Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Messy Morning


__ADS_3

Duk... Duk... Duk...


Suara ketukan itu semakin menjadi karena aku tidak kunjung membukanya.


"Oke ... oke ... aku datang!"


Dengan cepat aku segera memutar knop pintu yang masih di gedor oleh orang yang ada di luar dengan tidak sabarnya. Sebenarnya siapa sih yang sangat tidak sopan sekali, pagi-pagi begini sudah menggedor pintu kamar orang dengan brutal. Ada keadaan darurat seperti apa yang membuatnya seperti itu. Awas saja kalau keperluannya tidak penting, akan aku lempar orang itu ke tengah laut.


"Ya Tuhan, Sian! Apa yang terjadi? Kenapa keadaanmu kacau begini? " Aku sangat kaget, ternyata Sian yang berada di balik pintu ini.


Keadaanya sangat kacau sekali. Wajahnya sembab, penuh air mata. Area matanya sedikit menghitam, mungkin karena kebanyakan menangis dan maskara yang sedikit luntur. Rambut dan pakaiannya juga sudah tak karuan. Sepertinya begitu terbangun dia langsung berlari kesini, bahkan Sian bertelanjang kaki. Dia sampai melupakan alas kakinya.


Aku membawa Sian kedalam pelukanku. "Apa yang terjadi padamu? Siapa yang membuatmu begini, Sian?!" Aku ikut sedih melihatnya kacau begitu, selama ini yang ku tahu Sian itu strong women sangat jarang sekali aku melihatnya meneteskan air mata.


"Max ... yang melakukan ini ... ," jawabnya sambil kembali menangis. "Linda. Maafkan aku ... aku sama sekali tidak berniat sedikitpun untuk mengkhianatimu ... ." Sian menangis tersedu di pelukanku.


Aku mengusap punggungnya, mencoba menenangkan Sian. Max?


"Akh, si brengsek itu malah enak-enakan tidur!" geram Sian penuh emosi.


Sian melepaskan pelukanku, lalu bergegas menghampiri Jacob. Aku mengikuti Sian berjalan di belakangnya. Sian terlihat sedang mencari sesuatu, lalu pandangannya tertuju pada vas bunga yang ada di meja nakas. Pandangannya berpindah-pindah antara vas bunga dan wajah Jacob. Aku punya firasat buruk, aku buru-buru mengambil vas bunga itu, lalu mengamankannya jauh-jauh dari Sian.

__ADS_1


Benar saja, Sian mengamuk. Dia menjerit sambil memukuli Jacob dengan guling.


"Dasar brengsek, sialan, mati saja kau ... !" maki Sian. Sian mengucapkan sumpah serapah sambil terus memukuli wajah Jacob.


Jacob yang sedang terbuai di alam mimpi seketika terbangun lalu melompat kaget. Dia berlari tanpa pakaian ke arahku, menghindari serangan beruntun Sian. Untung saja semalam dia sempat memakai celana boxernya terlebih dahulu sebelum tidur.


Jacob bersembunyi di belakang punggungku. "Sian! Calm down! Kita bisa bicara baik-baik!" Jacob berteriak sambil berusaha mengelak dari serangan Sian.


Jacob berhasil mengelak, namun pukulan Sian itu malah mengenai wajahku dengan telak.


"Awh ... ."


Sian kaget, dia menghentikan serangannya. "Ups ... sorry!"


Aku menarik tangan Sian, membawanya duduk di sofa yang ada di kamar ini. Sebelah tanganku memegang bagian pipi yang terkena pukulan Sian tadi.


"Sebenarnya apa yang terjadi, coba jelaskan dulu masalahnya."


Sian masih terlihat sangat kesal. Dia masih memandang Jacob dengan tatapan ingin membunuh.


"Aku memang seorang ******, tapi aku tidak akan pernah mau tidur dengan kekasih sahabatku sendiri. Dia ... semalam memaksaku, aku sangat kesakitan. Dia sangat kasar. Kejadian ini membuat harga diriku sangat terluka," geram Sian sambil terisak. "Kalau tahu akan begini, aku tidak akan mau membantumu!"

__ADS_1


"Kau!" tunjuknya tepat pada wajah Jacob dengan nada penuh emosi.


"Kau menambahkan Afrodisiak pada minuman Max semalam kan?!" tuding Sian penuh emosi pada Jacob. Aku kaget mendengarnya. Bagi kalian yang belum paham, afrodisiak itu adalah obat perangsang.


"Jacob, apa semua yang Sian katakan benar?" tanyaku penuh intimidasi pada Jacob.


Jacob memandang ke arah lain, dia tidak mau menatap ke arah ku ataupun Sian.


"Se ... sedikit ... iya hanya sedikit saja ... ," jawabnya sambil takut-takut.


Aku mengambil kembali vas bunga yang tadi aku sembunyikan.


"Ini!" Aku memberikan vas itu pada Sian. "Lakukan apapun sesukamu." Aku pergi berlalu kekamar mandi sambil memijat kepalaku yang mendadak jadi pusing. Masalah apa lagi ini.


Saat menutup pintu kamar mandi, aku terlonjak kaget karena mendengar suara lemparan barang pecah belah. Semoga Jacob bisa selamat dari amukan Sian.


Adakah yang tebakannya bener di chap kemaren?


Tinggalkan jejak kalian ya. Othor tuh seneng loh baca komenan kalian.


Pada komen dan like ya biar othor cepet updatenya. haha

__ADS_1


Kasian banget Sian di jadiin tumbal sama Jacob.



__ADS_2