
Matahari sudah berada di ubun-ubun gunung, Sebentar lagi mungkin akan bersembunyi di baliknya. suasana kampung sukadarma yang terlihat begitu Asri, ditumbuhi oleh hamparan-hamparan sayuran yang seluas mata memandang. warnanya sudah berubah menjadi kuning keemasan, karena sinar matahari yang sudah mulai meredup.
Di waktu Yang indah itu, terlihat ada seorang wanita yang berjalan menuju ke kantor keranjang sayur. membuat orang-orang yang melihat mengerutkan dahi, karena tak biasanya Darmi sampai main ke kantor. mungkin ini adalah kunjungan pertama selama pertanian sang petani itu berdiri.
"Eh ada Ceu Darmi, mau ke mana Ceu?" tanya Sari yang kebetulan berada di kantor keranjang sayur. Semenjak mereka membuka aplikasi jualan keranjang sayur Home Shopping, para ibu-ibu yang biasanya hanya tinggal di rumah. mereka sekarang membantu pekerjaan keranjang sayur untuk packing sayur-sayur yang akan dikirimkan ke berbagai kota.
"Mau menemui Fathan Ceu, ada nggak?" Jawab Darmi.
"Oh mau ke Fathan Ya sudah ayo masuk...!' ajak Sari sambil menuntun tamunya masuk ke dalam kantor. Sesampainya di sana dia pun dibawa ke salah satu ruangan kerja Fathan.
Sore itu, terlihat di ruangan Fathan bersama Kirana sedang mengobrol sambil menatap mentari senja yang berada di atas gunung. mereka bercengkrama sebagai pasangan yang sangat bahagia. karena semenjak Fathan datang ke rumah, sikapnya sekarang sudah mulai berubah. awalnya dingin seperti salju sekarang sudah terlihat hangat, Bahkan mereka sering mengobrol berduaan ini membuat hati Kirana tiap hari dipupuki dengan penuh rasa cinta.
"Permisi Tan ?"ujar Sari
"Eh ada bisa Sari Dan Bi Darmi, Ada apa Bi?" ujar Fathan sambil berjalan ke ambang pintu di mana bibinya berdiri.
"Ini ada Ceu Darmi mau ketemu!"
"Ada apa ya Bi, Silakan masuk...!" ujar Fathan mempersilahkan
Darmi dan Sari Pun masuk ke ruangan kerja Fathan, sedangkan Kirana keluar tidak mau mengganggu orang yang bertamu, takut ada sesuatu yang penting yang harus mereka bicarakan.
Setelah mengantar tamunya, sama seperti Kirana Sari Pun berpamitan untuk melanjutkan pekerjaan yang masih banyak, sehingga di ruangan itu hanya meninggalkan Darmi dan Fathan.
"Ada apa Bi, kok kayaknya serius banget?" tanya Fathan membuka pembicaraan.
"Benar Tan Bibi datang ke sini karena ada sesuatu hal yang penting, yang tidak bisa ditunda-tunda."
"Hal penting apa?" ujar Fathan yang terlihat penuh keheranan sehingga dahinya terkerut seketika.
__ADS_1
"Kang Ujang...!" jawab Darmi tertahan dia tidak melanjutkan penjelasannya.
"Kenapa dengan Kang Ujang?" tanya sang petani yang merasa semakin penasaran.
Mendapat pertanyaan seperti itu, Darmi hanya menundukkan pandangan, terlihat dari sudut netranya keluar cairan bening membuat Fathan semakin tidak mengerti dengan keluhan tamunya.
"Bibi kenapa, Kok Bibi menangis?"
"Kang Ujang.....! Maafkan Kang Ujang....!' ucap Darmi tertahan.
"Iya saya akan Maafkan, tapi saya ingin tahu kesalahannya apa, dan ke siapa?"
Sebelum menjawab terlihat Kirana pun masuk sambil membawa cemilan kalau dihidangkan di meja kerja Fathan. kemudian dia mengambil air untuk menjamu tamunya. melihat keadaan Darmi yang terlihat sedang tertekan, dia pun keluar kembali tidak mau mengganggu pembicaraan mereka.
"Kalau Bibi butuh bantuan, bilang aja Bi...! Fathan pasti akan senang membantu, sebisa Fathan semampu Fathan," ujar Fathan setelah tidak mendapat jawaban.
"Maaf untuk apa?"
"Kamu ingat kejadian setahun yang lalu, di mana warga Kampung sukaramah menyerang kampung sukadarma.
"Iya saya sangat mengingatnya, karena Paman saya Mang Kamal sampai harus dilarikan ke rumah sakit, akibat diserang oleh warga kampung sukaramah. mungkin sampai kapanpun saya tidak akan melupakan kejadian itu, bukan untuk membalas dendam, tapi untuk mengingat kejadian kelam yang berada di kampung kita."
"Kamu ingat kenapa Kang Dadun dan Kang Nanang beserta Kang Parmin keluar dari anggota keranjang sayur?"
Fathan tidak menjawab, Dia hanya menganggukkan kepala sebagai Jawaban dari pertanyaan tamunya.
"Kamu tahu kenapa Bapak kamu sampai pergi meninggalkan rumah?"
"Tahulah Bi, karena kesalahan saya yang keras kepala dan ketidakmampuan saya mengadakan uang untuk pernikahan Farah."
__ADS_1
"Bukan, bukan seperti itu...!" semuanya yang menimpa terhadap kamu itu adalah kelakuan dari suami saya yang sangat menginginkan pertanian keranjang sayur hancur tak tersisa."
"Ah, Bibi jalan mengada-ngada!" ujar Fathan yang seolah tidak percaya.
"Bukan mengada-ngada Fathan, kenyataannya seperti itu. karena saya mendengar dan melihat dengan mata dan telinga saya sendiri. bahwa suami Sayalah yang merencanakan semuanya, dibantu oleh adik iparnya yang bernama Pardi, adik saya sendiri."
Mendengar penuturan Darmi Fathan hanya menarik nafas dalam kemudian membuangnya dengan pelan. karena dia sangat shock dengan kebenaran yang terjadi padahal menurut perasaannya dia tidak pernah merugikan orang lain, bahkan dengan Kang Ujang dia tidak terlalu akrab, sehingga sangat aneh ketika Kang Ujang melakukan hal-hal yang di luar batas seperti itu.
"Kenapa suami saya berbuat tega sama kamu, karena dia menganggap kamu adalah pengganggu usaha lintah daratnya. saya sudah memperingatkan beberapa kali agar dia berhenti meminjamkan uang dengan bunga. tapi apa daya Saya hanya sebagai seorang istri yang tidak bisa mengingatkan suami yang sedang berkubang dalam kesalahan," lanjut Darmi karena tidak mendapat tanggapan dari Fathan.
"Sudah bi...! Yang sudah terjadi biarkan Berlalu, Jadikan semuanya pelajaran ke depannya Saya tidak ada dendam, Saya tidak ada sedikitpun merasa sakit hati, karena semua ini adalah pelajaran bagi saya kedepannya untuk menjadi lebih baik menjadi jiwa yang lebih kuat ketika ditimpa cobaan. Terima kasih atas penyampaiannya!"
"Kamu tidak marah sama suami saya?"
"Enggak lah Bi, Saya justru berterima kasih dengan adanya Kang Ujang saya bisa semakin dewasa, karena saya bisa melewati semua cobaan yang diberikan oleh sang pencipta lewat Kang Ujang," jawab Fathan sambil tetap mengulum senyum.
"Tapi!"
"Tapi apa Bi?"
"Ada hal yang lebih penting dari semua yang sudah kamu alami. sekarang suami saya kang Ujang Dia sedang merencanakan rencana baru untuk melenyapkanmu dari muka bumi ini."
"Astaghfirullahaladzim...! Beneran itu bi."
"Benar Tan makanya Bibi datang ke sini karena Bibi tidak mau kejadian itu sampai terjadi. mungkin kalau Beneran itu sampai terjadi, Bibi akan menjadi janda ditinggalkan suaminya masuk penjara. walaupun Kang Ujang menurut orang lain jahat menurut orang lain sangat kejam. tapi dia sangat sayang sama keluarga, sehingga tidak ada alasan untuk meninggalkannya. jadi Tujuan saya datang ke sini sebenarnya ingin memberitahu kamu kan dan berharap kamu bisa menyelamatkan suami saya dari perbuatan-perbuatan yang akan merugikan semua pihak. kamu tolong Sadarkan Kang Ujang, agar dia kembali ke jalan yang benar."
Mendapat penjelasan dari darmi fathan pun terdiam seolah Sedang berpikir menimbang baik dan buruknya Langkah apa yang akan diambil. setelah berpikir agak lama dia pun memutuskan.
"Terima kasih atas informasinya Bi, Semoga saja saya selalu dilindungi oleh Allah begitupun juga dengan Kang Ujang semoga hatinya diberikan penerangan dari kegelapan yang sedang dialami."
__ADS_1