Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Nostalgia


__ADS_3

Saat ini kami sedang berada di sebuah Pub tempat tongkrongan Thea dulu, katanya dia ingin bernostalgia dan memperlihatkan pada kami tempat favoritnya itu.


Kata Thea di desanya ini tidak ada banyak tempat hiburan hanya ada beberapa saja, dan dulu dia sangat sering datang kesini bersama teman-teman sekolahnya.


Jangan pikir karena tempat ini berada di daerah pedesaan terus tempatnya jadi ga banget, aslinya tuh tempat ini besar dan sangat berkelas.


Makanannya juga sangat banyak dan bervariasi, jadi pengunjung yang datang kesini hanya sekedar untuk makan dan nongkrong doank pun banyak. Seperti aku salah satunya, aku hanya memesan makan malam dan hanya minum cola saja.


Untuk minuman alkohol disini jangan ditanya, tentu sangat banyak variasinya. Teman-teman ku, mereka memesan bir. Orang-orang sini kebanyakan penyuka minuman beralkohol. Jangankan di pub seperti ini, di rumah pun pasti rata-rata orang menyimpan minuman beralkohol. Jadi jangan heran kalo kalian bertamu ke salah satu rumah orang sini di meja tamunya akan tersaji minuman keras.


Tiba-tiba saja meja kami di sambangi 2 orang laki-laki yang tidak aku kenal dan ada 1 perempuan juga bersama mereka. Jacob menyambut kedatangan mereka dengan antusias. Sepertinya aku pernah melihatnya deh, kalau tidak salah itu perempuan yang aku lihat di kampus Jacob waktu itu.


"Hey bro, kau disini juga?" Mereka bertegur sapa lalu melakukan jabat tangan sambil menabrakan pundak mereka. Semacam salam antar lelaki begitu. Sedangkan si wanita tadi dia bersalaman lalu mencium pipi Jacob kanan kiri.

__ADS_1


"Wow, siapa ini?" kata salah satu laki-laki itu. Saat ini posisi dudukku dengan Jacob memang sangat berdekatan cenderung rapat sih.


"Ini kekasihku, Malinda, " kata Jacob bangga lalu memeluk pundakku. " Linda, mereka ini teman-temanku sejak sekolah dasar dulu," lanjut Jacob lagi sambil terkekeh.


"Albert." Salah satu pria yang berbadan besar dan berambut ikal itu memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya, aku menyambutnya sambil menyebutkan namaku, "Malinda."


"Nama yang bagus," katanya sambil mencium punggung tanganku.


"Aku tak menyangka akhirnya jacob memperkenalkan seorang wanita juga pada kami, oh iya aku Mike, " katanya mengulurkan tangan sambil mengumbar senyumnya yang cerah. "Malinda." Tangannya terasa hangat dan lembut. Saat tersenyum tadi pipinya mempunyai sedikit lesung pipit, sangat pas dengan wajah cerianya.


"Hai Thea, kau disini juga?" kata Mike, dia menyapa dan berkenalan dengan teman-teman ku yang lain juga.


"Jacob tahun ini kamu ikut acara tahunan keluarga kita kan?" tanya Shelby manja.

__ADS_1


" Entahlah aku belum tau," jawab Jacob cuek.


Oh iya aku baru ingat, waktu itu Jacob pernah bercerita tentang wanita itu. Saat aku cemburu waktu di kampus dulu itu.


Shelby merupakan salah salah satu teman kecil Jacob dan keluarganya juga berteman baik dengan keluarga Jacob.


"Kenapa begitu, tahun lalu kamu juga tidak ikut. Tidak menyenangkan kalau kamu tidak ikut lagi kali ini," katanya manja.


"Nanti aku pikir-pikir dulu," jawab Jacob lagi.


Setelah acara perkenalan tadi mereka pergi ke tempat duduk yang tidak terlalu jauh dari kami, lalu Jacob ikut bergabung dengan mereka. Aku biarkan saja, Jacob pasti kangen dengan teman-temannya itu karena mereka semua selama ini sibuk dengan urusan masing-masing dan berkuliah di kampus yang berbeda. Aku tidak mau terlalu menempel padanya. Karena aku sendiri pun tidak mau di perlakukan seperti itu.


__ADS_1


Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!


Oh iya jangan lupa share cerita ini di media sosial kalian dan bersabar ya menunggu part selanjutnya. (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و


__ADS_2