
Aku berhenti berjalan, karena jarak kami sudah benar-benar dekat. Aku melihat teman-teman ku sudah berkumpul di meja bulat besar di depan sana. "Jacob ... !"
Dia memukul bokongku sedikit kencang, lalu berjalan satu langkah di depanku. Ingin sekali aku berteriak padanya karena kelakuannya barusan itu membuat emosiku naik. Setelah melakukan pelecehan padaku, dia berjalan dengan santainya. Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling, Orang-orang yang bersitatap denganku buru-buru membuang muka, menghindari tatapan membunuhku.
Max memandang ke arahku, tatapannya terlihat nanar. Apa dia curiga melihat aku yang saat ini berjalan beriringan dengan Jacob.
Aku menghampiri Max dan yang lainnya. "Sayang, kamu darimana saja?" tanya Max sambil merangkul kemudian mengecup bibirku.
Jacob melihat kami dengan pandangan yang ingin membunuh. Aku buru-buru mengindari tatapannya yang menakutkan itu, seolah-olah dia akan memakan ku hidup-hidup saja.
"Tadi aku ketiduran di kamar saat--" Aku membulatkan mata saat melihat seseorang yang duduk di sebelah Max. Dia melambaikan tangannya padaku, "Hai ...," Sapanya. Karena terlalu tegang takut ketahuan oleh Max, aku sampai tidak sadar akan kehadirannya.
__ADS_1
"Kimberly!" teriakku sambil memeluknya, " I miss you ... ."
"Oh, I miss you too darling. Long time no see, Linda."
"Kalian sudah saling mengenal? Dunia ini rasanya sempit sekali." Max membawaku kedalam pelukakannya. "Sayang Kimberly ini teman kuliahku saat di Stanford dulu," Kimberly tersenyum sambil mengangguk, dia memandang ke arahku yang berada dalam pelukan Max dan memandang ke arah Jacob bergantian dengan ekspresi wajah penuh tanda tanya. Aku merasa sedikit aneh dengan sikap Max saat ini, aku merasa ... Max memperlakukanku dengan sedikit posesif seolah menunjukan pada semua orang kalau akau adalah miliknya.
Pramusaji datang menyajikan makanan, berbagi hidangan laut sekarang memenuhi meja kami. Aku menyibukkan diri sendiri dengan makanan yang tersaji di hadapanku. Aku sangat lapar, seharian ini aku belum makan.
"Ini--," Itu suara Max dan Jacob yang sangat kebetulan sekali mereka menambahkan makanan ke dalam piringku secara bersamaan. Mereka saling memandang. Aku seperti melihat tembakan laser tak kasat mata dari mata mereka.
"Emm ... aku sudah kenyang. Aku permisi kebelakang dulu."
__ADS_1
"Malinda!" Panggil Kimberly sambil menghampiriku.
"Pergi menghindari mereka?" bisik Kimberly dengan pandangan menyelidik.
"Aku kaget saat Max bilang kalau kamu kekasihnya."
Saat ini aku berjalan-jalan kecil di pinggir pantai bersama Kimberly. Dia benar, aku tidak tahan berada di antara dua laki-laki itu. Kami berhenti untuk duduk sejenak dan menikmati angin laut sambil mengobrol.
"Kamu tahu kenapa aku datang kesini?" Aku menggeleng. Kimberly tersenyum simpul sebelum melanjutkan ceritanya.
"Beberapa hari yang lalu Jacob meneleponku, dia bercerita dengan gembira kalau dia sudah menemukan keberadaanmu. Aku senang mendengarnya. Beberapa tahun belakangan ini hidupnya sangat palsu. Semenjak kalian berpisah aku tidak pernah lagi melihat binar bahagia di dalam matanya. Dia hidup dengan patuh dan menurut pada setiap perintah nenek. Dia kehilangan gairah untuk hidup. Dia seperti tidak memiliki keinginan apapun lagi dari dalam dirinya. Sampai akhirnya nenek menyuruh dia melamar Shelby, yang belakangan aku baru tahu faktanya kalau dia ternyata wanita kejam di balik perpisahan kalian. Untung si bodoh Peter memberitahunya tepat waktu." Kimberly menghela nafas.
__ADS_1
"Saat itu Jacob benar-benar marah. Dia memberontak dan seolah terbangun dari tidur panjangnya. Dia kembali pada dirinya yang sesungguhnya. Sampai akhirnya aku mendengar kabar darinya kalau dia sudah menemukanmu lagi. Dia terlihat sangat senang sekali saat menceritakannya padaku. Kemudian dia sengaja membuat pesta ini dengan alibi pesta lajang Peter dan Thea. Padahal dia sengaja membuat pesta ini agar bisa lebih dekat denganmu. Aku sengaja datang jauh-jauh kesini untuk menyaksikan momen kalian yang bersatu kembali." Kimberly tersenyum setelah selesai membeberkan semua tentang Jacob padaku.
Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!