Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Gay?


__ADS_3

Saat sampai disini mataku disuguhi oleh hamparan pegunungan salju yang luas, sejauh mata memandang hanya putih saja yang terlihat. Aku menyukainya, hanya saja disini terlalu dingin. Membuatku harus memakai pakaian yang sangat tebal, ini sangat merepotkan untukku.


"Linda kau ikut juga ternyata," itu suara Kimberly. Saat ini kami sedang berada di lobi. Kebetulan Kimberly juga baru sampai. Dia sendirian.


"kamu sudah berbaikan dengan Jacob?" tanyanya sambil tersenyum.


"Iya, berkat saranmu...." kataku balas tersenyum juga. Aku bersyukur ternyata ada Kimberly juga disini. Aku tidak terlalu merasa canggung dengannya, karena dia terlihat tulus dan juga ramah, kami jadi cepat akrab.


"Jacob keluarga kita masih menganggap kalau Linda adalah kekasih Peter. Jadi kau tidak bisa satu kamar dengan dia," kata Kimberly yang membuat Jacob mengeluarkan umpatan kesal. "Linda kamu tidur satu kamar denganku saja ya? " lanjut Kimberly lagi. Benar juga, kami masih belum meluruskan masalah ini. Aku harus segera berbicara dengan Peter kalau begitu. Wajah Jacob tentu saja sudah terlihat kesal, tapi dia tida bisa berbuat apa-apa karena yang Kimberly katakan memang benar adanya.


" Orang bodoh itu. Aku harus cepat-cepat meluruskan ini semua," kesal Jacob.


"Baikan kalo begitu, ayo Linda kita pergi menaruh barang-barang ini dulu," ajak Kimberly padaku.


"Jangan bersedih, kita masih di tempat yang sama ko," kataku lalu menciumnya sekilas sebelum meninggalkan Jacob dengan wajah kecewanya. Teman-temanya hanya melihat kami dengan heran karena mereka tidak tahu masalah kami sebelumnya.

__ADS_1


"Ayo!" Kimberly menarik tanganku sambil tertawa karena melihat ekspresi Jacob yang nelangsa begitu. Aku tau Jacob kecewa karena acara liburan yang ada di otaknya itu tidak akan berjalan sesuai rencananya. Haha.


Samar-samar aku mendengar suara Jacob yang sedang mengutuk Peter.


***


"Aku senang akhirnya Jacob mempunyai kekasih, aku sempat berpikir kalau dia itu penyuka sesama jenis tahu, " kata Kimberly sambil terbahak.


"Gay?" kataku yang sedikit ayok.


Kami mengobrol panjang lebar. Kimberly sangat baik dan ramah, dia tidak memandangku rendah meski dia terlahir dari keluarga aristokrat sekalipun.


"Sudah masuk jam makan siang, ayo kita berkumpul dengan yang lain. Berbicara denganmu membuatku lupa waktu, aku tidak menyangka ternyata kamu orang yang menyenangkan. Pantas saja bocah itu tergila-gila denganmu." Tawa Kimberly kembali menggelegar. Saat di kamar dan berdua saja begini dia tidak lagi menjaga image putri bangsawan-nya. Ternyata sifat aslinya sebelas duabelas dengan Sian sama-sama gesrek. Pantas saja kami cocok.


Kami datang ke tempat makan siang di adakan, rupanya semua orang sudah berkumpul. Aku dan Kimberly memberi salam terlebih dahulu kepada para orang tua yang ada di barisan paling depan sana. Ternyata nenek Jacob ikut juga. Benar-benar nenek gaul pikirku. Oh iya menurut informasi yang ku dapat dari Thea katanya kakek Jacob sudah meninggal sudah sejak 10 tahun lalu. Jadi kekuasaan tertinggi di keluarganya masih di pegang oleh neneknya itu. Pandangan nenek Jacob itu membuatku kurang nyaman sebenarnya, aku merasakan tatapan intimidasi darinya.

__ADS_1


"Hai, kau datang, ku pikir aku akan mati bosan. Untungnya kamu disini sekarang," kata Peter panjang lebar. Saat ini aku memang bersebelahan dengan Peter juga Kimberly. Sedangkan Jacob dia duduk di sebrang sana.


"Iya.Jacob memaksaku ikut," jawabku sambil berbisik.


Saat ini aku duduk di meja yang sangat panjang. Mungkin meja ini berkapasitas 20 orang atau mungkin lebih. Dan nenek Jacob berada di ujung sana sebagai yang paling di tuakan.


Rasa-rasanya perasaanku tidak enak, karena sejak tadi ada mata yang memandangku dengan tatapan yang mematikan. Siapa lagi kalau bukan Jacob yang saat ini menatapku dengan mata kecilnya itu yang saat ini di picingkan sambil memandang ke arahku.Aku tau itu tatapan cemburu.


Peter juga seolah sengaja memanasi Jacob dengan memberikan ku perhatian lebih.


Kalo begini caranya aku harus bersiap-siap menghadapi bayi besarku yang pastinya akan merajuk itu. Aku harus segera memikirkan cara untuk membujuk dan meredam kekesalannya itu.


Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!


Oh iya jangan lupa share cerita ini di media sosial kalian dan bersabar ya menunggu part selanjutnya. (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و

__ADS_1


__ADS_2