Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Ki55mark II


__ADS_3

Waktu sudah beranjak sore, dan aku masih bergelung dengan selimut yang membungkus tubuh naked ku. Ya, aku dengan Jacob masih berada di atas ranjang di kamarku. Senyuman di bibirnya masih terus merekah, saat ini dia sedang memainkan rambutku dan kepalaku ada di atas lengan berototnya.


Tangan nakalnya mulai bergerak lagi, dari rambut turun bergerilya menuruni leherku lalu berhenti di bagian dada. Dia membelai dan meremas buah dadaku.


Saat wajahnya akan mendekat dan mencumbu ku lagi, dengan cepat aku menahannya dengan tanganku.


"Jacob stop!" Dia tidak mendengar ku, dan malah melanjutkan aksinya.


Gila ya, pria ini tidak ada puasnya. Sepanjang siang ini sudah tiga ronde dia menggarap ku dan sekarang dia sudah akan memulainya lagi.


"Jacob hentikan aku sudah lelah," aku merengek padanya.


"Ini adalah hukuman mu, karena sudah nakal bermain dengan pria lain." Aku memutar bola mata, jengah. Sudah dari awal aku menjelaskan tentang Peter, tapi tidak pernah dia gubris.


"Aku mengenal pria itu, tidak mungkin dia melewatkan wanita cantik yang ada di atas ranjangnya." Aku tersanjung dengan kata-katanya, jadi baginya aku cantik dong ya. Aku tertawa senang dalam hati. Oh iya tadi aku sudah bercerita semuanya pada Jacob tentang pria yang mengantarkan aku pulang itu adalah Peter, kami tidak sengaja bertemu di club tempat aku bekerja tadi malam.

__ADS_1


"Tunggu dulu, kalian saling mengenal? Lalu kenapa saat itu kalian bertingkah seolah tidak mengenali satu sama lain?" Aku penasaran, ada apa di antara mereka. Kalo saling mengenal kenapa waktu itu keduanya bertingkah seolah seperti orang asing.


"Tidak penting, jangan membahas orang itu lagi!" katanya kesal. Dasar, bukannya dia yang pertama membicarakannya tadi. Jacob melanjutkan aksinya menggerayangi tubuhku.


"Jacob kamu benar-benar harus berhenti kali ini! Kita sudah melewatkan makan siang kita. TENAGAKU SUDAH HABIS DAN AKU SUDAH SANGAT SANGAT LAPAR SEKARANG!." Aku menekankan kata-kataku karena aku memang sangat-sangat lapar saat ini. Percintaan sepanjang siang tadi sungguh menguras tenagaku.


"Who... Who...Oke, jangan marah honey. Kita makan sekarang. Bagaimana kalo aku buatkan pasta?" jawabnya cepat, merasa bersalah mungkin.


"Ya ya terserah, apapun pasti aku makan." Saat kelaparan melanda begini bagiku tidak ada waktu memilah menu makanan. Apa saja aku pasti memakannya, karena aku tipe manusia pemakan segala dan tidak pilih-pilih makanan. Asalkan masih makanan manusia normal tapi ya, pasti ku makan.


Di mengecup bibirku cepat, lalu beranjak dari kasur berdiri memunguti pakaiannya yang berserakan dan memakainya di hadapanku. Aku melongo, melihatnya naked begitu membuat pipiku memanas. Meskipun aku sudah melihat semuanya tapi tetap saja aku merasa awkward.


Aku turun dari tempat tidur, lalu memunguti semua pakaianku yang tadi di lempar oleh Jacob ke sembarang tempat. Aku membawanya ke keranjang pakaian kotor, lalu aku memutuskan untuk membersihkan tubuhku terlebih dahulu sambil menunggu Jacob selesai dengan pastanya.


Saat ini aku berdiri di depan cermin dengan hanya memakai handuk. Aku menatap tubuhku, Jacob benar-benar gila. Bagaimana bisa aku menutupi semua tanda merah ini.

__ADS_1


Setelah memilih lumayan lama, aku akhirnya memutuskan untuk memakai baju kaos model turtleneck berwarna hitam, supaya bisa menutupi bagian leherku yang di penuhi ki55mark dari Jacob.


Aku keluar dari kamar dan menuju meja makan lalu mendudukkan bokongku di kursi yang ada di sana.


"Tunggu sebentar honey, semuanya akan siap dengan segera." Jacob yang sedang sibuk dengan masakannya menoleh padaku sambil tersenyum. Aku balas tersenyum sambil mengangguk menanggapinya. Setelahnya aku memainkan ponsel untuk berselancar di dunia maya untuk melihat beberapa update-tan teman-teman ku di jejaring sosialnya.


Tidak lama kemudian sepiring pasta dengan satu bowl salad sayuran sudah tersaji di hadapanku. Baunya sangat sangat harum menggugah selera, membuat cacing-cacing di perutku semakin berontak dan air liur di mulutku hampir menetes.


Tanpa pikir panjang aku langsung menyantapnya.


"Emm... ini sangat lezat. " Aku memakannya dengan senang hati. Tak disangka Jacob bisa membuat masakan seenak ini.


"Makan pelan-pelan saja, tidak akan ada yang merebutnya darimu dan kalo masih kurang nanti aku masak lagi," katanya sambil mengusap sisa saus pasta yang menempel di sudut bibirku dengan ibu jarinya yang langsung dia hisap dengan cara yang sedikit errr sensual. Aku mematung sejenak melihatnya melakukan itu.


__ADS_1


(♥_♥)


Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, dan vote nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil mengahalu author abal ini. Love you guys muach muach.!


__ADS_2