Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Misunderstanding!


__ADS_3

Aku jadi kepikiran tentang ucapan Niel tadi.


Niel benar, jika aku tidak tegas cepat atau lambat Jacob pasti akan pergi meninggalkanku. Aku bertanya pada hatiku sendiri, apa aku siap kehilangannya.Tiba-tiba ada rasa sakit yang menyeruak dari dalam hatiku, saat membayangkannya pergi dari hidupku. Bagaimana ini, Sepertinya aku sudah benar-benar mencintainya sekarang. Rasa itu datang tanpa aku sadari, atau mungkin karena aku sudah terbiasa menghabiskan waktu ku dengannya.


" Oh astaga...! " Aku kaget karena tiba-tiba saja Niel mencipratkan air danau yang dingin ini di mukaku.


" Niel.... Bajuku basah nih jadinya " protesku sambil menberengut kesal padanya. Tapi Niel hanya tertawa puas melihatku begini.


" Suruh siapa kamu melamun, " katanya sambil berenang mendekat. Dia ada di bawah kakiku sekarang.


" Aku tidak melamun, hanya sedang berpikir " kataku membela diri.


" Tidak.... Niel.... Jangan macam-macam.... Jangan lakukan itu.... Tidak Niel.... Lepaskan kakiku! " Aku berteriak heboh karena ketakutan. Niel iseng sekali, dia menarik kakiku sambil tertawa-tawa. Aku takut terjatuh ke dalam air.


" Kau payah, masa tidak mau berenang sih " katanya masih terus tertawa.


" Tidak usah takut, aku pegangi deh " katanya lagi setengah memaksa.


" Aku tidak mau, aku takut ada mahluk penunggu danau " kataku jujur.


" Kamu percaya hal seperti itu? " katanya semakin menertawakan ku.


" Tentu saja, di negara tempat asal ku tempat-tempat seperti ini tuh ada penghuninya. Sejenis setan maksudku, " aku menolehkan kepalaku ke kanan dan ke kiri, mengamati sekitar. Benar-benar hening, hanya ada suara aku dan Niel disini.


" Tidak ada mahluk seperti itu disini Linda, kalo pun ada nanti aku ajak kenalan aja deh sekalian " katanya sambil tertawa meledek. Aku bergidik ngeri mendengar kesompralannya itu. Aku ajak ke laut Selatan tau rasa loh nih bule, dia sompral di sana di culik Nyi Blorong tau rasa nanti.


" Ish ada tahu, mata kita saja yang tidak melihatnya " kataku berusaha meyakinkannya.


" Jika tidak terlihat oleh mata, berarti itu hanya ilusi yang tercipta dari khayalan mu saja. "


Susah berdebat hal gaib dengan bule begini, mereka mana mungkin mempercayainya.


" Ya, ya, terserah kamu saja " kataku yang akhirnya mengalah.


Neal keluar dari air, dan pergi memakai bajunya lagi di belakangku.

__ADS_1


" Sudah mau sore, ayo kita pulang. " Aku menganggukkan kepala tanda setuju. Bisa ku bayangkan seramnya tempat ini jika malam tiba. Hiiii, membayangkannya saja sudah membuat bulu kudukku merinding.


...****************...


Kami sampai, mobil Niel baru saja berhenti di depan rumah sewaan ku.


" Niel, terimakasih sudah menghiburku hari ini. Tanpamu mungkin aku masih gundah gulana. " Aku berkata tulus dari dalam lubuk hatiku, Niel baik sekali padaku. Ku berikan senyum terbaikku untuknya.


" Melihatmu tertawa saja, sudah cukup untukku " katanya dengan tersenyum, Niel tampan sekali batinku.


"Och .... " Aku meringis sambil memegangi sebelah mataku.


" Ada apa? " katanya terperanjat melihatku tiba-tiba meringis. Lalu Niel mendekat padaku.


" Sepertinya ada debu yang masuk ke mataku, " kataku masih terus mengucek sebelah mataku yang kemasukan debu ini.


" Coba aku lihat ! "


Niel memeriksa mataku, lalu meniupnya beberapa kali.


Aku mengerjap-ngerjapkan mataku.


" Ah, sudah mendingan. Terimakasih Niel, " kataku.


Posisi kami saat ini ambigu sekali jika terlihat sepintasan mata.


Niel tahu aku tidak nyaman dengan posisi ini, dia kemudian kembali duduk di tempatnya semula.


" Ehemmm.... " Aku berdehem, memecah kecanggungan di antara kami.


" Niel aku akan mengatakannya pada Jacob, setelah mendengar nasihat mu tadi sepertinya keberanian ku muncul. " Yap benar, setelah aku banyak berpikir di danau tadi. Ucapan Neal membuat aku sadar. Apa salahnya untuk mencoba. Sebelumnya aku pengecut, karena sudah menyerah sebelum mencobanya terlebih dahulu.


" Syukurlah kalau memang aku membantu, semoga berhasil ya " katanya lagi.


" Terimakasih untuk semuanya, bye. " Aku turun dari mobil Neal lalu melambaikan tangan padanya.

__ADS_1


Aku berjalan dengan semangat menuju rumah, aku tiba di depan pintu masuk. Lalu ku pegang handle pintu, lalu berhenti sejenak. Semangat Malinda, kataku dalam hati.


Aku berjalan menyusuri rumah mencari keberadaan Jacob. Kamarku menjadi tujuan pertama, siapa tahu dia masih tidur di sana.


Kosong, Jacob sudah bangun sepertinya.


Aku keluar lagi lalu menuju kamarnya.


Cklek, ku buka pintu kamar Jacob. Tidak terkunci.


Senyumku mengembang saat ku lihat Jacob ada di dalam kamarnya. Ku lihat dia sedang membereskan pakaiannya. Dia menoleh padaku sekilas lalu kembali fokus pada kegiatannya lagi.


Apa-apaan ekspresinya itu. Mukanya terlihat galak sekali.


" Kamu sudah mau pergi lagi, kenapa mengemas baju sebanyak ini ? " kataku heran. Jacob tidak menjawabnya, wajahnya terlihat kusut.


Dia sudah selesai membereskan baju pada kopernya, lalu segera menutup rapat resleting kopernya itu.


" Jacob, kamu masih marah? " dia masih mengunci mulutnya, enggan berbicara padaku.


Jacob berbalik lalu aku memeluknya dari belakang.


" Jangan marah lagi please, aku minta maaf oke " cicitku dari balik punggungnya.


Dia membalikan badannya, lalu memegangi kedua bahuku.


" Linda, jaga dirimu baik-baik. Aku akan pergi. Sekarang aku sudah sadar tentang di balik semua penolakan mu padaku. Mungkin laki-laki itu akan bisa membuatmu lebih bahagia, aku sudah melihat semuanya tadi. Saat melihatmu bisa tertawa bahagia bersamanya, itu semua membuatku sadar. Maaf karena selama ini aku menutup mata dan memaksakan semua kehendak ku padamu. Aku pergi. " Jacob mencium keningku dalam, lalu pergi meninggalkanku yang terdiam mematung.


Tidak! Jacob salah paham. Aku belum mengungkapkan isi hatiku yang sebenarnya padanya tadi.


Aku tersentak baru tersadar dari keterkejutan ku. Buru-buru aku berlari mengejarnya. Jacob sudah berada di dalam mobilnya. Pandangan kami bertemu, lalu dia segera menancap gas mobilnya pergi begitu saja tanpa sempat mendengar penjelasan ku.



__ADS_1


Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, vote dan komentar nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil mengahalu author abal ini. Ayo kita menghalu bersama. Love you guys muach muach.!


__ADS_2