Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Comeback?


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, kami segera kembali. Jacob berjalan dengan wajah tidak bersalahnya sedangkan wajahku sudah memerah sedari tadi. Aku mengeluarkan aura permusuhan dan siap berperang. Sumpah aku sangat kesal dengan sikapnya tadi. Aku tidak peduli meskipun dia itu Bos ku.


Kami masuk, aku melihat Jacob seperti memberikan kode pada Thea dengan matanya.


Thea terlihat kikuk dan canggung, "Ah, aku keluar beli kopi dulu ya sebentar," katanya sambil tersenyum di paksakan. Dia memutar arah dan kembali keluar dengan buru-buru.


Aku segera menuju mejaku. Di dalam kepalaku saat ini ada banyak sekali kalimat makian yang ingin aku lontarkan padanya.


Bagaimana mungkin dia melakukan itu di depan umum dan di depan kekasihku sendiri.


Terjadi keheningan panjang di antara kami. Aku pura-pura menyibukkan diri.


Aku melihat dari sudut mata, Jacob sedang berjalan ke arahku.


Aku mendongak kearahnya yang saat ini sedang berdiri menjulang di depan mejaku.


Dia menatap mataku lama, lalu pandangannya berubah sendu.


Tadi aku ingin sekali marah padanya, tapi setelah melihat tatapan wajah sendunya itu, semua kata makian yang tadi ada di otakku lenyap, menguap entah kemana. Sialan, baru di tatap olehnya saja hatiku sudah tidak karuan rasanya.

__ADS_1


"Linda. Aku... " Dia menggeleng. "Bagaimana kalau kita bisa pergi ke masa lalu? Bagian mana yang ingin kamu perbaiki?"


Bagian mana?


Kenapa dia mengajukan pertanyaan yang membuat aku mengenang masa itu lagi. Masa dimana aku sangat bahagia juga masa dimana aku sangat terluka. Masa dimana aku sangat membenci diriku yang saat itu sangat tidak berdaya. Masa dimana keadaan memaksa diriku untuk menyakiti hati laki-laki yang sangat aku cintai.


"Aku mau kembali ke juni 2016, saat Sian mengajakku pindah ke rumah itu. Aku ingin melewati itu dan sama sekali tidak bertemu denganmu."


Dengan begitu, mungkin aku akan menjalani masa kuliahku yang indah dan tenang, tanpa masalah percintaan rumit yang membuatku terluka.


Aku sadar, Kata-kata ku barusan pasti akan menyakitinya sekali lagi.


Aku tidak ingin kembali terjebak dengan cinta masa lalu. Jika aku sekarang menunjukan sedikit saja kelemahan, mungkin dia akan mengolok-olok ku.


Dia memejamkan mata. Bibirnya tersenyum lebar.


Saat mata itu terbuka lagi, dia langsung menatapku tajam.


Dia berjalan makin mendekat. Jarak kami hanya selangkah sekarang. Wajahnya terlihat lebih gelap dan muram. Alarm tanda bahaya seakan berbunyi di dalam otakku.

__ADS_1


Aku berdiri, lalu menggeleng, dan berbalik pergi. Tidak baik untuk hatiku berada di ruangan yang sama hanya berdua saja dengannya begini.


Jacob menangkap perutku. Dia memelukku dari belakang dan menggosokkan wajahnya pada tengkukku. Seluruh tubuhku menegang. Nafasku jadi sesak. Aku yakin dia pasti bisa mendengar dan merasakan detakan keras di dalam dadaku.


"Aku mau kita begini lagi. Aku mau kita merasakannya lagi," desisnya di telingaku. "Aku menginginkanmu, Linda."


Kata-katanya itu membuat aku hampir saja tergoda, tapi bayangan wajah Max tiba-tiba saja berkelebat di dalam kepalaku.


Aku meronta, mencoba melepaskan diri. Aku berhasil lepas.Tidak. Bukan aku yang berhasil melepaskan diri, tapi dia yang melepaskan ku.


"Jacob! Sekarang aku sudah memiliki kekasih, dan kamu sudah akan menikah. Keadaan kita sudah berbeda sekarang." Aku mundur beberapa langkah darinya.


Dia terlihat membuka mulutnya akan menjawab, tapi aku memilih untuk pergi. Semakin lama aku bersamanya, akan semakin buruk untuk hatiku. Dia akan selalu punya cara untuk menahan ku disini. Aku takut tidak bisa mengontrol perasaanku.


Dia menarik tanganku lagi, lalu menepis ku ke tembok. Satu tangannya di punggungku. Satu tangannya lagi menarik rambutku. Dia menarik rambutku sampai aku mendongak menatapnya. "Bagaimana kalau dulu kamu tidak mengkhianati ku, Linda? Bagaimana kalau dulu kamu tidak berselingkuh dengan Peter? Bagaimana kalau dulu kita tetap bersama?" desisnya di telingaku. Aku takut, emosi jelas terdengar dari nada bicaranya.


Wahai para silent raiders tinggalkan lah jejak keberadaan kalian!!!


Semakin banyak komentar dan like dari kalian, semakin bikin othor semangat buat lanjutin ini cerita(๑˃̵ ᴗ ˂̵)و

__ADS_1


Ada salam nih dari babang Jacob yang lagi marah-marah dan sedih.



__ADS_2