Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
All Of My Heart


__ADS_3

Aku berjalan dengan gontai menuju kamar kami. Iya, kamar kami. Kamar yang aku dan Jacob tempati disini maksudnya.


Beban yang selama ini berada di dadaku rasanya sudah terangkat, kini tarikan nafasku terasa lebih ringan.


Meski aku sangat merasa bersalah pada Max, tapi ini yang terbaik untuk kami. Selama ini aku tidak bisa memberikan hatiku secara penuh padanya, itu tidak baik.


Rasa sayangku padanya selama ini tulus, tapi aku tidak bisa mencintainya dengan sepenuh hati. Bagaimana mungkin aku bisa mencintainya dengan sepenuh hati, separuh hatiku sudah di bawa lari oleh seseorang.


Kemudian pencuri hatiku itu, kini hadir kembali. Setengah bagian hatiku meronta-ronta meminta di dipersatukan kembali dengan sebagian dirinya yang selama ini hilang. Aku tidak kuasa menahannya.


Aku membuka kenop pintu dengan perlahan. Ruangan ini sekarang sudah kembali rapi seperti sedia kala. Sian dan segala kekacauan yang dia buat tadi sudah menghilang.


Aku mengedarkan penglihatan ku, mencari keberadaan pria yang sangat aku cintai. Aku menemukannya sedang berdiri di balkon sambil memegang ponsel yang di tempelkan pada telinganya. Dia sedang berbicara dengan seseorang. Senyuman merekah di bibirku saat melihatnya, mulai sekarang aku bisa mencintainya tanpa beban.


Aku mendatanginya, lalu memeluknya dari belakang. Dia terperanjat kaget, mungkin dia tidak menyadari kedatanganku atau mungkin saat ini dia sedang terlalu fokus pada pembicaraannya dengan seseorang yang kini menelponnya. Dia melihatku sekilas, tersenyum lalu mengecup kepalaku. Dia membalikan lagi badannya dan melanjutkan kembali pembicaraannya dengan seseorang di seberang sana. Sesekali sebelah tangannya yang bebas mengelus tanganku yang saat ini masih senantiasa berada di perutnya.

__ADS_1


Memeluknya begini membuat perasaanku sangat nyaman. Aku menghirup aroma tubuhnya dengan rakus, menghirupnya sebanyak yang aku mampu.


Dia mematikan ponselnya, lalu memasukannya ke saku celananya.


Jacob membalikan tubuhnya, dia memandangku lalu menyentuh kedua pipiku dengan tangan besarnya. "Bagaimana tadi, sudah menyelesaikannya?"


Aku mengangguk. "Beban di dadaku sekarang sudah menghilang. Sekarang aku bisa mencintaimu lagi dengan sepenuh hatiku." Senyuman di bibirku kembali merekah.


"Max akan segera pulang siang nanti, aku berharap dia akan baik-baik saja. "


"Syukurlah kalau begitu, aku senang mendengarnya. Max tidak mungkin baik-baik saja, aku sudah mengalaminya dulu, sedikit banyak aku mengerti perasaannya saat ini. Aku akan memberinya waktu libur khusus."


Jacob mengecup bibirku. "Bagaimana kalau kita segera menikah?" Jacob tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.


"Ish, sekarang bukan waktu yang tepat. Kita baru saja bersama lagi." Aku memukul lengannya pelan. "Lagi pula lamaran macam apa itu, aku menolak. Aku tidak mau."

__ADS_1


"Jangan ngambek gitu dong honey, aku akan menyiapkan lamaran yang tidak akan bisa kamu lupakan."


"Sebelum melamarku, kamu harus menemui keluargaku dulu, menemui Ayah dan Ibuku lalu meminta izin pada mereka."


"Aku akan melakukan itu dengan segera, aku ingin secepatnya bersama denganmu." Jacob menciumku lalu memelukku dengan erat.


"Honey, besok aku harus kembali. Ada beberapa masalah di perusahaan. Bagaimana kalau kamu ikut denganku besok? Aku tidak ingin berpisah denganmu."


"Tidak bisa, aku kan juga harus bekerja." Aku tidak mau buru-buru kembali ke negara itu. Negara itu menyimpan kenangan burukku dulu.


"Aku kan bosnya, aku akan membuatmu si pecat kalau begitu. Jadi besok kamu tidak usah bekerja lagi. Aku akan tetap menggaji mu 100x lipat bila perlu. Kamu ikut ya?" bujuk Jacob.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hallo semua masih ada yang nunggu disini tidak?

__ADS_1


I'm back. Maafkan othor ya baru up cerita ini lagi.


Tes ombak dulu, Like dan Komentar yang banyak biar othor tau masih harus lanjut apa stop 😛❤


__ADS_2