
Vidio promosi
Akhirnya Ketiga orang itu pun masuk kembali ke dalam Saung, lalu duduk di tempat yang tadi mereka tinggalkan. dari arah kebun para petani keranjang sayur mulai mendekat ke arah Saung, karena matahari yang sudah sampai di ubun-ubun. membuat mereka tahu bahwa sebentar lagi waktu istirahat akan datang.
Dari arah dapur terlihat beberapa orang yang membawa kuali berisi nasi liwet, kemudian menyimpan di teras depan. dari arah kebun yang lain terlihat ada seorang bapak-bapak yang membawa daun pisang, mungkin hendak digunakan untuk alas makan, karena terlihat daun pisang itu digelar seperti karpet.
Sesudah Daun pisang digelar, salah seorang dari anggota keranjang sayur mulai menumpahkan nasi ke atas daun pisang tersebut. Setelah nasi tersaji kemudian lauk pauknya pun di Tata serapih mungkin di atas nasi yang terlihat masih mengepul.
Wangi nasi liwet membuat perut surya dan Seno terasa melilit, apalagi ikan asin yang ditumpangkan di atasnya, membuat tercium semakin nikmat, Menggoyangkan usus-usus yang sedang lapar.
"Bi! Tolong pisahkan nasi buat Pak Seno dan Pak Surya," pinta Fathan sama orang yang bertugas memasak.
"Nggak usah lah Pak Fathan! kita makan bareng aja," Tolak Seno.
"Nggak apa-apa Pak! Sebentar saya bawa ke sini nasinya. soalnya kalau gabung sama Pak Tani badannya bau asem keringat!" jawab bibi-bibi itu menyanggupi perintah Fathan.
"Nggak apa-apa bi, nggak usah ngerepotin, kita makan bareng saja," saran Seno.
"Ya sudah kalau seperti itu, Ayo gabung bersama para petani lainnya, soalnya mereka sudah siap," ajak si bibi tani dengan ramah.
"Ayo sen! ayo pak Surya!" ajak Fathan sambil berdiri dari tempat duduknya.
melihat Fathan sudah berdiri kedua tamunya pun bangkit mengikuti menuju ke teras Saung yang agak luas. karena selain untuk berteduh, teras tu juga suka dijadikan tempat acara kumpul-kumpul bareng seperti sekarang.
Mata Seno dan Surya terbelalak kaget, setelah melihat daun pisang yang membentang dari ujung teras sampai ujung teras. dia tidak menyangka bahwa beginilah Fathan mempererat tali persaudaraan antar sesama petani. pantas saja pertanian Fathan sangat maju, karena dia sangat paham dengan karakteristik bawahannya, sehingga para petani itu nyaman bertani dengannya.
Para anggota keranjang sayur, Setelah nasi terhidang lengkap dengan lauknya. mereka mulai duduk mengambil posisi masing-masing. begitu juga Fathan, Seno dan Surya Mereka pun duduk berdampingan.
"Ada acara syukuran apa Tan?" tanya Seno berbisik.
"Nggak ada Pak! Emang saya meminta kepada para petani seminggu sekali kita harus mengadakan acara makan-makan bersama, walaupun dengan lauk seadanya, tapi ini cukup untuk mempererat tali persaudaraan kami, karena dengan adanya rasa persaudaraan, maka kita akan saling bahu-membahu mewujudkan cita-cita yang sama," jawab Fathan menjelaskan.
"Hebat! hebat...! Saya suka cara kerja Bapak, pantas saja pertanian yang kamu urus sangat maju, karena para petani pasti akan sangat loyal dengan pemimpin yang baik seperti kamu."
"Ah nggak gitu juga kali pak!" jawab Fathan tersenyum merendah.
"Sudah kumpul semuanya?" tanya pak RT yang sudah ikut bergabung.
"Tinggal Oji sama sarmon yang belum datang pak, Mungkin lagi mencuci tangan," jawab warga yang lain memberitahu.
"Ya sudah tunggu sebentar, kita nggak boleh makan duluan. Kita harus makan bersama-sama," jucap Pak RT memberi komando.
Mendengar solidaritas mereka yang begitu erat, Surya semakin yakin bahwa Fathan adalah orang yang luar biasa, bahkan bisa mengajarkan rasa simpati terhadap orang lain.
__ADS_1
Tak lama menunggu, akhirnya orang yang ditunggu pun datang. Mereka pun duduk mengambil posisi masing-masing. "silakan pak ustad mulai berdoa! agar kita bisa cepat makan," cetus Pak RT sambil mengulum senyum, menatap ke arah tetuah Kampung lainnya.
"Baik, terima kasih Pak RT. assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, alhamdulillahirobbilalamin, alhamdulillahirobbilalamin, Hamda syakirin, Hamda naimin, Hamdan yuwafi ni amahu wa yukafi mazidah," Pak ustad pun mulai membaca doa, yang di dalamnya adalah bentuk rasa syukur atas karunia nikmat Allah yang diberikan. Karena sampai saat ini mereka para petani selalu diberi kenikmatan yang begitu luar biasa.
Selesai membaca doa, akhirnya acara makan besar itu dimulai. acara makan yang diikuti lebih dari 50 orang anggota keranjang sayur. Seno dan surya yang baru pertama kali mengikuti acara makan tersebut, dalam hati mereka sangat merasa terharu. karena baru pertama kali mereka merasakan makanan yanga nikmat meski, hanya dengan ikan asin sambal dan lalapan-lalapan hasil dari pertanian.
Kedua orang kota itu terus menikmati melahap makanan yang ada di hadapannya, walaupun para petani sudah mulai berhenti makan karena sudah kenyang. namun Fathan yang tahu bahwa tamunya sedang menikmati makanan, dia tetap menemani, meski hanya makan dengan sedikit-sedikit, agar kedua tamunya itu tidak merasa malu.
"Alhamdulillah mantap banget pak! habis makan pedas di sikat pakai air teh hangat," ujar Seno Setelah meneguk air teh hangat yang ada di dalam gelas.
"Alhamdulillah, terima kasih kalau keterima, Tadinya saya sudah khawatir, takut bapak-bapak tidak berkenan makan bersama kami,"
"Kalau tahu akan disuguhi makanan senikmat ini, saya nanti akan sering datang berkunjung ke sini. kegiatan makan besar bersama seperti sekarang, diadakan setiap hari pak?" Tambah Surya diakhiri dengan pertanyaan.
"Seminggu sekali, Pak! karena kalau keseringan Nanti akan menghabiskan waktu untuk pertanian."
Pak RT sebagai ketua Kampung mereka, mulai membagikan rok0k Kretek kepada para warga yang suka merok0k. mungkin para ketua kelompok keranjang sayur tahu, kalau habis makan tidak merok0k itu, sangat tidak nikmat, kayak sayur karung garam.
"Oh iya, kalau ada acara begini uangnya dari mana, nggak mungkin kan kalau mengadakan acara seperti ini. tidak ada modal?" tanya Seno yang semakin penasaran dengan cara pengolahan pertanian yang Fathan jalankan.
"Kita kelompok keranjang sayur sudah sepakat. bahwa semua orang yang tergabung di dalamnya, adalah orang-orang yang memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memajukan Kampung sukadarma. jadi kita tidak ada yang mengambil keuntungan lebih, hanya mengambil uang sesuai gaji yang disepakati. keuntungan yang didapat, dipotong gaji, dipotong membayar cicilan, maka pasti ada sisa. Nah, sisanya itu kita tabung buat kebutuhan yang lainnya. selain buat melengkapi kebutuhan, itu juga digunakan untuk membuat acara-acara seperti ini, bisa juga digunakan untuk membantu para anggota yang sedang kesusahan dalam masalah finansial, atau masalah apapun," jelas Fathan panjang lebar.
"Emang omset perbulan berapa?" Tanya surya yang semakin tertarik.
"1 M Pak, namun untuk menggaji anggota kelompok saja sekarang hampir 250 jutaan, belum lagi bayar cicilan yang perbulan hampir 350 jutaan. Sisanya kita gunakan untuk modal kembali, karena ada sayuran-sayuran atau tanaman-tanaman yang tidak panen dalam waktu 2 bulan atau 3 bulan, seperti pisang, pepaya, itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan panen. jadi itu sangat membutuhkan biaya. Ditambah perawatan aset dan penambahan aset."
Seno dan Surya Mereka berdua meminta izin untuk ikut, karena mereka juga ingin melaksanakan salat zuhur terlebih dahulu. Setelah mendapat persetujuan akhirnya mereka bertiga pulang ke rumah Fathan menggunakan mobil Seno.
Sehabis salat zuhur, Fathan dan kedua tamunya ditambah Sarah. Mereka pun kembali ke kebun di mana kantor keranjang sayur berada.
"Hari ini kita akan membuat video drone," jelas Fathan sambil menatap Sarah.
"Drone apa, Drone mainan? kan kita juga sudah punya video kalau hanya Drone mainan," jelas Sarah menerangkan, karena memang benar Sarah dan Fathan sudah membuat video tentang drone untuk menunjang vlog mereka.
"Ini drone-nya berbeda. namanya Drone agrikultur."
"Apa itu?"
"Drone untuk pertanian. biasanya Drone dipakai untuk mengambil rekaman video dari arah atas, sekarang Drone sudah ada yang bisa digunakan untuk menyiram tanaman dan menyemprot hama." jelas Fathan menerangkan sama adiknya.
"Oh begitu, Kak Kirana sudah diberitahu?" Ujar Sarah tak kepanjangan membahas tentang Drone itu.
"Belum, sana beritahu!"
__ADS_1
Sarah pun bangkit dari tempat duduknya, kemudian dia menghampiri Kirana calon kakak iparnya, yang sedang mengobrol membahas keuangan pertanian bersama Farah. setelah diberitahu Kirana pun bangkit dari tempat duduknya, lalu bergabung dengan mereka.
"Mau buat video apa?" Tanya Kirana sambil menatap ke arah kekasihnya.
"Video drone?"
"Drone seperti apa yang mau dibuatkan videonya?" tanya Kirana yang belum tahu, walaupun tadi dia melihat ada surya dan Seno sedang mengobrol dengan Fathan, namun dia tidak terlalu memperhatikan apa yang ketiga laki-laki itu bicarakan.
Surya, pemilik drone itu mulai menjelaskan tentang Drone yang hendak ia tawarkan. meski Fathan tidak akan membeli, namun dia meminta bantuan agar Drone itu bisa dikenal oleh para petani lainnya. karena dia tahu pengikut channel YouTube keranjang sayur sudah hampir 200.000 subscribe. jadi ini adalah kesempatan yang bagus untuk memperkenalkan produknya, apalagi Fathan tidak meminta imbalan apa-apa.
Setelah dijelaskan panjang lebar, Kirana pun mulai paham. dia adalah narator di setiap video keranjang sayur, jadi dia harus sangat paham dengan apa yang akan dia sampaikan di videonya, agar pesan yang mereka buat bisa sampai ke para penikmat video yang ada di kanal youtube-nya.
Setelah semuanya jelas, akhirnya mereka berlima pun bangkit dari tempat duduknya. kemudian menuju keluar di mana Drone Itu disimpan. Sarah yang sejak dari awal adalah Kameramen Fathan, dari ketika memanen padi kamal. dia mulai menjalankan tugasnya mengambil wajah calon kakak iparnya, sebagai awal dari perkenalan drone agrikultur.
Setelah Kirana menyampaikan narasinya. sekarang giliran Fathan yang diambil gambar videonya. namun video itu tidak diambil di depan halaman keranjang sayur, Fathan meminta agar mengambil video itu di sawah, agar lebih meyakinkan bahwa Drone yang hendak mereka tawarkan bisa bermanfaat. kebetulan menurut salah satu keterangan dari anggota keranjang sayur, bahwa tanaman padi harus disemprot.
Kelima Orang itu mulai naik ke mobil Seno, lalu menuju ke arah sawah yang padinya sudah mulai menguning keemasan. Sesampainya di sawah, Fathan mulai mengoperasikan yang ia bawa sambil menjelaskan kegunaan-kegunaan dan kelemahan-kelemahan Drone itu, tak lupa dia juga menjelaskan harganya yang lumayan mahal.
Anggota keranjang sayur yang sedang menyemprot padi, dia menatap ke arah Drone yang sedang menyemprot padi yang ia semprot. mereka berdecak kagum melihat kecanggihan mesin Drone itu, sesekali para petani yang sedang menyemprot padi menatap ke arah semprotan yang ada di tangannya, mungkin sedang membandingkan dengan Drone yang sedang terbang swmbil menyemprot padinya.
Video itu terus dibuat, hingga sore hari mereka baru selesai membuat video Drone itu. setelah video yang diambil di rasa cukup, Mereka pun kembali ke kantor keranjang sayur.
"Nanti kita akan edit dulu, sebelum kita posting," jelas Fathan membuka pembicaraan.
"Terima kasih banyak atas kesediaannya mempromosikan alat-alat kami, semoga ke depannya kita bisa berlanjut dalam bentuk kerjasama yang lebih formal," jelas Surya.
"Amin...! Saya selalu menunggu mesin-mesin canggih untuk memudahkan pertanian, Semoga dengan adanya minat dari pihak masyarakat, para pembuat mesin-mesin pertanian mereka merasa terpanggil, karena penemuan mereka sangat dibutuhkan oleh khalayak ramai."
"Ya sudah, kalau seperti itu. kita berdua pamit dulu, nanti saya akan berkunjung kembali ke kampung sukadarma," cetus Seno berpamitan.
"Nggak nginep aja?"
"Lain kali, kalau sekarang saya belum meminta izin sama istri." Jawab Seno memberi alasan.
"Padahal Kalau mau nginep, Kebetulan kami juga sudah membuat Mini Resort, untuk para tamu. meski baru satu Villa namun ke depannya saya akan terus menambah, membangun minii Resort ini, agar ketika ada wisatawan mereka akan nyaman di sini."
"Semoga semua yang kamu cita-citakan bisa terkabul, dan para warga kampung sukadarma terus bersemangat mengembangkan pertanian mereka," jawab Seno menunjukkan kekaguman.
"Amin!" jawab Fathan.
Setelah selesai mengobrol sebentar, mereka pun bersalaman. lalu meninggalkan kantor keranjang sayur, ditatap oleh Fathan dan Kirana beserta Sarah, hingga mobil yang dikendarai oleh Seno Tak Terlihat Lagi ditelan oleh belokan jalan.
"Semoga aja ini awal yang baik buat pertanian kita, karena lambat laun pertanian ini sudah mulai dilirik oleh perusahaan-perusahaan penyedia mesin pertanian, meski hanya menumpang promo produknya, namun itu cukup mengagumkan," gumam Fathan.
__ADS_1
"Amin...!" jawab Kirana dan Sarah serempak.
Akhirnya mereka bertiga pun bersiap-siap untuk pulang, karena waktu sudah mulai menunjukkan sore hari. para petani lainnya sudah pulang duluan, namun Fathan dan Kirana mereka belum pulang karena tadi tanggung masih ada pembuatan video yang harus diselesaikan.