
" Linda. Kenapa kau masih disini? Pindah sana! Jangan biarkan wanita lain dekat-dekat dengan kekasihmu," kata Sian mulai memanas-manasi. Saat ini Shelby memang duduk di sebelah Jacob. Dia terlihat manja dan mencari perhatian pada Jacob.
"Biarkan saja, aku mau disini. Lagipula kesana pun aku tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan." jawabku cuek. Memang benar kan, dari pada aku hanya jadi penyimak di sana, lebih baik aku disini bisa tertawa ataupun meledek teman-teman ku.
"Tenang saja, Linda masih punya aku kalo Jacob meninggalkannya untuk wanita itu," kata Neal sambil tertawa. Lalu Sian menghadiahinya dengan toyoran kepala.
"Mereka itu teman Jacob sejak SMP, mungkin mereka sedang membicarakan masa lalu," Ucap Thea. " Orang tua mereka juga kebetulan memang berteman," lanjutnya lagi.
Tidak lama kemudian Jacob kembali, dia datang menghampiri kami sambil tersenyum padaku.
"Sayang lusa kita pergi berlibur ya, kita akan bermain ski di Lech" kata Jacob bersemangat.
"Lech, dimana itu?" kataku sambil mengerutkan kening.
__ADS_1
"Austria, bersama keluargaku. Tadinya aku tidak ingin ikut tapi mereka memaksa, lagi pula kita belum pernah pergi liburan sebagai kekasih kan," katanya bersemangat lalu melihat ke arah teman-temannya.
"Sepertinya aku tidak bisa," jawabku yang membuat raut kecewa di wajah Jacob. Bukannya tidak mau liburan, tapi rasanya aku malas pergi berlibur dengan orang-orang yang belum aku kenal. Pasti akan canggung.
"Si Shelby itu pasti ikut juga ya?" tanya Sian memastikan.
"Ya. Dia bagian dari kami."
" Kalo begitu Linda juga akan ikut," kata Sian seenak jidat.
"Tenang saja Jacob aku akan memastikan Linda untuk ikut denganmu, " kata Sian benar-benar so tau. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala saja menanggapinya.
"Linda, coba kamu lihat wajah wanita itu yang terlihat mupeng sekali saat memandang kekasihmu, jangan berikan dia kesempatan untuk mendekati Jacob. Kau harus ikut, jangan sampai kau menyesal nanti. Bagaimana kalo dia menggodanya disana ? Aku tau Jacob tidak menyukainya. Tapi aku melihat jelas tatapan licik dari wanita itu. Bagaimana kalo nanti Jacob di berikan obat perangsang atau di buat mabuk olehnya. Kau akan sangat menyesal dan hanya bisa menangis saat itu terjadi nanti, " Sian berkata pelan sambil berbisik padaku. Ceramahnya itu sangat panjang lebar, menggebu-gebu dan sedikit berlebihan kurasa. Dia tau aku orang yang parnoan, dengan sengaja dia mengatakan itu agar aku berubah pikiran.
__ADS_1
"Yasudah. Aku ikut," kataku pada akhirnya. Sian memang sangat tahu kelemahanku ini.
****
Saat ini aku sedang berada di pesawat pribadi keluarga Jacob, kami dalam perjalanan menuju Austria. Sejak naik pesawat aku sudah meyakinkan diri dan memilih diam, aku takut kenoraanku ini tiba-tiba keluar. Jadi aku lebih memilih diam dan menikmati perjalanan ini. Pokonya sejak bergabung dengan teman-teman Jacob aku berubah menjadi gadis pendiam dan berbicara saat ada yang bertanya saja. Bukannya aku sombong atau tidak suka dengan mereka, hanya saja omongan kami rasanya tidak nyambung. Topik pembicaraan mereka tidak aku mengerti. Jadi dari pada aku terkesan sok tau jadi lebih baik aku diam dan menyimak saja.
Kami akan melakukan perjalanan menuju Lech, Austria. Tempat yang akan kami datangi ini merupakan resort modern yang menawarkan beberapa chalets ski termahal di dunia dan sering di kunjungi oleh orang-orang tersohor seperti kelurga kerajaan misalnya dan orang-orang kelewat kaya lainnya.
Rombongan yang ada di pesawat saat ini hanya aku dan ke dua teman Jacob. Anggota keluarga yang lainnya sudah berangkat masing-masing di hari sebelumnya.
Jadi di pesawat ini hanya ada 4 penumpang dan 3 awak kapal.
__ADS_1
Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!
Oh iya jangan lupa share cerita ini di media sosial kalian dan bersabar ya menunggu part selanjutnya. (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و