
Aplikasi Smart Farming
Keesokan paginya, seperti biasa para anggota keranjang sayur disibukan dengan mengolah tanaman masing-masing. Kamal yang sedang menjalani masa pemulihan, akibat luka tusuk yang diderita. Dia meminta Idan untuk mengajaknya menjenguk kebun yang sudah seminggu dia tinggalkan. anaknya itu awalnya menolak, namun Melihat kesungguhan bapaknya, akhirnya Idan pun mengalah membawa Kamal Ke Saung keranjang sayur.
"Jadi ke sini mang?" tanya Fathan yang segera bergegas menghampiri ke arah Kamal yang baru turun dari motor.
"Iya Tan! seharian di rumah terus, Mamang merasa bosan. kalau dulu kita merasa bosan berada di rumah terus karena bingung harus mengerjakan apa. sekarang sebaliknya kita merasa bosan karena kita tidak bisa melakukan apa-apa," jawab Kamal memberikan alasan.
"Ya sudah, tapi Mamang nggak boleh bekerja, Mamang diam saja, beristirahat! Nanti kalau sudah sembuh Mamang boleh bekerja lagi, sepuas Mamang...! semau Mamang....!" ujar Fathan sambil tersenyum kemudian dia membopong pamannya dibantu oleh Idan.
Mereka bertiga pun berjalan dengan perlahan menuju ke arah Saung, setelah berada di dalam mereka bertiga duduk di lantai yang terbuat dari papan.
"Ngopi nggak Mang?" tanya Fathan memberikan tawaran.
"Nggak ah Tan! barusan di rumah sudah ngopi," jawab Kamal menolak.
"Iya padahal kata dokter, bapak tidak boleh ngopi terlebih dahulu. tidak boleh merok0k terlebih dahulu, namun Bapak bandel," tambah Idan yang terlihat kesal, namun tidak bisa berbuat banya, karena kalau orang sudah menyandu susah untuk diingatkan.
"Nggak apa-apa, Yang penting kan kita sehat," jawab Kamal mengeluarkan alasan klasik, ketika orang tua diingatkan oleh anaknya.
"Sehat Bagaimana? sudah jelas sekarang bapak sakit."
Melihat perdebatan anak dan bapak, Fathan hanya tersenyum tanpa menanggapi apa-apa. meski hatinya sangat pilu karena dia tidak bisa bercanda secair itu dengan Farhan, bapaknya. bahkan sampai sekarang Farhan lebih sering memilih diam, daripada mengobrol dengannya. karena Farhan masih kecewa dengan Fathan yang memilih bertani Bahkan dia tidak pernah mau tergabung dalam kelompok keranjang sayur, meski Kamal selalu menggodanya.
"Ya kan, yang sakit perutnya, bukan mulutnya dan," Bela Kamal tidak mau kalah.
"Ehem.....! ehem.....!" ujar Fathan berdehem
"Sorry Tan! susah kalau menasehati orang tua, mungkin mereka merasa hidupnya lebih dahulu, sehingga tidak mau mendengar pendapat orang yang umurnya ada di bawah mereka," ujar Idan yang merasa tidak enak telah mencuekan Fathan. karena dia juga tahu Fathan sangat ingin mengobrol dengan bapaknya, Fathan ingin merasakan kehangatan yang dulu pernah diberikan oleh Farhan.
"Nggak apa-apa, Lanjutkan aja! saya mau mengecek pertanian yang mau dipanen nanti sore, Saya ingin melihat kualitasnya seperti apa," ucap Fathan sambil mengulum senyum menyembunyikan rasa pilu yang memenuhi dadanya.
"Sebentar Tan! aku mau menyampaikan berita baik" tahan Idan.
"Berita baik seperti apa?" ujar Fathan sambil merapatkan kembali duduknya, menatap ke arah orang yang berbicara.
"Seperti yang kamu ketahui, aku bersama empat orang lainnya, sedang membuat aplikasi untuk mengontrol sayuran. Alhamdulillah! aku sudah bisa membuat aplikasi itu meski masih ada banyak kekurangan. namun Seiring berjalannya waktu. kami berjanji, akan memperbaiki semuanya," jelas Idan menyampaikan hasil kinerjanya.
"Wah, mantap......! seperti Apa hasilnya?" tanya Fathan seolah tidak sabar ingin tahu dengan apa yang dicapai oleh sepupunya.
Idan pun mengeluarkan handphonenya, kemudian dia membuka kunci layar handphone tersebut. setelah layar handphonenya terbuka, dia mulai menunjukkan salah satu aplikasi yang berada di handphonenya.
"Aplikasi apa ini?" tanya Fathan yang masih belum mengerti.
"Ini aplikasi pengontrol sayuran, kita membuat dua aplikasi. satu untuk mengecek sayuran yang berada di alam terbuka, yang satu kita membuat aplikasi untuk mengecek yang ada di green house." jelas Idan menyampaikan penemuannya.
__ADS_1
"Nama aplikasinya apa?" tanya Fathan.
"Nama aplikasinya, sesuai dengan nama kelompok usaha kita."
"Keranjang sayur?" Fathan memastikan.
"Benar, namun saya tambahkan sedikit," jawab Idan.
"Ditambahkan seperti apa?"
"Nama aplikasi ini keranjang sayur Smart farming. keranjang sayur adalah doa kamu doa kita semua agar bisa menampung semua hasil pertanian kita. Smart farming adalah teknologi pintar untuk membantu pertanian ketika kita mengontrol tanaman-tanaman kita."
"Wah kayaknya pembahasan kita semakin dalam, kalau seperti ini mending kita bahas nanti malam, agar semua anggota keranjang sayur bisa tahu dengan penemuanmu. namun sebelum itu saya ucapkan terima kasih, atas kesediaan membantu usaha kelompok kita!"
"Kenapa nggak sekarang aja?" tanya Idan yang terlihat kecewa.
"Kita, Aku Dan Kamu, terus berinovasi sesuai dengan kemampuan masing-masing. tujuannya untuk memajukan kelompok keranjang sayur. dan ketika ada inovasi baru maka semua anggota harus mengetahui agar mereka yakin bahwa kita akan terus berevolusi menjadi lebih baik. menjadi sang petani yang akan menopang kehidupan seluruh masyarakat Indonesia, terutama keluarga sendiri." jelas Fathan membuat IDan mengangguk-ngangguk, mengerti dengan apa yang disampaikan oleh sepupunya.
"Kapan saya bisa menyampaikan penemuan saya?"
"Nanti aja setelah maghrib atau setelah isya, kita tanyakan dulu sama para anggota Kapan mereka siapnya," jawab Fathan memberi keputusan.
"Baik kalau seperti itu, biar aku siapkan presentasinya agar tidak membuat petani kecewa."
Hari itu Fathan disibukan dengan bekerja seperti biasanya, layaknya sang petani pada umumnya. dia tidak pernah mengeluh meski terik matahari membakar tubuhnya, tidak pernah menyerah meski baju yang ia kenakan basah oleh keringat.
*****
Malam hari, setelah melaksanakan salat Isya seperti yang sudah dibicarakan oleh Fathan dengan Idan. para anggota kelompok berkumpul di kantor keranjang sayur kantor kedua, yang diadakan di halaman rumah Kamal.
Untuk melengkapi presentasi Idan, Fathan pun telah menyiapkan layar agar para anggota kelompok bisa mengerti dengan apa yang akan disampaikan oleh sepupunya. tak lupa dia pun menyuruh Sarah untuk mengambil momen itu, karena dia sangat yakin apa yang akan disampaikan oleh edan sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertaniannya.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Maaf mengganggu waktu istirahat bapak-bapak Tani sekalian, karena ada yang mau kelompok sampaikan. mengingat pentingnya hal itu, maka saya mengundang para bapak-bapak dan para ibu-ibu untuk hadir ke tempat ini," ujar Fathan mengawali pembicaraan.
"Ada apa Tan, kayaknya serius banget, apa kita mau nonton bareng?" tanya salah Seorang warga sambil menatap ke arah layar, Yang tertulis keranjang sayur Smart farming.
"Iya kita akan menonton bareng, namun yang kita tonton bukan sinetron atau film. tapi kita akan mendengarkan apa yang hendak Idan sampaikan," jawab Fathan sambil mengulum senyum.
"Apa itu Jang?" tanya pak RT yang terlihat antusias.
"Silakan Dan!" ujar Fathan sambil menatap ke arah Idan yang duduk bergabung bersama warga.
Orang yang dipersilakan pun bangkit lalu berdiri, menatap ke arah para anggota kelompok keranjang sayur yang memadati halaman rumah bapaknya. terlihat dia menarik nafas beberapa kali, seperti sedang mengumpulkan keberanian untuk mempresentasikan apa yang dia capai.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," ujar Idan mengawali pembicaraan.
__ADS_1
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!" jawab para anggota kelompok keranjang sayur dengan serempak. mata mereka menatap ke arah Idan yang berdiri di hadapannya.
"Sebelumnya, saya mengucapkan beribu-ribut terima kasih telah menghadiri undangan kelompok, dan saya mohon maaf kalau saya berbicara sambil berdiri seperti ini."
"Lanjut!"
"Saya mengucapkan terima kasih buat Fathan, ketua kita. karena sudah menyiapkan penyambutan launching aplikasi yang saya buat. saya tidak berharap disambut seperti ini, Namun ini adalah bentuk penghormatan ketua kita atas kinerja yang kita kerjakan," Idan melanjutkan pembicaraannya, kemudian dia menatap ke arah Bakri yang tergabung ke dalam anggota yang ditugaskan untuk membuat aplikasi.
Orang yang ditatap seolah mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Idan. dengan cepat dia mulai membuka file yang ada di laptopnya. file presentasi yang sudah Idan siapkan, sehingga para anggota yang hadir menatap ke arah layar. di mana ada tulisan "selamat datang di aplikasi keranjang sayur Smart farming."
"Inilah hasil kerja saya bersama anggota beberapa bulan bergabung dengan kelompok keranjang sayur. semoga apa yang saya buat bisa berguna untuk pertanian," ujar Idan sambil menunjuk layar dengan pointer laser.
"Ini apa Jang?" tanya pak ustad yang tidak terlalu paham dengan hal-hal yang seperti itu, jangankan menjalankan, mengetahui aplikasi. handphone beliau pun masih berbentuk poliponik.
"Ini aplikasi yang bisa menunjang pertanian kita. ini bisa digunakan untuk mengontrol kesehatan sayuran, dan ketika digunakan di ruang green house, ini juga bisa mengontrol suhu, pemberian nutrisi dan penyiraman," jawab Idan menjelaskan.
"Cara menggunakannya Bagaimana Jang?" tanya Pak RT yang masih belum paham.
Ditanya seperti itu idan pun menatap ke arah Fathan, seolah meminta bantuan untuk menjawab pertanyaan semua warga. Karena dia baru kali ini menghadapi orang-orang yang Gagap teknologi. Berbeda dengan Fathan yang sudah hafal betul dengan semua anggota kelompoknya. dia sudah tahu cara bagaimana menyampaikan ide-idenya, agar mudah dimengerti oleh masyarakat kampung sukadarma.
"Aplikasi yang dibuat oleh Idan, itu kalau diibaratkan sebagai alat penunjang. kalau dalam pertanian, bisa juga disebut cangkul, disebut parang, disebut garpu. namun untuk mengetahui lebih lanjut, Idan harus langsung menunjukkan cara kinerjanya seperti apa." jawab Fathan, karena kalau dijelaskan akan terlalu berbelit. sehingga harus ditunjukkan kegunaannya Seperti apa, agar para anggota bisa paham.
"Yah benar! kalau masalah aplikasi-aplikasi seperti itu, kita nggak ngerti Dan!" timoal Seorang warga membenarkan.
Fathan pun kembali menatap Idan, seolah memberi isyarat dia tidak harus menerangkan Apa itu aplikasi, apa itu Smart farming. yang terpenting adalah kegunaannya seperti apa.
Idan pun mengangguk, kemudian dia meminta salah satu temannya untuk membawa dua tanaman yang sudah disiapkan dari tadi sore. Satu yang layu, yang satu masih segar bugar. kemudian tanaman Itu disimpan di atas meja yang sudah disiapkan.
"Bapak-bapak bisa lihat ke depan sini! di mana di hadapan saya ada tanaman yang satu sudah layu, yang satu masih segar. dari sini kita bisa menggunakan aplikasi ini untuk mengetahui apakah sayuran ini sakit atau tidak," jelas Idan mulai kembali melanjutkan pembahasan.
"Kayaknya tidak harus menggunakan aplikasi, kalau hanya untuk mengetahui sayuran itu layu atau enggak. Dengan mata telanjang pun kita sudah bisa mengetahui mana tanaman yang layu mana tanaman yang masih segar," sanggah Salah Seorang warga. begitulah ketika ada perkumpulan, maka akan ada orang yang tidak sepaham. Karena begitulah sifat orang, beda kepala, beda pemikiran, beda juga keinginan.
"Benar kita bisa melihat secara kasat mata, namun ketika kita menggunakan aplikasi." jelas Idan sambil mengarahkan handphone ke Salah satu tanaman yang ada di atas meja. terlihatlah di layar besar tanaman itu tergambar dengan sempurna, kemudian aplikasi itu menangkap gambar tanaman yang di scan oleh aplikasi keranjang sayur Semar farming.
"Hanya foto, aplikasi apa itu?" tanya salah seorang anggota seolah melemahkan.
Namun setelah foto itu tersimpan, Bakri mulai memencet tombol scan. aplikasi yang dibuat oleh Idan pun mulai menganalisis foto itu, sehingga keluarlah analisa analisa mengenai tanaman yang ada di foto. kebetulan foto yang diambil oleh Idan adalah foto yang layu. sehingga analisa yang keluar sangat banyak. mulai dari keterangan kondisi tanaman, penyebab-penyebab Kenapa tanaman bisa layu, ditambah cara menanggulangi tanaman agar bisa sehat kembali, bahkan persentase keberhasilan penyelamatan pun dijelaskan. Melihat kehebatan aplikasi yang dibuat oleh Idan, para warga yang awalnya terlihat meremehkan, mereka menganga terkaget dengan apa yang dijabarkan oleh aplikasi itu.
Selesai menganalisa tanaman yang layu, Idan pun mulai mengarahkan handphonenya ke tanaman yang segar. lalu menangkap tanaman itu dengan menggunakan kamera bawaan, sehingga muncullah gambar tanaman yang baru diambil. kemudian Bakri mulai menscannya kembali. Setelah tombol scan dipencet , keluarlah analisa analisa yang berbeda dengan analisa yang pertama. kalau sekarang aplikasi Itu menganalisa bahwa tanaman itu sangat sehat sehingga aplikasi memberikan cara perawatan Agar tanaman itu tetap sehat.
Prok! Prok! Prok!
Fathan bertepuk tangan memberikan apresiasi atas pencapaian yang dicapai oleh sepupunya, Dia sangat bangga karena dia selalu dikelilingi oleh orang-orang hebat seperti kamal dan Idan. Melihat Ketuanya bertepuk tangan akhirnya para anggota keranjang sayur pun ikut memberikan apresiasi. Mereka semakin yakin bahwa langkah yang mereka ambil tidak salah karena Fathan selalu berinovasi terus menerus.
"Wow.....! hebat.....! hebat.....!" Puji Fathan yang menatap kagum ke arah layar yang menunjukkan analisa tanaman yang ada di atas meja.
__ADS_1