
Korban
"Pulang! Selamatkan diri!" seru Fathan sambil terus berlari menuju ke arah Saung. terlihat di halaman kantor keranjang sayur, banyak orang yang saling bertarung, saling melempar, saling menendang. sehingga debu yang Terinjak mengepul ke atas.
"Ya Allah Sebenarnya ada apa ini." ujar Fathan sambil menarik salah satu warga untuk memisahkannya.
"Berhenti! toloooooong kalian berhenti!" teriak Fathan mencoba menghentikan pertarungan itu, namun orang-orang yang sudah dipenuhi dengan amarah, mereka tidak mendengarkan ucapan Fathan.
Merasa kesal dengan orang-orang yang tidak mendengar ucapannya, Fathan pun mengambil sebilah kayu lalu menghajar orang-orang agar menghentikan pertarungan itu. melihat ada orang yang membawa senjata, membuat orang-orang yang sudah tidak menggunakan akal sehat merasa terilhami. dengan cepat Mereka pun mengambil senjata masing-masing. kedatangan Fathan bukan mendinginkan masalah, Namun malah membuat suasana semakin ricuh.
Warga Kampung sukadarma dan kampung sukaramah terus bertarung, entah memperebutkan apa. namun permusuhan antar kampung itu sudah terjadi sekian lama. tapi kalau untuk saling Serang seperti sekarang, sudah 10 tahun terakhir tidak terjadi. bahkan Pak RT mengusulkan untuk bertukar jodoh agar suasana kekeluargaan terus terjalin antara Kampung sukadarma dan kampung sukarama.
Dor! dor! dor!
Terdengar letupan pistol yang diarahkan ke arah atas, oleh salah seorang polisi.
"Berhenti! tolong berhenti!" teriak seorang menggunakan Toa, sehingga membuat orang-orang yang sedang asyik bertempur mereka berhenti seketika. mungkin merasa kaget dengan suara ledakan yang begitu nyaring. lalu mereka menatap ke arah datangnya suara, terlihat dengan jelas ada 10 orang yang berdiri 4 diantaranya menodongkan pistol ke arah para warga yang saling menatap.
"Jangan diteruskan atau kalian semua akan saya masukkan ke penjara." lanjut orang yang berbicara dengan pengeras suara. "Sekarang kalian berpisah! warga kampung sukadarma di sebelah kanan, warga kampung sukaramah di sebelah kiri. jangan ada yang melanjutkan perkelahian kalau ada maka anggota Kami tidak akan segan-segan untuk menembak!" peringatan kepala pengaman.
Dengan perlahan para warga pun mulai berpisah sesuai dengan arahan polis, warga kampung sukadarma berkumpul di sebelah kanan sedangkan warga kampung sukaramah ke arah sebaliknya. namun tanpa ada yang mengetahui salah seorang dari warga kampung sukaramah ada yang mengeluarkan pisau belati yang tadi dia sembunyikan dibalik bajunya, sambil terus mendekati ke arah Fathan dari belakang.
__ADS_1
Kamal yang sejak dari tadi terus memperhatikan Fathan. karena menurutnya Fathan adalah harta yang sangat berharga, yang harus ia jaga harus ia lindungi. ketika melihat salah satu warga sukadarma yang mendekati sambil mengeluarkan pisau dengan cepat dia pun berlari menuju ke arah Fathan. lidahnya yang tiba-tiba terasa kelu, tak mampu berteriak. mungkin kepanikan yang sudah memenuhi pikirannya.
Sreet!
Pisau itu masuk menusuk ke arah perut membuat orang-orang yang melihat berteriak dengan histeris. Fathan yang tadi terdorong oleh Kamal sehingga dia terjatuh. dengan cepat membalikkan tubuh untuk mengetahui siapa yang mendorongnya. terlihat Kamal yang sedang memegangi perut, dari celah-celah jarinya keluar darah segar membuat Fathan berteriak histeris, kemudian dia berlari memeluk tubuh pamannya yang hendak roboh.
"Bapaaaaaak!" teriak Idan yang melihat bapaknya bersimpuh darah, dia pun berlari menghampiri Kamal yang sedang dipeluk oleh Fathan. para warga Kampung sukadarma pun ikut berkumpul menggerumuni tubuh Kamal.
Kedua anak muda itu memeluk tubuh Kamal, terlihat dari kedua bola mata mereka mengucur cairan bening membasahi pipi. mata Fathan yang memerah sempurna menatap ke arah orang yang sedang memegang pisau, pria itu pun terlihat kaget karena tidak menyangka kejadiannya akan seburuk itu, atau mungkin dia merasa menyesal karena dia tidak bisa menikam Fathan.
Dengan cepat Fathan pun berlari menuju ke arah pria yang sedang memegang pisau, ingin membalaskan rasa sakit yang diderita oleh pamannya. namun para pengaman yang dari tadi sudah siap menghentikan Fathan, memegang tubuh kekar itu. melihat Fathan susah dikendalikan, para warga pun ikut membantu memegangi agar tidak menimbulkan korban selanjutnya.
Pria yang menusuk Kamal dengan cepat diamankan oleh Polis, pisaunya diamankan, tangannya diikat kemudian dibawa ke mobil.
"Sabar! sabar Fathan! sabar! Mang Kamal masih bisa diselamatkan, kalau kamu membuang waktu seperti ini. maka akan kecil kemungkinan pamanmu bisa selamat!" tenang Seorang warga yang memegangi Fathan, Bukan dia tidak memiliki rasa simpati terhadap warga yang terluka, namun dia juga tidak mau ada korban yang berjatuhan lagi.
Fathan yang tersadar dengan ucapan orang itu, dia pun sedikit menggunakan akal sehatnya, karena memang benar kalau dia mengurus orang yang menusuk pamannya akan banyak waktu yang akan terbuang sia-sia, dan dia masih punya waktu untuk membalaskan dendamnya, di kemudian hari, yang terpenting sekarang adalah keselamatan pamannya. karena Fathan sama seperti Kamal, dia menganggap pamannya itu adalah orang yang berharga, walau bagaimanapun kamalah orang yang pertama yang mempercayai dirinya untuk memulai bertani.
"Farah! Panggil Farah!" teriak Fathan menyeru dengan suara sedikit bergetar. menggetarkan hati orang-orang yang ada di situ, seperti ikut merasakan kepedihan yang sedang dia alami. Fathan bertanya tentang adiknya karena Farah itu mengambil jurusan Keperawatan.
Namun ketika Asep hendak pergi, terlihatlah Farah yang keluar dari dalam Saung. tadi ketika para warga ada yang menyerang, Farah yang mau menyelamatkan diri, dia tertahan oleh kepungan warga yang sedang bertarung, sehingga dia memutuskan untuk bersembunyi di dalam Saung.
__ADS_1
"Ada apa kak?" Tanya Farah yang menghampiri, matanya basah dengan cairan bening, Mungkin dia merasakan kesedihan yang sama. karena tadi dia mendengar suara kakak dan sepupunya Memanggil nama Kamal, dengan histeris.
"Tolong selamatkan pamanmu! tolong! kamu kan kuliah di bidang keperawatan. sekarang waktunya kamu menggunakan ilmumu." ujar Fathan memohon dengan memelas, membuat semua hati orang merasa teriris melihat kesedihan sang petani muda itu.
Farah yang dimintai tolong, dia tak menjawab lagi. dia berlari menuju ke arah Kamal yang sudah terlihat lemas, setelah mengetahui apa yang harus dia lakukan. Farrah pun kembali ke Saung, tak lama dia kembali dengan membawa alat P3K. karena kecelakaan kerja saat bertani itu sangat mungkin, sehingga kotak P3K disiapkan di kantor keranjang sayur.
Farah mendudukan tubuhnya di samping Kamal, kemudian dia mulai membersihkan luka itu dengan air, lalu menutupnya dengan perban, agar pendarahannya bisa terhenti. meski sedikit agak ngeri, karena melihat luka sedalam itu, namun Farah menguat-nguatkan diri, agar dia bisa menyelamatkan nyawa pamannya.
Selesai memberikan pertolongan pertama, Farah pun menatap ke arah kakaknya. "Saya hanya bisa menghentikan darahnya Agar tidak banyak yang keluar. untuk kelanjutannya kita harus bawa Mang Kamal Ke rumah sakit, semakin cepat! maka akan semakin baik." jelas parah menjelaskan.
Mendengar penjelasan dari adiknya, Fathan pun mendekati Kamal lalu memegang tangannya seolah memberi kekuatan. "yang kuat Mang! yang kuat!" ujar Fathan yang terdengar sendu, dengan menatap semua orang. Mereka yang ditatap seolah mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Fathan. para warga mulai mengangkat tubuh Kamal menuju ke salah satu mobil pick up yang terparkir di halaman kantor keranjang sayur.
"Aseeeeep! Asep!" teriak Fathan.
Orang yang dipanggil pun menghampiri, tanpa disuruh dia sudah mengerti dengan tugasnya. Asep langsung masuk ke dalam mobil diikuti oleh Farah, sedangkan Fathan bersama Idan dan beberapa warga lainnya ikut di belakang sambil memeluk tubuh Kamal, kepalanya disandarkan di paha Fathan. tanpa ada perbincangan, mobil itu mulai melaju menyusuri jalan yang seperti sungai kekeringan.
"Bagaimana nih pak?" tanya Pak RT yang menatap ke arah pihak keamanan.
"Mana Ketua kampung sukaramah?" Tanya polisi itu sambil celingukan mencari orang yang dipanggil.
"Saya Pak!" jawab orang yang dipanggil sambil mengangkat tangan kemudian dia menghampiri.
__ADS_1
"Sekarang Tolong bawa semua warga kampung sukaramah untuk pulang ke rumahnya terlebih dahulu, kecuali orang yang tadi menusuk warga. Orang itu Saya akan bawa ke kantor agar diproses secara hukum yang berlaku. dan pastikan warga kampungnya tidak akan menyerang Kampung sukadarma lagi. Saya akan menugaskan anggota saya untuk memantau terus situasinya dan nanti kalau situasinya udah kondusif. kita akan berkumpul kembali untuk membahas kelanjutannya seperti apa." jelas pihak Kepolisian memberikan keputusan, karena kalau dilanjutkan sekarang Maka situasinya akan berbeda. karena para warga dari kedua belah pihak sudah dimakan oleh amarah masing-masing.