
Saat ini aku dan Niel sedang berada di mobil, kami masih dalam perjalanan menuju tempat yang Niel maksud.
Kami mulai memasuki jalanan yang sepi, dengan pohon besar dan tinggi berjejer rapi di kanan dan kiri jalan. Kalo di lihat-lihat dari kondisi jalannya, kami seperti akan masuk ke kawasan hutan.
Apa jangan-jangan Niel akan menculik ku. Bagaimana kalo dia menyekap ku di hutan dan mengurungku di sana. Hahaha pemikiran bodoh itu selalu berkelebat dalam otakku. Entah kenapa otakku selalu berpikir yang aneh-aneh. Parnoan aku tuh, hehe.
Mobil berhenti, Niel keluar terlebih dahulu. Apa sudah sampai pikirku. Aku belum mau membuka pintu mobil, ku perhatikan pemandangan sekitar. Yang ku lihat hanya pohon besar dan tinggi menjulang, kami di tengah hutan. Rasa takut mulai menghantui hatiku. Kenapa Niel membawaku ke tempat ini, pikiran konyol ku tadi berkelebat lagi dalam otakku.
" Apa yang kau pikirkan ? ayo turun ! " Ajak Niel sambil tertawa.
" Neal ini dimana? Aku takut. " Niel malah terkekeh melihat tatapan ngeri ku.
" Kenapa tertawa, kau menyeramkan. Kamu bukan psikopat yang sengaja membawaku ke tengah hutan begini untuk membunuhku kan? " Niel makin tergelak mendengar perkataan ku.
" Bodoh! " katanya sambil menjitak kepalaku.
" Ayo keluar ! " Niel membuka pintu mobil lalu menarik tanganku, membuat aku berjalan mengikutinya.
Kami hanya berjalan sebentar, di hadapanku saat ini terhampar danau indah dengan air yang tenang. Saat aku memandangnya membuat perasaan dalam hatiku lebih tenang dan merilekskan otakku.
" Tempat apa ini Niel? " kataku masih dengan pandangan takjub pada tempat ini.
__ADS_1
" Kau tau, tempat ini merupakan tempat aku melarikan diri dari setiap masalah yang datang dalam hidupku. Aku senang menyendiri disini. Membuat hatiku damai. " Niel menarik tanganku lagi agar duduk di sebelahnya.
" Kau benar tempat ini memang cocok untuk hati yang sedang galau " kataku sambil tersenyum.
Aku membuka sepatu, lalu mencelupkan kaki ku ke dalam air danau. Rasa dingin menyeruak seketika di telapak kakiku yang menyentuh air, tapi aku menikmatinya.
" Bagaimana? suka tempat ini? " tanya Niel sambil tersenyum.
" Ya, sangat. Terimakasih sudah mengajakku kesini. " Disini sangat damai, aku benar-benar menyukainya. Senyuman merekah di bibirku.
" Akhirnya senyum itu muncul juga, " kata Niel menggodaku.
" Apa mood buruk mu sudah baikan? " tanya Niel lagi.
" Ya, sedikit membaik " kataku masih tetap tersenyum.
Aku menghela nafas panjang, sebelum memulai ceritaku yang panjang ini.
Akhirnya aku ceritakan soal kegundahan hatiku, tentang Jacob, tentang semua masalahku pokonya. Ini yang aku sukai dari Niel, dia bisa membuatku nyaman untuk bercerita tentang apapun padanya.
" Apa kamu mencintainya? " tanya Neal tiba-tiba.
" Entahlah, aku bingung " kataku.
__ADS_1
" Aku masih belum yakin tentang perasaan ini, " lanjut ku lagi.
" Sepertinya dia kecewa padamu, menurutku ini saatnya untuk mu memutuskan dengan tegas " kata Neal memberi saran.
" Kau benar, aku mengawali hubungan kami dengan tidak benar. Rasanya sekarang untuk mengakui aku mencintainya pun kata itu sulit keluar dari bibirku. "
" Kalau begitu kau harus bersiap menghadapi kepergiannya " Aku tersentak mendengarnya, benarkah Jacob akan segera meninggalkanku.
" Ini terlalu cepat untukku Niel, aku belum siap bertemu keluarganya. Dunia kami terlalu berbeda, aku merasa belum pantas jika harus bersanding dengannya saat ini. "
" Baiklah, lakukan apa yang menurut hatimu baik saja. Aku hanya memberi saran agar kau tidak akan menyesalinya kelak. Mau berenang? " katanya lagi. Aku menggelengkan kepala.
" Aku takut ada monster danau yang akan menarik kakiku ke dasar danau ini. " Niel tertawa keras, dia pikir aku bercanda. Nyatanya aku memang takut, entahlah pikiranku yang parnoan ini membuat aku menjadi pengecut.
Dia membuka bajunya, menyisakan celana boxernya saja. Setelahnya dia langsung melompat kedalam danau.
Melihatnya berenang dengan wajah gembira begitu membuat aku ikut tersenyum. Ada rasa ingin mengikutinya, tapi rasa takutku lebih mendominasi. Aku yakin pasti ada buaya atau ular disini. Hiiii baru membayangkannya saja aku sudah bergidik ngeri.
" Kamu yakin tidak mau ikut berenang denganku ? air danau ini sangat segar loh. " Neal masih tetap berusaha membujukku.
" Tidak mau, kau saja " jawabku sambil tertawa ngeri.
__ADS_1
Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil mengahalu author abal ini. Ayo kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!