
Drone Agrikultur
"Kalau dibilang ahli sih, nggak! Tapi kalau tahu sedikit-sedikit Saya mengakui. karena saya sebagai petani sangat mengerti dan sangat paham alat seperti apa yang harus dibutuhkan untuk menunjang dan membantu pertanian kita. karena dengan adanya alat-alat canggih seperti itu, harusnya kita terbantu bukan direpotkan atau bukan mengurangi kualitas hasil pertanian. dan saya ingin seluruh masyarakat Indonesia bertani, karena Indonesia adalah salah satu negara agraris. untuk menarik minat masyarakat agar mau bertani, saya memberikan contoh bahwa bertani itu bukan pekerjaan yang kulot, pertanian itu adalah pekerjaan yang menyenangkan dan menghasilkan. Kenapa harus bertani? karena kalau tidak ada petani, maka para pekerja lainnya tidak akan makan." jelas Fathan panjang lebar.
"Bener banget pak! kita sangat berterima kasih dengan adanya pertanian, karena orang kota tidak akan bisa makan kalau tidak ada para petani. Soalnya di kota sawah-sawahnya sudah dijadikan perumahan. dari situ saya berpikir Saya bekerja menjadi penyuplai mesin-mesin pertanian agar kita saling membantu, saling melengkapi. Orang kota memfasilitasi para petani agar mereka bisa bertani dengan layak dan nyaman. Sedangkan para petani menyiapkan bahan pokok makanan buat orang kota. ini adalah bentuk dari simbiosis mutualisme, saling membutuhkan, saling menguntungkan." jawab Surya menyampaikan pendapatnya.
"Oh iya! mohon maaf mesin apa yang Pak Surya mau tawarkan buat keranjang sayur?"
"Saya bersama perusahaan di bidang drone, sedang mengembangkan Drone yang bisa membantu pertanian. bahkan kedepannya Drone itu bisa membantu untuk menjadi pemadam kebakaran, pertolongan kecelakaan, bahkan menjadi angkutan transportasi. untuk sekarang kita lagi terfokus mengembangkan Drone untuk pertanian saja. saya penyuplai mesin-mesin pertanian, perusahaan itu mempercayakan saya untuk mengetes dan mulai memasarkan Drone ini."
"Drone seperti apa, yang bisa membantu pertanian?" tanya Fathan yang mulai tertarik.
"Drone untuk menyiram tanaman, bisa juga digunakan untuk menebar benih, agar memudahkan para petani."
"Bentuknya seperti apa, Bapak bawa sampelnya?" tanya Fathan yang selalu menerima ide-ide baru, dia tidak keras kepala ketika ada orang yang memberikan saran.
"Bawa! Kebetulan saya membawa drone itu, Ayo kita lihat keluar!" ajak Surya sambil bangkit dari tempat duduknya.
Akhirnya mereka bertiga pun bangkit, kemudian menuju keluar Saung di mana mobil Seno terparkir. kebetulan hari itu Seno membawa mobil Ford F series, mobil pick up dengan bak yang kecil.
Setelah sampai di dekat mobil Surya pun mengambil kardus besar yang tersimpan di bak mobil. Seno yang melihat Surya kesusahan dengan cepat membantu menurunkan kardus itu.
Setelah kardus besar berada di bawah, Surya pun mulai membuka bungkus kardus itu. terlihatlah bahwa di dalamnya ada sebuah drone berukuran besar dengan baling-baling terjajar rapih di semua sisinya. dari setiap sisi ada dua baling-baling sehingga kalau ditotal semuanya baling-baling yang dimiliki oleh Drone itu ada delapan baling-baling. di tengahnya ada tangki besar, mungkin penyimpanan barang bawaannya sebagai bagasi
"Wah mantap banget pak, besar sekali!" Puji Fathan sambil menatap ke arah benda yang baru dibuka.
"Nggak terlalu besar Pak, ini sangat ringan dan ini juga tidak melebihi tinggi manusia normal." jawab Surya sambil mengangkat drone yang ada dihadapanya sendirian. tadi ketika mengeluarkan dari mobil, dia bukan tidak kuat namun hanya susah karena kebesaran. sekarang orang itu bisa mengangkat Drone besar sendirian. kemudian dia memiringkan Drone itu untuk mengukur ketinggiannya. ternyata memang benar bahwa tinggi Drone itu tidak melebihi tubuh Surya.
"Nama Drone ini apa Pak?" tanya Fathan setelah melihat Surya meletakkan kembali Drone itu.
"Drone agrikultur, Drone yang dikhususkan untuk membantu pertanian. kegunaannya untuk menyiram tanaman."
"Kalau untuk pertanian ,apakah ini nggak akan memberatkan para petani. karena harus mengeluarkan biaya untuk membeli solar?" tanya Fathan.
"Ini nggak pakai solar Pak! Drone ini memakai baterai yang dicas dan bisa digunakan berulang kali. sehingga tidak harus mengeluarkan biaya lebih, dan daya yang dibutuhkan hanya 50 volt," jelas Surya.
"Cara penggunaannya seperti apa?" tanya Fathan sambil tetap memperhatikan pesawat kecil itu.
"Sebentar!" Jawab Surya sambil membuka pintu mobil kemudian dia mengeluarkan satu dus lagi. setelah dus itu keluar dia mulai membukanya, terlihat di dalamnya ada satu remote control dan baterai.
__ADS_1
Surya mulai memasangkan baterai itu yang ditaruh di atas tangki drone, lalu menyambungkan dengan mesin yang ada di pesawat kecil itu. setelah terhubung, Surya pun mulai mengkoneksikan dengan remote control yang ada di tangannya.
Surya terus mengutak atik remote control dan Drone, agar terkoneksi sehingga bisa digunakan. setelah lama berkutat, akhirnya Drone itu mulai memutarkan baling-balingnya.
"Punya air?" tanya Surya sambil menatap ke arah Fathan.
"Air apa?"
"Air biasa aja!"
"Sebentar! saya ambilkan," ujar Fathan yang beranjak dari tempat itu, kemudian tak lama dia pun kembali dengan membawa seember air.
"Segini cukup?" tanya Fathan sambil menyerahkan ember berisi air.
"Kurang Pak! karena tangki Drone ini mampu menampung kurang lebih dari 22 liter air, namun untuk uji coba segini juga cukup." jawab Surya sambil mengambil air yang dibawa oleh Fathan, kemudian dengan perlahan dia membuka tutup tangki Drone untuk memasukkan air yang ada di ember.
Setelah air itu masuk, kemudian dia kembali ke remote control yang ada ditangannya. lalu dia menekan remote itu sehingga keluarlah air dari paralon yang sudah disediakan. air yang keluar bisa berbentuk sprei atau tetesan atau hanya embun.
"Wah! mantap banget!" ujar Fathan memuji kehebatan mesin itu.
"Iya memang!' jawab surya yang terlihat bangga.
"Tapi bisa terbang nggak nih?" ujar Fathan seolah meragukan kehebatan Drone agrikultur itu.
"Nah, sekarang kita mulai menyiram!" jelas Surya sambil menekan tombol lain. terlihatlah air yang keluar dari bawah Drone menyiram benda yang ada di bawahnya.
"Mantap......! mantap....!" Decak Fathan.
Setelah puas menunjukkan kehebatan Drone yang dibawanya, Surya pun menurunkan Drone itu kembali. Lalu dia mengajarkan Fathan cara menggunakannya. Fathan yang tertarik dia hanya mengangguk, lalu memperhatikan apa yang disampaikan oleh Surya
Fathan Yang memiliki pemikiran cerdas, membuat Surya tidak Susah menjelaskan. Sehingga hanya dengan beberapa menit saja Fathan mulai bisa mengoperasikan mesin itu.
"Menyenangkan! Kita bisa bekerja sambil bermain pesawat-pesawatan." gumam Fathan sambil terus memanuverkan Drone dengan remote control yang ada di tangannya.
Setelah puas menguji kehebatan Drone yang dibawa oleh teman Seno, Fathan pun menurunkan Drone itu, lalu menyerahkan kembali remote controlnya kepada Surya.
"Bagaimana?" tanya Surya.
"Bagus, hebat.....! hebat.....!" jawab Fathan mengungkapkan kekaguman.
__ADS_1
"Kira-kira alat ini bisa digunakan di pertanian?" Tanya Surya seolah ingin mengetes kemampuan mesin yang sedang ia tawarkan.
"Sangat bisa...! karena ketika kita menyiram atau menyemprot tanaman padi, kita tidak harus masuk ke tengah sawah. itu bisa mengganggu pertumbuhan padi ketika terkena pergerakan yang begitu mengguncangkan, dengan adanya Drone ini kita tidak harus repot-repot menyemprot ke tengah sawah, kita cukup berdiam di samping, sambil mengoperasikan Remot control," jawab Fathan.
"Apa kira-kira Bapak berminat menggunakan Drone ini?"
"Sangat berminat! namun harus melihat situasi harganya terlebih dahulu, karena kalau tidak sepadan dengan pendapatan, maka itu akan menjadi bumerang bagi pertanian."
"Benar......! benar.....! apa yang disampaikan oleh Pak Fathan, saya setuju!"
"Oh iya kira-kira harga mesin Drone agrikultur ini berapa?"
"100, Pak!'"
"Ribu?" Fathan memastikan.
"Juta Pak! hehehe," jawab Surya sambil mengulum senyum membuat mata Fathan terbelalak seketika. namun kalau kegunaannya sesuai, itu sangat tidak jadi masalah. Namun kalau hanya untuk menyemprot padi menghabiskan 100 juta, kayaknya pertanian keranjang sayur belum membutuhkan.
"Mantap juga ya pak, keras harganya."
"Ya Pak! namanya juga baru launching, mungkin kedepannya kalau sudah banyak saingan, maka harga juga akan bersaing,"
"Benar! benar!'
"Tapi meski harganya sangat mahal, namun Bapak nggak usah khawatir, Kalau Bapak mau saya akan ajukan ke perusahaan, agar Bapak memakai drone agrikultur ini. sebagai media promosi perusahaan, agar masyarakat bisa mengenal lebih dekat drone yang sedang kami kembangkan."
"Boleh! Boleh! Itu saran yang bagus. kita harus saling mendukung ,karena pertanian sama perkakas itu sangat saling berhubungan, bahkan hubungannya erat sekali. Saya bersedia kalau hanya untuk memakai dan memperkenalkan mesin ini, namun saya tidak akan menutupi kekurangan-kekurangan yang dimiliki oleh drone ini, karena agar menjadi peningkatan kualitas perusahaan, dan masyarakat tidak kecewa ketika mereka merogoh kocek sebanyak itu," jelas Fathan.
"Jadi bagaimana, apakah Bapak bersedia? kalau bapak bersedia kami harus mengeluarkan biaya berapa untuk menjadikan Pak Fathan sebagai brand Ambassador produk kami,"
"Saya tidak membutuhkan itu, kalau beneran mesin ini sangat membantu dan mau berubah ketika ada komplain. maka perusahaan tidak harus mengeluarkan apa-apa. Saya berharap kedepannya ada banyak perusahaan-perusahaan mesin yang memikirkan tentang pertanian. sehingga mereka membuat alat-alat atau mesin-mesin canggih yang bisa membantu para petani."
"Kalau begitu terima kasih banyak Pak! Tapi kalau saya boleh tahu kapan Bapak mau mempromosikan Drone agrikultur ini di channel YouTube bapak?"
Fathan pun melihat ke arah jam yang ada di tangannya. "sebentar lagi adzan zuhur berkumandang, mending kita makan terlebih dahulu. namun makannya di sini nggak kaya di kota, di sini makannya bareng-bareng bersama Pak Tani lainnya kalau tidak mau makan bareng dengan Kami, nanti saya akan suruh orang yang memasak untuk memisahkan," ujar Fathan.
"Aduh jadi merepotkan gini Tan!" ujar Seno yang sejak dari tadi menyimak kedua orang itu.
"Enggak! enggak merepotkan, saya yang merasa tidak enak tidak bisa menyambut tamu dengan layak."
__ADS_1
"Terus kapan kira-kira Bapak mau membuatkan video promosi untuk mesin ini?" tanya surya yang belum mendapat kepastian
"Nanti setelah makan siang, sekarang kita makan dulu, lagian videografernya sekarang masih sekolah, nanti kalau sudah pulang sekolah kita mulai membuat vidionya!"