
Setelah melewati pagi luar bisa yang membuat suasana hatiku seperti roller coaster ini, akhirnya sekarang aku bisa relaks juga.
Masih di atas tempat tidur, kami mengobrol. Melakukan pillow talk mungkin kalo bahasa kerennya. Haha.
" Akhir-akhir ini sepertinya kamu sibuk sekali, " kataku sambil memainkan jari di atas kotak demi kotak otot perutnya yang berbaris rapi.
" Ya begitulah, sekarang aku sudah mulai ikut mengurusi bisnis keluargaku. Semenjak ayahku jatuh sakit, tanggung jawabku jadi bertambah, " kata Jacob sambil menghela nafas. Sepertinya dia sedang memiliki beban pikiran yang berat.
" Semoga ayahmu lekas sembuh, " do'a tulus ku untuk ayahnya itu.
" Aku sangat lelah, " lanjutnya lagi.
Aku merubah posisi berbaring ku menjadi setengah duduk di sebelahnya. Aku menyenderkan kepalanya di pundak ku, sambil sesekali mengusap rambutnya. Dia memejamkan mata menikmati perlakuan ku padanya.
Ku pandangi wajah tampannya dengan seksama. Dari jarak sedekat ini garis hitam di sekitar matanya terlihat sangat jelas. Mungkin dia benar-benar sibuk sampai kurang tidur begitu.
" Kamu begadang? Garis hitam di matamu terlihat sangat jelas sekali, " kataku sambil menyentuh wajahnya.
" Karena jauh darimu, aku jadi tidak bisa tidur dengan nyenyak " dia menjawab pertanyaan ku meski matanya masih terpejam.
" Gombal ! " kataku sedikit mendengus. Dia terkekeh, mendengar jawabanku begitu.
__ADS_1
" Aku mau mandi dulu, kamu istirahat saja disini " kataku sambil memindahkan kepalanya pada bantal.
Baru saja aku akan bangkit, tapi Jacob menarik tanganku. Membuat aku tetep duduk di sampingnya.
" Jangan pergi, tunggu dulu disini sampai aku tertidur. " Jacob tidak melepaskan ku, yang ada dia malah memeluk perutku, menyeruak-kan kepalanya di sana.
" Hey aku harus pergi ke kampus " protes ku.
Aku melirik jam yang ada di meja sebelah tempat tidurku, pukul 07.15 am. Baiklah karena masih banyak waktu, ku putuskan untuk menemani bayi besar ini sampai tertidur. Aku kasihan melihat wajah lelahnya itu. Entah jam berapa semalam dia sampai kesini.
" Dasar bayi besar, " kataku sambil sedikit mencubit pipinya. Jacob memegangi tanganku, menahannya agar tetap berada di pipinya lalu mengecupnya dalam.
Sejenak susana menjadi hening.
" Hemm... " kataku menjawabnya.
" Ayo kita menikah! " katanya mantap.
" Hey jangan bercanda, sudah sana tidur! " kataku yang tidak percaya dengan kata-katanya yang tiba-tiba itu.
" Aku serius! " katanya sambil bangkit dari tidurnya. Dia memandangku dengan tatapan seriusnya.
__ADS_1
" Jacob, kau sudah tau jawabanku bukan? " aku berkata sambil membalas tatapannya. Aku selalu bilang padanya, jangan menuntut ku untuk menjalin hubungan serius apapun. Kita memang sudah saling nyaman, tapi aku tetap tidak ingin terikat.
" Jacob aku masih belum lulus kuliah, pernikahan belum terpikirkan olehku. Lagipula setelah lulus nanti belum tentu aku masih ada disini " kataku sambil tersenyum.
Entahlah, rasanya untuk menikah sedikitpun belum terpikirkan olehku. Apa lagi menikah dengan Jacob, terlalu jauh kasta sosial aku dengannya. Aku tidak mau hidupku seperti di drama-drama televisi yang sering ibuku tonton. Ketika keluarga kekasihnya yang kaya raya akan berusaha keras memisahkan anaknya dengan si miskin.
Suatu adegan terlintas di kepalaku, ketika sang calon ibu mertua mengajak kekasih anaknya yang miskin bertemu.
Mereka duduk bersama di kafe lalu sang ibu menyodorkan satu lembar cek kosong.
" Tulis berapapun angka yang kau inginkan, setelahnya kau harus pergi tinggalkan anakku sejauh mungkin ! "
Jeng... Jeng... Jeng....
Aku menggeleng-gelengkan kepala membuyarkan khayalan aneh di kepalaku ini.
" Sejak dulu di keluargaku, kami selalu menikah melalui perjodohan yang sudah di atur oleh orang tua kami. Aku juga mungkin harus menikah dengan seorang gadis pilihan orangtuaku. Namun jika kau bersedia, setidaknya aku bisa bilang pada mereka kalau aku sudah punya seorang gadis yang ingin ku nikahi. Kita sudah sangat dekat dan aku sudah nyaman denganmu. Aku tidak mau menikah dengan gadis lain. " kata Jacob.
Kenapa suasananya tiba-tiba mendadak jadi serius begini sih. Gerutu ku dalam hati. Aku bingung bagaimana harus menjawabnya.
__ADS_1
Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, dan vote nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil mengahalu author abal ini. Love you guys muach muach