
Aku masuk ke dalam tenda dengan muka yang masih di tekuk.
"Hey! ada apa?" Tanya Sian yang memang kebetulan sedang berada di dalam tendaku bersama dengan Thea.
"Tidak ada apa-apa, hanya ada seseorang yang menyebalkan saja." Jawabku masih dengan wajah badmood.
"Siapa? Jacob? " Tanya Thea tepat sasaran.
"Aku melihat kalian sedang berdebat tadi," lanjutnya lagi sambil tersenyum.
"Ya, dia membuatku kesal," jawabku dengan wajah yang masih di tekuk.
"Kau tau, kalian terlihat seperti pasangan kekasih yang sedang merajuk satu sama lain. Terlihat sangat manis." Komentar macam apa itu Thea, kesal ku dalam hati sambil menycebikkan bibir.
Sian tertawa sangat kencang, membuatku tambah kesal, ku pelototkan mata ini selebar mungkin.
"Sian, hentikan tawa menyebalkan mu itu!" Ku bekap saja deh mulutnya sekalian agar dia berhenti tertawa. Aku paling sebal di tertawakan begitu tau.
__ADS_1
"Oke, oke, aku berhenti. Phuuft," tuh kan dia tetap menertawai ku. Kali ini dia menutup mulutnya dengan tangan sendiri menahan tawa kecilnya yang sulit di bendung itu.
"Kau menyebalkan!" Aku meninju pelan tangannya karena kesal.
"Linda, setelah ku perhatikan sepertinya Jacob tertarik denganmu." Jedeeer... Suara Thea terdengar seperti suara petir di siang bolong di telingaku. Apa gerak gerik kami terlihat jelas ya.
"Tepat, apa yang kau katakan memang benar Thea," Sian menjawab mendahuluiku. Ku pelototi dia setelahnya. Tapi dia hanya terkikik geli melihatku.
Aku tertawa hambar. "Mungkin kalian salah lihat," jawab ku dengan sedikit gugup dan tersenyum dipaksakan. Thea sudah mulai mencium kejanggalan di antara kami sepertinya.
"Aku mengenal Jacob sudah lama, selama ini yang ku tahu dia tidak pernah bersikap ramah dengan perempuan manapun. Tapi aku beberapa kali memergokinya sedang memandang ke arahmu dengan pandangan mata yang lembut." Thea memang salah satu penghuni paling lama di rumah kami dan dia memang satu tingkat di atas ku. Mungkin kalo di Indonesia bisa di bilang dia kaka senior bagiku, tapi di sini tidak ada senioritas jangankan kaka kelas dengan dosen saja kami memanggil dengan sebutan nama masing-masing, dulu karena tidak terbiasa dan merasa tidak sopan aku pernah memanggil salah satu dosenku dengan embel-embel Mr di depan namanya tapi aku malah di marahi, no Linda panggil namaku saja. Begitu katanya.
"Kamu harus tau, jika para penggemar Jacob mengetahui dia menyukaimu mereka semua pasti akan menangis patah hati," kata Thea sambil tertawa. Bukannya berhenti Thea malah terus membahasnya. Thea memang satu jurusan dengan Jacob di management business.
Makin ogah aja aku berhubungan dengannya, aku tidak mau jadi korban bullying para penggemarnya di negeri antah berantah Ini.
"Kamu beruntung kalau bisa bersama dengannya, keluarganya sangat kaya."
__ADS_1
Ngomong-ngomong soal keluarganya aku sedikit kepo juga jadinya.
"Memang kamu tau keluarga Jacob?" Jiwa kepo Sian meronta-ronta, dia bertanya dengan semangat sekali.
"Sssttt, tapi kalian janji ya harus merahasiakan ini semua. Aku bisa kena semprot, kalo Jacob tau aku membocorkan identitasnya," Jawab Thea sedikit berbisik. Aku dan Sian langsung menganggukkan kepala dengan semangat.
"Kastil Leeds yang ada di Kent kota tempat aku tinggal, itu semua milik keluarga Jacob. Kalian bisa bayangkan betapa kayanya dia?" Aku dan Sian tercengang, kalo begitu kelurganya adalah salah satu bangsawan negri Britania Raya ini dong ya. Aku sungguh tak menyangka selama ini tinggal satu atap dengan salah satu bangsawan Inggris. Pantas saja aura nya berbeda sekali.
"Jacob Lautner, Marques of Kent. Itu adalah gelar kebangsawanannya, tidak hanya itu perusahaan keluarganya juga sangat besar dan cabangnya ada hampir di semua negara. " Lanjut Thea lagi.
Aku dan Sian sungguh sangat takjub atas penjelasan Thea. Pantas saja selama ini dia sungguh loyal pada kami, ternyata uangnya tidak berseri. Kalau begitu aku tidak boleh terlalu dekat dengannya, orang-orang yang memiliki kekuasaan di tangannya akan sangat merepotkan kelak.
"Oh iya, BTW dari mana kamu mengetahuinya?" celetuk Sian. Benar juga, Thea tau dari mana informasi sedetail itu. Setahuku selama ini Jacob tidak pernah mau membahas soal keluarganya.
" Aheem... Ehm... Ehem.... " Thea berdehem gugup.
__ADS_1
LEEDS CASTILE