Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
I Know I'd Go Back To You!


__ADS_3

Aku buru-buru merapihkan bajuku dan memakainya dengan super cepat.


"Kenapa kamu ada disini?" desisku kesal.


"Ini kamarku," jawab Jacob santai sambil berjalan mendekat.


"Sepertinya salah satu pelayan itu salah memberikan ruangan padaku, aku pergi kalau begitu." Aku memutari tempat tidur besar ini untuk mengambil tasku.


"Pelayan itu tidak salah, ini memang kamar untukmu." Aku mengerutkan kening, heran dan tidak mengerti dengan ucapannya. "Ini kamar kita. Malam ini kita menginap disini." Jacob berbicara dengan santai sekali seolah ini bukan sesuatu hal yang aneh.


Mulutku membuka, lalu menutup kembali. Rasanya aku ingin mengumpatnya dengan banyak kata-kata kasar. Apa otaknya sudah tidak bekerja. Aku datang kesini dengan kekasihku, terus sekarang dia mengatakan aku akan tidur di kamar yang sama dengannya. Apa tidak gila itu namanya.


"Jacob--"

__ADS_1


Stttt ... Jacob menaruh jari telunjuknya di atas bibirku, membuat aku mengurungkan niat untuk protes.


Jacob meletakan kedua tangannya di atas kedua bahuku. "Kita kesini untuk bersenang-senang. Jadi, cukup rileks dan nikmati ini semua oke." Bagaimana mungkin aku bisa rileks, sementara Max ada disini juga. Bagaimana kalau Max mencari ku nanti.


Jacob memelukku erat sekali. "Aku sangat merindukanmu. Pantai ini mengingatkan aku pada kenangan lama kita. Saat dulu kamu bersikeras menolak ku." Jacob terkekeh.


Ingatanku juga terbang pada masa-masa itu. Masa-masa indah saat awal kita bersama. Aku masih sangat ingat, malam itu di tepi pantai Jacob dengan ngotot meminta aku bertanggung jawab karena katanya aku mengambil keperjakaannya. Aku ikut terkekeh dengannya. Kemudian ada diam yang indah di antara kami. Tangan Jacob berpindah memegangi kedua pipiku, lalu dia menyatukan kedua kening kami. Tanpa terasa air mata menetes dari kedua mataku. Jacob menyekanya dengan ibu jari lalu mengecup kedua bola mataku bergantian. Selanjutnya dia menyatukan kedua bibir kami. Aku tidak bisa menolaknya. Hatiku, otakku, dan tubuhku semua seolah bersorak gembira karena telah menemukan pemiliknya kembali.


Jacob mencium ku dengan lembut. Ciuman yang penuh dengan cinta dan kerinduan yang dalam. Rasa asin terasa karena air mata ku menetes bercampur dengan salifa kami.


Sekarang kami berakhir di tempat tidur sambil berpelukan, aku masih menangis. Bendungan di mataku yang selama ini aku tahan sekuat tenaga dengan berpura-pura tegar, hari ini bendungan itu akhirnya runtuh juga di hadapannya. Jacob masih memelukku sambil mengusap punggungku dengan lembut. Dia berusaha membuat aku tenang.


Bagaimanapun aku mencoba mengelak, hatiku tetap tidak bisa berpaling dan tetap menginginkan kembali padanya.

__ADS_1


"Jacob! ... maafkan aku, semua ini terjadi karena kesalahanku dan sekarang aku juga yang salah, coba saja aku bertahan dan tidak menerima Max menjadi kekasih ku ... mungkin semua tidak akan menjadi serumit ini lagi."


Jacob menggeleng. "Aku akan mengurus Max dengan baik. Kamu tidak perlu khawatir," kata Jacob sambil membelai pipiku.


"Jacob ku mohon jangan sakiti dia, Max hanya korban dari kebodohan ku. Jangan membuatnya dalam situasi sulit."


"Tenang saja honey, aku akan menyingkirkannya dengan cara sehalus mungkin." Aku terbengong tidak mengerti. Meskipun cintaku untuk Max belum begitu besar. Tapi aku menyayanginya, selama ini dia yang paling berjasa dalam hidupku untuk bisa melewati kekosongan hatiku selama ini. Aku tidak akan sanggup jika melihatnya hancur ataupun kesakitan karena aku.


Di sisi lain aku sudah lelah menghindar dan lari dari kenyataan. Aku sudah lelah menipu diriku sendiri, faktanya cintaku masih sangat besar untuk Jacob.


***Selamat pagi semuanya, pagi ini sarapannya di temani Jacob sama Malinda ya. Akhirnya Malinda nyerah juga.


Pura-pura move on itu sangat melelahkan tau. Apa lagi tiap hari lihat laki-laki yang lagi kita berusaha lupain bergentayangan di sekitar kita. Yang ada malah ingatan masa lalu makin berseliweran dan berakhir dengan gagal move on merana sendiri di pojokan***.

__ADS_1


Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!


__ADS_2