Keranjang Sayur

Keranjang Sayur
KS. 106


__ADS_3

Terilhami


Sesampainya di luar, terlihat di depan gerbang ada seorang laki-laki yang memakai baju hijauĀ  dengan membawa box berisi makanan, dengan cepat Kirana pun menghampiri.


"Uangnya sudah dibayar pakai uang elektronik ya!" ujar Kirana memastikan.


"Iya terima kasih Kak!" jawab sopir ojek online sambil menyemprot pegangan boxnya dengan hand sanitizer, kemudian dia menyerahkan kepada Kirana.


Setelah mengantarkan pesanan pelanggannya, dia pun berpamitan kemudian pergi meninggalkan mereka. sedangkan Kirana diikuti Fathan mereka masuk kembali ke dalam rumah langsung menuju dapur. dengan telaten dan penuh kasih sayang, Kirana terus menyiapkan sarapan pagi yang di pesan lewat ojek online.


"Bu....! Eh Rana?" Panggil Fathan.


"Yah kenapa?" Jawab Kirana sambil duduk di kursi berhadapan dengan kekasihnya.


"Kapan belinya makanan ini?"


"Tadi, ketika kamu mandi,"


Mendengar penjelasan Kirana Fathan pun terdiam seolah Sedang berpikir, membuat Gadis itu mengerutkan dahi, menatap penuh rasa penasaran terhadap kekasihnya.


"Kenapa kamu diam, kamu nggak suka ya makanannya?"


"Enggak Bu, Eh Rana...! bukan begitu Boleh nggak saya pinjam teleponnya?"


"Buat?"


"Mau menghubungi Idan, soalnya saya sudah mendapat jalan keluar dari masalah yang sedang kita hadapi."


"Sudah aku bilang di sini jangan membahas pertanian, karena di sini ada yang lebih penting daripada itu, ayo makan...!" Ketus Kirana dengan nada tegas.


"Tolonglah Bu....!"


"Ya sudah, sarapan dulu baru nanti membicarakan tentang pertanian."


Dengan sedikit tergesa-gesa, Fathan pun mulai menyantap sarapan yang sudah dihidangkan oleh kekasihnya, sehingga tak lama sarapan itu sudah habis di lahapnya.


"Sudah Habis Bu, Boleh saya pinjam handphonenya?" rengek Fathan seperti anak kecil.


"Nggak....! pokoknya kamu harus Temenin saya makan dulu." tahan Kirana yang baru beberapa suap menyantap sarapannya, dia tidak tergesa-gesa seperti Fathan yang sudah memiliki ide, agar dia bisa keluar dari masalah yang sedang dihadapi.


Dengan sabar Fathan pun menunggu, meski sedikit gelisah. tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya terduduk sambil memperhatikan Kirana, yang sepertinya sengaja melamakan makannya.


"Emang mau apa, pakai mau pinjam handphone segala?" tanya Kirana sambil menatap lekat ke arah Fathan.

__ADS_1


"Melihat berita yang berada di TV, dan melihat ada ojek online yang mengantar makanan. saya memiliki ide untuk jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi oleh keranjang sayur."


"Caranya?" tanya Kirana sambil menyimpan gelas.


"Saya akan menjual sayuran secara online, melalui aplikasi. nanti untuk pengantarannya kita bisa menggunakan jasa ojek online, apalagi sekarang ada peraturan bahwa setiap ojek online tidak boleh membawa penumpang. ini adalah kesempatan yang bagus dan baik bagi kita," ujar Fathan menjelaskan penemuannya.


"Terus bagaimana?"


"Saya mau menghubungi Idan untuk menyampaikan penemuan saya."


"Oh begitu, bentar....!" ujar Kirana sambil bangkit kemudian dia masuk ke ruang tengah, tak lama dia pun kembali lalu menyerahkan handphonenya.


"Sandinya apa Bu?" tanya Fathan yang melihat handphone kekasihnya memakai password."


"Nama kamu...!" Ketus Kirana.


"Password kunci kan pakai angka, bukan pakai nama."


"Iya... tanggal lahir kamu," jawab Kirana, padahal Apa susahnya Kalau dia mau beritahu tanpa harus berbasa-basi seperti itu.


Fathan pun mencoba memasukkan tanggal lahirnya, benar saja handphone itu terbuka, kemudian dia mencari kontak yang bernama Idan. setelah ketemu dia pun menghubungi sepupunya yang berada di kampung sukadarma.


"Yah ada apa Bu Kirana?" tanya Idan setelah teleponnya tersambung.


"Oh kamu, ada apa Tan?"


"Saya sudah menemukan jalan keluar untuk permasalahan yang sedang dihadapi pertanian keranjang sayur." ujar Fathan menjelaskan.


"Bisa nggak sih sehari saja kamu nggak usah memikirkan pertanian, kamu nikmatin saja kebersamaanmu dengan calon mertua."


"Aku serius Dan...!" potong Fathan.


"Yah, yah, aku tahu kok, kamu nggak pernah bercanda kalau masalah pertanian, Apa yang harus aku lakukan?" tanya Idan.


"Sekarang kamu di mana."


"Aku masih jualan keliling."


"Mending sekarang kamu pulang, kamu ajak semua staf software engineer untuk bekerja."


"Dalam Project?" tanya Idan.


"Kamu buat aplikasi untuk jual beli sayuran seperti aplikasi-aplikasi penjual online yang sudah ada."

__ADS_1


"Buat apa," tanya Idan yang masih belum paham.


"Kita akan berjualan sayur lewat aplikasi, nanti kita akan promosikan di channel YouTube. kebetulan untuk subscribernya sudah hampir satu jutaan lebih, kita bisa memanfaatkan pengikut kita untuk memajukan pertanian."


"Kapan?"


"Kalau bisa sekarang, nanti setelah saya pulang Tinggal bagaimana memikirkan cara untuk mempromosikan aplikasi jualan sayur kita."


"Ya sudah, siap...! kalau begitu!"


"Terima kasih ya dan!"


"Sama-sama, tapi kalau bisa kamu jangan pulang dulu, kamu temenin Kirana di sana, agar dia tidak kabur lagi..!" pinta Idan sambil memutus teleponnya


Setelah telepon terputus akhirnya Fathan pun mengembalikan handphone kepemiliknya. "Terima kasih!" ujarnya.


"Kamu mau pulang lagi ke sukadarma?" tanya Kirana yang terlihat kecewa.


"Iya bu, tapi saya akan ngobrol dulu sama Pak Wira."


"Ada apa nih ribut-ribut, kayaknya serius banget, pakai sebut-sebut nama saya segala," ujar salah seorang yang baru masuk ke dapur, terlihat badannya penuh keringat, di lehernya menggantung handuk Mungkin dia habis berolahraga.


"Biasa Pak sedang membicarakan pertanian." Jawab Fathan menjelaskan.


"Bukannya pertanian Sekarang pasarnya ditutup?" tanya Wira sambil duduk, dengan Sigap Kirana pun mengambil gelas lalu menuangkan air untuk orang tuanya.


"Iya Pak....! pasar memang sedang ditutup, namun kebutuhan konsumen akan sayuran masih banyak. sehingga banyak para konsumen yang mengeluhkan susahnya mencari sayuran. sedangkan di masa pandemi seperti ini sayuran sangatlah penting untuk menunjang kesehatan semua orang."


"Terus?" tanya Wira sambil meletakkan gelas setelah meneguk airnya.


"Saya sudah mendapat ide, Ketika saya tadi pagi menonton TV, dan ketika Kirana membeli sarapan," ujar Fathan menjelaskan.


"Ide apa?" tanya Wira setelah mendengar penjelasan calon menantunya tentang kebutuhan masyarakat mengenai sayuran.


"Saya akan menyuplai semua kebutuhan masyarakat Melalui aplikasi, yang nantinya akan dikirim ke para pelanggan melalui ojek online." Jawab Fathan memaparkan idenya.


"Wah....! idenya sangat bagus, memang ibu kamu juga sering mengeluh tentang susahnya mencari sayuran segar, dikala pandemi. karena banyak pasar yang tutup!" tanggap Wira yang terlihat takjub dengan pola pikir calon menantunya.


"Untuk itu saya mohon pamit kembali ke kampung sukadarma, dan saya mohon izin...!" ujar Fathan sambil menundukkan pandangan.


"Mohon izin tentang?" tanya Wira yang mengerutkan dahi.


"Saya sudah mengenal Bu Kirana dengan sangat baik, saya sangat mencintainya. kalau bapak mengizinkan saya akan meminang anak bapak, namun saya mohon waktu untuk menyelesaikan masalah saya terlebih dahulu." jelas sang petani tanpa berani mengangkat pandangan, sebenarnya tangan yang berada di bawah kursi mengepal begitu erat, mungkin mengumpulkan kekuatan untuk berbicara se jentel itu.

__ADS_1


"Kalau Bapak dari dulu juga mengizinkan kamu Melamar Anak saya, tapi saya sebagai orang tua harus memilih dan memilah yang terbaik untuk anaknya. dan yang perlu kamu ketahui, saya juga memiliki perusahaan hasil keringat saya sendiri. saya berharap ke depannya ada penerus dari keluarga, yang mengurus perusahaan properti saya." jawab Wira secara tidak langsung memberikan tantangan.


__ADS_2