan memuja.
Aku penasaran, tapi aku takut.
Deg..., ternyata memang dia. Aku memandangi foto yang ada di ponsel Sinta dengan nanar. Kenapa dunia sesempit ini. Rasanya aku sudah pergi sejauh mungkin. Bahkan aku sudah pergi sampai menyebrangi samudra, tapi takdir ini mempermainkan ku. Jadi selama ini aku bekerja untuk perusahaannya, bahkan beasiswa kuliah ku selama ini juga dari perusahaanya. Aku tertawa getir dalam hati.
Dia yang sekarang terlihat sangat dewasa. Sekarang dia memelihara rambut halus di sekitar wajahnya, membuat garis wajahnya semakin tegas dan menambah kesan manly. Kesan pria dewasanya terlihat dengan jelas. Tentu saja dia berubah, 5 tahun sudah berlalu semenjak terakhir kali aku melihatnya. Dipertemuan terakhir kami yang menyakitkan dulu. Tidak, saat itu aku yang menyakitinya.
"Hey, ko bengong sih. Jangan-jangan lo kesirep juga nih sama tampang bos baru kita." Sinta menertawaiku. Aku tidak menjawabnya.
"Beneran udah mau kawin ternyata, eh nikah maksudnya. Liat deh, dia posting juga pas lagi ngelamar pacarnya."
__ADS_1
Iya aku melihatnya. Aku melihat dia yang sedang berlutut di hadapan wanita yang paling ku benci. Dia berlutut sambil memperlihatkan cincin di tangannya yang akan dia berikan pada wanita itu, di tengah-tengah hamparan kelopak bunga juga dikelilingi lilin-lilin. Terlihat sangat romantis sekali. Sepertinya rencana Shelby berjalan dengan mulus. Aku tertawa getir.
"Linda! Lo ga kesurupan kan? Ekspresi lo serem banget sumpah. Tadi bengong terus tiba-tiba senyum nyeremin kaya gitu."
Baru saja aku akan membuka bibirku, tapi suara berat seorang pria sudah menginterupsi kami terlebih dahulu.
"Hey, ladies! Ini masih terlalu pagi untuk bergosip. Mulailah bekerja agar lemari kalian akan penuh dengan pakaian branded baru akhir bulan ini," kata Randy menyindir halus pada kami berdua.
Randy terkekeh melihat ekspresi kami berdua yang memberengut. "Baiklah, jangan tunjukan ekspresi wajah itu padaku. Sekarang mulailah bekerja."
Randy mendorong kursi beroda Sinta kembali pada posisi semula, dan mengerling nakal pada Linda sebelum dia kembali ke meja kerjanya yang berada di dekat pintu. Lantas mengedarkan pandangan keseluruh ruangan . Sebagai staf yang paling senior Randy hanya memastikan keadaan sudah kondusif untuk bekerja. Ia memegang tanggung jawab lebih besar di dalam ruangan ini.
Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!
Oh iya jangan lupa share cerita ini di media sosial kalian dan bersabar ya menunggu part selanjutnya. (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و
__ADS_1