
Telolet telolet telolet....
Telolet telolet telolet....
Telolet telolet telolet....
Aku masih mengantuk, tapi suara dering telpon itu terus menggema memaksaku untuk mengangkatnya.
"Hallo--" Aku terpaksa mengangkatnya, walaupun masih dengan mata yang terpejam ku tempelkan ponsel ini ke telingaku.
" Hallo Linda... ko gelap sih, ari muka kamu dimana... Malinda...," Aku mengenali suara cempreng ini, ini suara ibuku. Buru-buru ku hadapkan ponselku ke depan wajah.
Wajah sumringah ibuku terlihat, meski kesadaran ku belum terkumpul sempurna mendengar suara ibu yang begitu bersemangat dan tersenyum lebar begitu membuat sudut bibirku ikut tertarik juga.
__ADS_1
"Aku disini," kataku sambil tersenyum dan melambaikan tangan ke arah ponsel. Suasana kamarku memang masih temaram karena aku terbiasa mematikan lampu saat tertidur. Buru-buru ku nyalakan lampu tidur yang ada si sebelahku.
"Ibu disini masih jam 5 pagi, aku masih ngantuk." Aku merajuk karena ibu menelpon pagi sekali.
"Jam 5 mah udh pagi, anak gadis mah emang udah harus bangun atuh neng." Terdengar suara renyah tawa ibu di sebrang sana.
"Kalo di sini udah jam 12 siang neng, tengah hari. Tuh lihat, bapak kamu lagi istirahat makan." Ibu mengarahkan ponselnya menghadap bapak yang saat ini sedang dadah-dadah padaku. Ku lihat pemandangan di belakang mereka adalah sawah yang membentang, mereka sedang ada di saung yang berada di tengah-tengah sawah untuk berteduh dan istirahat. Duh aku jadi kangen kampung halaman.
"Kata bapak kemaren kamu kena tonjok ya, ibu khawatir banget tau. Coba mana sini ibu lihat bagian wajah kamu yang kena tonjok?" Ish dasar Bapak, pasti dia yang mengadu pada ibu. Padahal aku kan sudah bilang jangan kasih tau ibu. Rutukku dalam hati.
"Ah iya anak kesayangan ibu untungnya udah gapapa, ibu sedih pas denger kabar itu dari bapakmu. Lagian neng, kamu itu ada-ada saja, kerja tuh ya yang wajar ajar atuh. Masa iya anak gadis ibu jadi Security. Begini kan jadinya. Kalo kamu kekurangan uang bilang saja sama Ibu Bapak, nanti kami kirimkan." Yah ujung-ujungnya ibu malah jadi berceramah dan mengomeli ku.
" Iya bu, neng udah berhenti ko. Aku kapok. Tapi nanti neng mau mencoba pekerjaan lain. Aku mau bekerja supaya bisa punya penghasilan sendiri. Aku tidak kekurangan uang ko disini, Ibu tenang saja," jawabku sambil tersenyum. Di saat jauh begini mendengar omelan ibu jadi menyenangkan. Aku merindukannya.
__ADS_1
Aku mengubah posisi tidurku menjadi duduk sambil bersandar di kepala ranjang.
"ASTAGFIRULLAH LINDA!" Mendengar ibu berteriak begitu aku jadi terperanjat.
"Ada apa bu?" jawabku ikut panik.
"Kamu tidur sama siapa? Ya Allah anak ibu, itu dosa neng!" Aku melongo tidak mengerti mendengar ibu tiba-tiba berceramah begitu.
"Ya aku tidur sendiri atuh bu, ibu aneh-aneh aja deh." Seingat ku kan aku memang tidur di kamarku dan aku sendirian.
"Itu Linda... itu di sebelahmu! Ada laki-laki telanjang yang lagi tidur!" kata ibu masih dengan nada marahnya.
Aku menoleh ke samping. Mampus. Sejak kapan dia ada di kamarku, aku sungguh tidak sadar ada mahluk lain yang tidur di sebelahku. Kapan dia pulang. Aku panik, berpikir Linda berpikir. Bahaya jika ibu tahu kelakuan nakal ku disini, Bisa-bisa saat pulang nanti namaku sudah di coret dari kartu keluarga. Ah, aku punya ide.
__ADS_1
Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, dan vote nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil mengahalu author abal ini. Love you guys muach muach.!