Kekasihku Ternyata Tuan Muda

Kekasihku Ternyata Tuan Muda
Who Is She ?


__ADS_3

Suasana saat ini menjadi sangat canggung untukku. Melihat si Lovebird itu memadu kasih tanpa tau tempat begitu, membuat aku bingung harus melakukan apa. Sementara Jacob pria di sebelahku ini sudah semakin memepet ku, merapatkan jarak di antara kami. Tatapannya sudah semakin sayu memohon agar aku mengizinkan dia melakukan yang iya-iya seperti pasangan di sebelah kami ini.


"Who... Who... Who... Kalian berdua tidak kasian apa melihat teman di sebelah kalian itu." Suara Jasen yang sangat ribut itu menginterupsi kami semua. Jasen baru keluar dari kamarnya. Tunggu dulu! Sejak kapan dia pulang?.


"Aku minta maaf, tadi kami terbawa suasana," cengir Sian.


"Kasihanilah para jombloan dan jomblowati ini, lanjutkan di kamarmu sana!" kata Jasen lagi. Lalu Sian melempar Jasen dengan bantal kursi yang kebetulan sedang dia pegang.


"Baiklah, ayo beb kita ke kamarku saja." Sian menarik tangan Stevan agar bangkit dan mengikutinya. Sian memeletkan lidahnya ke arahku. Lalu ku balas dengan ekspresi wajah yang pura-pura kesal. Sementara Stevan, Laki-laki itu seperti kerbau yang sudah di cocok hidungnya. Entahlah apa yang sudah Sian lakukan pada pria itu, apapun yang Sian katakan dia selalu menurut saja tanpa protes.


"Ngomong-ngomong kapan kamu pulang?" Itu suara Jacob yang bertanya, aku mengangguk-anggukan kepala. Tanda setuju dengan pertanyaan itu.

__ADS_1


"Sejak semalam aku ada di rumah, tidak pergi ke mana-mana." Jawab Jasen yang seketika membuat ku tegang. Apa dia melihat apa yang kami lakukan sejak pagi tadi.


"Tenang saja aku tidak melihat apa yang tadi kalian lakukan ko." Cengirnya sambil melengos pergi ke dapur. Aku yang sedang meminum cola langsung tersedak di buatnya. Kalimatnya itu benar-benar ambigu.


Suasana di ruangan ini mulai tidak nyaman, ku putuskan untuk pergi saja dari sini. Lebih baik aku kembali ke kamarku. Untuk tidur sebentar mengistirahatkan tubuhku, supaya ada tenaga untukku bekerja malam nanti.


...****************...


Beberapa hari kemudian.


Tidak sengaja saat kami berjalan menuju gedung perpustakaan, aku melihat seseorang yang aku kenal. Dia sedang duduk berkumpul di kursi taman dengan beberapa orang.

__ADS_1


"Linda, bukan kah itu Jacob?" Seru Sian heboh. Sebenarnya sejak tadi aku sudah melihatnya. Dia sedang bersama teman-temannya mungkin atau entahlah, karena ku perhatikan ada satu wanita yang menempel terus padanya. Ku lihat Jacob membiarkannya saja saat wanita itu dekat-dekat dengannya.


"Iya, seperti yang kamu lihat," Jawabku malas. Entah kenapa timbul perasaan tidak enak di hatiku saat ku lihat ada wanita yang dekat-dekat dengannya begitu.


"Siapa wanita itu, kelihatannya mereka sangat dekat," kata Sian lagi mulai memanas-manasi ku. Dia melirik ku, lalu melihat lagi ke arah Jacob dan teman-temannya itu berada.


"Mana ku tahu!" jawabku sedikit ketus.


"Apa mereka berpacaran? Bukannya kamu dekat dengan Jacob? Linda dia melihat ke arah kita!" Sian terus saja berceloteh, membuat kepalaku sakit saja jadinya.


"Sian stop! Ayo kita lanjutkan perjalanan kita yang jadi tertunda ini gara-gara kekepoan mu. Dan siapapun wanita itu bagi Jacob aku tidak peduli! Itu bukan urusan kita. Ayo pergi dari sini!" lanjut ku lagi supaya Sian berhenti bicara.

__ADS_1


Padahal dalam hati ini aku juga penasaran siapa wanita yang dekat-dekat dengannya itu, apa itu kekasihnya? Aku bertanya dalam hati. Dasar playboy cap ayam, rutuk ku.


Yang baca mohon tinggalkan jejak ya, jempolnya tolong gunakan untuk pencet tombol like, favorit, dan vote nya. Terimakasih sudah setia membaca cerita hasil mengahalu author abal ini. Love you guys muach muach.!


__ADS_2