Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
New Drama


__ADS_3

"Thea siapa wanita itu? " bisik ku yang penasaran.


" Oh, itu adalah Ibunya Jacob. Abigail, " bisik Thea. Kami mengobrol secara bisikan-bisikan begini karena takut terdengar oleh orang lain. Tidak enak bergosip di saat orang yang kita bicarakan ada di sekitar kita bukan.


"Lalu orang yang ada di sebelahnya itu adalah Joana, kaka perempuan Jacob, " lanjutnya lagi menjelaskan. Orang tuanya Jacob memang bibit unggul, pantas saja anak-anaknya juga tampan dan cantik. Kalau aku menikah dengan Jacob apa anak kami akan seperti itu juga ya, lumayan bisa perbaikan keturunan. Aku membatin sambil senyum-senyum tidak jelas, sampai-sampai aku tidak sadar kalau sudah ada seorang perempuan yang tinggi menjulang di hadapanku. Harap maklum tinggiku ini hanya 160cm di tambah hills tinggiku bertambah menjadi 167 cm, aku tidak berani memakai yang lebih tinggi dari ini, dari pada memaksakan diri lalu terjatuh, bukan anggun yang ada mempermalukan diri sendiri nanti. Ku perkirakan wanita yang ada di hadapanku ini tingginya lebih dari 175 cm.


"Ada apa? Rasanya kami tidak mengenalmu," kata Sian membuka percakapan dengan berani. Sian maju paling depan di antara kami bertiga. Ku lihat dari gayanya wanita itu seperti memandang remeh pada kami.


Wanita itu tersenyum sinis," Aku memang tidak mengenalmu, tapi sepertinya aku mengenal teman di sampingmu itu" terang wanita yang aku tidak ketahui namanya itu. Cantik sih, tapi sangat sombong sekali.


"Aku tidak mengenalmu, " sambar ku cepat.


Wanita itu melihat ke arahku dengan pandangan menilai, memindai tubuhku dari atas ke bawah.

__ADS_1


" Aku tidak mungkin salah ! Kau ******* barunya Peter kan? " katanya sambil tersenyum meremehkan. Kalian tahu suaranya itu sangat kencang dan membuat orang-orang di sekitar menoleh ke arah kami. Mukaku sudah memerah, dan emosiku sudah akan meledak. Aku menahannya, aku tidak mungkin membuat keributan disini dan mengacaukan pesta ibunya Jacob. Ku lihat Sian sudah bersiap akan memaki wanita itu, tapi ku tarik tangannya untuk mengingatkan dia agar jangan terpancing ular betina di hadapan kami ini.


"Tebakanku benar bukan? Kau j*lang itu, " katanya sambil menertawakan ku. Pandangan orang-orang di sekitar kami mulai tidak enak, mereka seolah percaya pada omongan wanita ular itu dan mulai berkasak-kusuk membicarakanku.


Kalau ini bukan pesta ibunya Jacob pasti sudah ku tampar mulutnya itu. Aku tidak mau meninggalkan kesan kalau aku ini wanita bar-bar dan sangat tidak pantas untuk Jacob.


"Aku bukan--" kekasih Peter, kataku melanjutkan dalam hati. Karena tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang tersampir di pinggangku lalu merapatkan tubuhnya denganku.


"Dia bukan ****** sepertimu," kata Peter yang tiba-tiba saja muncul dan langsung memeluk pinggangku dengan mesra. Jujur aku sangat risih, karena ini di tempat umum, aku takut mereka salah paham.


" Linda maafkan aku, dia Cristy mantanku yang sialan itu, " bisik Peter padaku. Pantas saja dia mengenaliku, pasti dia masih ingat dengan foto yang di kirimkan Peter waktu itu.


"Kenapa kau ada disini ?" kataku ikut berbisik. Apa mungkin Peter salah satu orang penting makanya bisa menghadiri pesta ini juga.

__ADS_1


" Oh itu ... Karena yang membuat pesta ini adalah adalah aunty kesayangan ku jadi tidak enak rasanya kalau aku tidak datang," katanya sambil tersenyum dengan tangan yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jadi Jacob dengan Peter itu bersaudara dong, kalau begitu mereka adalah sepupu.


" Hei, kenapa kalian mengabaikanku ?" protes Cristi si wanita ular itu. Kenapa dia masih berdiri di situ sih, batinku kesal.


" Apa kau benar-benar kekasih Peter?" katanya bertanya padaku. Dia tidak memanggilku j*lang lagi, mungkin karena sudah ada Peter disini jadi dia tidak berani menghinaku lagi.


"Linda please tolong aku sekali lagi, wanita itu masih belum percaya dan masih mengejarku sampai saat ini," bisiknya cepat. Aku mendelik ke arah Peter, karena tidak mau terlibat lagi dengan dramanya itu.


Baru saja aku akan menggeleng dan menyangkalnya, aku melihat seseorang yang sangat aku kenal melintasi di hadapanku begitu saja sambil tertawa dengan seorang wanita yang menggandeng tangannya dengan mesra. Sekilas pandangan kami bertemu, seketika dadaku terasa sesak. Dia sudah memiliki penggantiku sepertinya. Dia terlihat bahagia tanpa aku. Sepertinya hanya aku disini yang merasa merana dan sangat kehilangan. Mataku sudah mulai berkaca-kaca, pelukan Peter di pinggangku terasa lebih erat. Aku menoleh ke arah Peter. " Iya. Aku memang kekasihnya" kataku dengan lantang. Peter tersenyum lalu mengecup bibirku sekilas. Aduh kenapa ada adegan kecup mengecup segala sih, aku membatin karena merasa tidak siap dengan tindakan mendadaknya ini.



__ADS_1


Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!


Oh iya jangan lupa share cerita ini di media sosial kalian dan bersabar ya menunggu part selanjutnya. (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و


__ADS_2