Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
I'm Coming


__ADS_3

Kami baru sampai di kota Kent. Aku dan Sian naik kereta tadi, perjalanan kami hanya satu setengah jam saja. Tidak terlalu jauh kalo menurutku.


" Akhirnya kalian sampai juga. Ayo kita langsung ke mobilku saja. Ibuku sudah menunggu kedatangan kalian, dia tidak sabar sekali untuk bertemu dengan kalian berdua. Terutama kamu, " Thea menunjuk padaku. Thea memang pulang lebih dulu, dan sekarang dia menjemput kami di stasiun.


"Aku? " kataku heran sambil menunjuk pada diriku sendiri.


" Iya kamu. Aku sering bercerita tentang kalian pada ibuku. Lalu aku bercerita juga tentang kamu dan Jacob, " lanjut Thea lagi.


Aku berbalik arah menuju tempat kereta yang akan berangkat lagi. Lalu Sian menarik tanganku.


" Bodoh ! Kau mau kemana? " kata Sian dengan kesal. Mungkin kalau dalam karakter manga, di sudut dahi Sian saat ini sudah muncul tanda tiga tanda kutip yang menandakan dia kesal padaku. Hehe


" Aku mau kembali pulang saja " jawabku sambil cemberut. " Aku malu kalo harus bertemu ibu Thea. "


" Hahaha ... Kau ada-ada saja. Justru ibuku sangat senang mendengar tentang kamu yang akan datang kesini. Dia dekat dengan Jacob dan sangat menyayanginya seperti anak sendiri. " Mataku langsung berbinar mendengarnya.


" Benarkah ? syukurlah kalo begitu, " kataku lega.


Akhirnya kami sampai ke tempat dimana mobil Thea di parkir.


" Ayo kalo begitu kita harus cepat. "

__ADS_1


Saat ini kita sedang dalam perjalanan menuju rumah Thea. Karena rumahnya terletak di bagian pedesaan jadi butuh waktu kurang lebih 45 menit lagi dari pusat kota untuk sampai di sana.


Jalan yang kami lewati menampilkan pemandangan yang sangat indah, aku sampai tidak bosan untuk terus memandang jalanan di kanan dan kiri ku. Rasanya aku sangat takjub sekali. Rumah-rumah dengan model bangunan yang arsitekturnya khas abad pertengahan ini menambah suasana seperti aku sedang menjelajahi waktu ke abad pertengahan. Disini tidak terlalu ramai, seperti saat di kota tadi. Suasananya sangat damai dan asri.



Sangking menikmatinya perjalanan aku sampai tidak sadar mobil Thea sudah berbelok, masuk ke dalam halaman besar sebuah rumah yang bangunannya juga tidak kalah besar.



Mobil Thea berhenti, aku dan Sian melongok ke luar jendela.


" Ini rumahmu? " aku berkata dengan takjub. Ternyata Thea orang kaya. Benar juga ya, ayah Thea kan merupakan asisten sekaligus tangan kanannya seorang Marques of Kent. Mana mungkin keluarganya sederhana.


Kami masuk dan langsung di sambut oleh seorang wanita anggun dengan dress berwana kuning.


" Hai gadis-gadis, akhirnya kalian sampai juga. Ayo masuk aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian. " Ibu Thea sangatlah ramah. Dia menyambut kami, dengan ceria. Kepribadiannya berbeda sekali dengan Thea yang tidak terlalu banyak bicara. Ibu Thea ini tipe ibu-ibu yang energik dan bawel. Tapi aku sangat menyukai gayanya.


" Ah iya, ini pasti Linda kan? Cantik sekali. Pantas saja Jacob menyukaimu, " celoteh ibu Thea sambil menggandengku. Aku jadi malu mendengarnya menyebut nama Jacob begitu.


" Teresa, terimakasih sudah mengijinkan kami menginap disini, " kataku. Iya, Teresa adalah nama dari ibunya Thea.

__ADS_1


" Ya sayang, aku senang kalian datang kesini. Di rumah ini selalu sepi, aku senang jika ada yang berkunjung begini. Rumah jadi terasa ramai, " katanya dengan ceria.


" Kau tau, aku hanya memiliki dua anak dan mereka sama-sama irit bila bicara, seperti ayah mereka. Di rumah ini hanya aku saja yang berisik, " katanya sambil tertawa. Sian memiliki satu saudara laki-laki yang masih sekolah di Senior High School.


" Ah ini dia, kau dari mana sayang. Kemarilah perkenalkan dirimu pada kedua teman kakakmu ini. " Orang yang sedang di bicarakan kebetulan nongol.


" Oh, hai. Aku Noah " katanya sambil mengulurkan tangan. Dia memandang wajahku cukup lama. Aku jadi salah tingkah di buatnya.


" Malinda, " kataku sambil tersenyum menjabat tangannya.


" Sian, " Sian juga melakukan hal yang sama denganku.


"Kamu yakin masih SMA? Postur tubuhmu ini sudah seperti anak kuliahan tahu, " kata Sian sedikit centil. Ya karena penampilan Noah memang lumayan tampan lah untuk ukuran anak SMA. Postur tubuhnya yang membuat dia terlihat dewasa.


" Dia seorang Atlit Rugby di sekolahnya " kata Thea.


" Pantas saja kamu memiliki otot lengan yang seksi. " Dasar Sian, berondong pun tetap dia coba goda. Aku hanya geleng-geleng kepala saja melihat kelakuannya, sementara Thea hanya tertawa karena sudah hapal dengan sifat Sian yang memang seperti itu.


" Aku ke kamar dulu, " kata Noah berpamitan. Sebelum pergi dia menatapku sekilas. Dan pandangannya kepadaku itu seperti orang yang sedang menyelidik, sangat tidak nyaman di tatap begitu tau. Memangnya aku ini penjahat apa?.


__ADS_1


Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil menghalu author abal ini. Mari kita menghalu bersama. Love you guys muach muach !!!


__ADS_2