Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Holiday


__ADS_3


Saat ini kami baru saja tiba di pantai Blackpool Sands, rongga hidungku terasa penuh oleh aroma laut yang khas, angin sepoi-sepoi yang sejuk menerpa wajahku juga menerbangkan anak rambutku yang memang tidak ikut terikat. Pandangan mataku di penuhi dengan air laut yang berwarna hijau kebiruan, airnya sangat jernih. Sungguh pemandangan yang sangat indah. Ku lihat kondisi pantai sudah ada beberapa orang dengan tenda mereka masing-masing, syukurlah kondisi pantai tidak terlalu penuh akan pengunjung.


Saat ini para pria sedang menurunkan barang bawaan kami dari mobil dan bersiap mendirikan tenda. Aku sangat antusias sekali, aku senang karena tempat ini sangat indah.


Aku menarik tangan Sian dan Thea, kami berlari menuju bibir pantai.


"Hei bantu kami membawa barang-barang ini dulu!" teriak Jasen.


Aku tidak peduli dengan teriakannya, biar ketiga pria itu saja yang membereskan semuanya. Itu gunanya membawa para pria bukan.


Kami bertiga sekarang berada di bibir pantai, senyumku tidak berhenti mengembang sejak tadi.


"Sian tolong ambil fotoku"


aku menyerahkan ponsel kesayanganku lalu bergaya ala ala model amatir agar mendapatkan gambar yang bagus. Kami mengambil foto bergantian lalu tidak lupa mengambil foto selfie juga.



__ADS_1


Setelah puas berfoto ria kami akhirnya kembali ke tempat para pria yang saat ini sedang sibuk mendirikan tenda untuk kami tidur. Kami mendirikan 3 buah tenda, aku satu tenda dengan Thea, Jacob dengan Jasen dan Sian tentu saja dengan pacarnya Stevan.


Kami para wanita bertugas merapikan barang bawaan kami dan sekalian menyiapkan makanan dan minuman dingin yang tadi kami beli saat dalam perjalanan.


...****************...


Sekarang sudah pukul 22.15pm matahari sudah hampir tenggelam, warna langit pun sudah berubah jingga dan sebentar lagi akan berubah menjadi gelap. Sungguh pemandangan yang sangat indah. Kami sudah selesai makan malam tadi, dan ketiga tenda kami pun sudah berdiri dengan kokoh.


Saat ini aku sedang asyik berjalan menyusuri bibir pantai menikmati pemandangan matahari terbenam, lalu perlahan sinarnya menghilang seolah di telan oleh lautan dalam. Hanya kegelapan yang kini terhampar di hadapanku, hanya ada sedikit cahaya temaram dari sang rembulan yang baru saja muncul menggantikan sang raja siang yang sudah terbenam di balik lautan. Setelah puas memandang laut, ku edarkan pandanganku memindai sekitar. Wah ternyata kebanyakan pengunjung di sekitarku merupakan pasangan kekasih. Ku lihat beberapa dari mereka sedang menikmati pemandangan sambil berpelukan bahkan ada juga yang sambil berciuman. Ukh so sweet sekali, membuat aku iri saja. Pikirku.


Baru saja aku membalikan badan berencana kembali pada rombongan teman-temanku, tapi di hadapanku saat ini ada tubuh yang menjulang tinggi.


"Oh astaga!" aku terjengkit kaget karena tiba-tiba saja Jacob ada di hadapanku. Hampir saja aku terjatuh kalau saja Jacob tidak menarik tanganku.


"Kenapa muncul tiba-tiba begitu sih, ngagetin tau ga!" ucapku sambil memberengut kesal.


"Kamu melamun, makanya tidak menyadari kedatanganku." Memang iya sih tadi aku sedikit terhanyut dengan pemandangan sekitar.


"Kamu pergi sendirian cukup lama, kami semua mengkhawatirkan mu." Ah benar juga, setelah makan malam tadi aku terlalu asyik berjalan menyusuri bibir pantai sehingga tidak menyadari posisiku saat ini cukup jauh dengan rombonganku.


"Aku pikir kamu tersesat, makanya aku mencari mu sejak tadi."

__ADS_1


"Kamu berlebihan, aku bukan anak kecil. Ini juga aku sudah mau balik ke tenda ko."


Jacob mengedarkan pandangan pada area sekitar kami yang di penuhi oleh para pasangan yang sedang di mabuk asmara.


"Ayo kita kembali!" Aku buru-buru menarik tangan Jacob mengajaknya untuk meninggalkan tempat ini dengan segera.


"Aaauch...." Aku meringis merasakan sedikit sakit sekaligus kaget karena bukannya berjalan mengikuti ku Jacob malah balik menarik tanganku, sampai aku menabrak dada bidangnya yang keras itu.


"Hey!" aku memberengut kesal karena tindakannya barusan.


Perlahan tapi pasti Jacob mendekatkan wajahnya padaku lalu membisikan kata-kata yang membuat pipiku bersemu merah.


"Tidak usah iri pada mereka, kita juga bisa melakukannya."


Setelahnya, tanpa peringatan dia langsung menyambar bibirku lalu ********** perlahan. Ketahuan ya, sepertinya dia melihat pandangan iri ku pada pasangan yang ku perhatikan tadi.


Aku memukul dada Jacob meminta dia menghentikan ciumannya yang sudah mulai intens dan dalam, sebelum terhanyut dan larut lebih jauh dengan suasana yang romantis saat ini. Sungguh berbahaya untuk hatiku, juga berbahaya bila ada seseorang yang mengenali kami melihatnya.


"Jangan mencium ku sembarangan gitu dong," protes ku dengan pipi yang memerah. Aku melakukan itu untuk menyembunyikan rasa malu sih sebenarnya. Kenapa coba tadi aku malah ikut menikmati apa yang dia lakukan. Rasanya sulit sekali bagiku untuk menolak sentuhannya.


"Kamu menggemaskan," ucapnya tersenyum sambil mengusap pipiku yang sudah panas ini. Setelahnya dia menautkan jemari kami dan membawaku berjalan menyusuri bibir pantai menuju tempat tenda kami berada.

__ADS_1



__ADS_2