Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Life After


__ADS_3

"Linda bagaimana kalau kita jadian?"


Bukan kalimatnya yang membuatku tersenyum, tapi caranya mengucapkan kalimat itu. Pipinya terlihat bersemu memerah, mata sipitnya mengerjap beberapa kali, terlihat sekali dia gugup, tangannya meremas tanganku dengan erat, matanya tidak berani menatap mataku. Menggemaskan bukan.


Sangat lucu memang, apa lagi mengingat usianya yang lebih tua 7 tahun dariku. Dia malah terlihat masih seperti anak kuliahan. Ku kira setelah tiga tahun kami bertemu dan dua kali pernyataan cintanya aku tolak, efek dia nembak yang ketiga kali ini tidak akan membuatnya segerogi itu.


Ternyata dia masih segerogi itu.


"Kenapa kita harus jadian?" kataku yang ingin sedikit menggodanya. Habisnya dia lucu sih pake acara malu-malu segala.


"Aku suka kamu Linda aku sayang sama kamu, kamu sudah melihatnya bukan bagaimana usahaku selama tiga tahun ini?"


"Kamu kan akan ke Hongkong." Rencananya bulan depan dia memang di pindah tugaskan ke kantor pusat perusahaan kami di Hongkong, dia mendapatkan promosi.


"Kalau kamu kali ini terima aku, aku akan batalkan itu," katanya sambil mengigit bibirnya dengan gelisah.

__ADS_1


Kenapa tiba-tiba aku menjadi gemas melihatnya.


"Kalau kamu berangkat ke Hongkong, disana kamu akan bisa mengembangkan karirmu. Pasti kamu mendapat promosi yang lebih lagi disana."


"Disini juga bisa."


"Tapi disini kesempatannya terbatas, lebih menjanjikan jika kamu membangun karir mu disana."


Dia menggosok rambutnya sampai berantakan.


"Memangnya kamu sebegitu inginnya aku pergi ya?"


Dia melotot, kali ini dia benar-benar melotot menatapku. Dia seperti kehilangan kata-kata saat mendengar apa ayang aku ucapkan barusan. Melihatnya yang memliki mata kecil lalu melotot seperti itu sungguh membuatku tambah ingin tertawa. Lucu sekali tampangnya itu.


Ku tepuk pipinya dua kali, "Kalau kamu ngak mau juga ngak apa-apa sih."

__ADS_1


Dia mengerjap dan kemudian mencium tanganku. "Astaga! aku mau, mau banget malah," ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca seperti terharu. "Aku sayang kamu Linda, akhirnya kamu mau menjadi kekasihku, " katanya sambil menciumi tanganku lagi.


Itu kejadian dua bulan yang lalu, Max menembakku sesaat sebelum kepergiannya ke Hongkong karena mendapatkan promosi dari perusaan kami, dia tadinya akan di pindah tugaskan ke sana karena perusaan pusat kami memang berada disana. Yang ada disini hanya salah satu anak perusahaan saja. Sayangnya Max lebih menyayangiku di bandingkan mengejar karirnya itu.


Seminggu setelah acara penembakan itu, Max pindah ke kos ku. Kami tidak tinggal sekamar, tenang saja. Max bukan tipe laki-laki yang macam-macam. Selama dua bulan pacaran dengannya, dia tidak pernah menciumku ataupun yang lainnya. Dia baru tiga kali pacaran, dan sangat bahagia ketika aku bilang kalau dia pacarku yang kedua.


"Aku akan jadi pacar terakhirmu Linda," ucapnya bangga.


Max itu tipe laki-laki yang ceria, humoris dan pandai menempatkan diri, dia baik pada semua orang dan selalu berpikiran positif. Dia juga sangat hobi dengan olahraga apapun itu, dia sangat menjaga tubuhnya, selain mencintaiku dia juga sangat cinta dengan otot tubuhnya. Dia bisa cepat akrab dengan siapa saja. Terkadang sikapnya itu membuat para cewek-cewek baper dan berharap lebih padanya. Tapi sayangnya dia menganggap itu biasa saja. Tidak tau kenapa selama tiga tahun ini dia malah getol sekali mendekatiku. Padahal selama ini aku selalu mencoba menutup diri tidak ingin terlihat menonjol, dan berpenampilan biasa saja, aku tidak tertarik dengan hubungan percintaan semenjak kisah cintaku yang pertama kandas dengan tragisnya. Katanya aku berbeda dengan cewek-cewek yang selama ini mengejarnya. Aku selalu cuek padanya. Dan itu membuat dia penasaran. Sebelumnya dia sudah dua kali menyatakan cintanya padaku, tapi aku tidak menanggapinya. Dia tidak menyerah, dia berkamuflase menjadi sahabat. Dia selama ini yang menemaniku, yang selalu menghiburku dengan segala tingkah konyolnya. Hari-hari ku mungkin akan sangat membosankan dan monoton seperti beberapa tahun sebelumnya. Maximiliant Yesaya Kurniawan, seorang laki-laki baik hati yang akhirnya mampu membuatku membuka hati dengan kegigihannya.



eaa... eaa...eaa.... nambah satu lagi cowok ganteng koleksinya othor buat Linda... bosen sama bule, selingan cowok sipit ya sekarang.


bosen jalan-jalan di eropah, sekarang kita pulkam dulu ya..

__ADS_1


Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!


Oh iya jangan lupa share cerita ini di media sosial kalian dan bersabar ya menunggu part selanjutnya. (๑˃̵ ᴗ ˂̵)و


__ADS_2