
Update aplikasi Smart Farming
"Emang cukup, buat membuat 20 Mini hotel? kan tanahnya sedikit," tanya Sari ketika mendengar suaminya menyarankan membuat Mini hotel di pinggiran tanah mereka yang dekat dengan sawah.
"Cukuplah! kan Mini Hotel ukurannya paling 5 kali 5 meter. Bener begitu kan tan?" jawab Kamal sambil melirik ke arah Fathan yang sedang menikmati secangkir kopi bersama goreng pisang.
"Benar memang segitu, Tapi saya tidak akan membuat banyak terlebih dahulu. mungkin akan menyicil membuat Mini Hotel itu, sesuai dengan budget uang yang kita punya."
"Kenapa nggak pinjam uang ke bank lagi, untuk menambah modal?" ujar Kamal memberikan saran.
"Hutang kita sudah banyak Mang untuk membeli mesin-mesin pertanian. saya tidak mau menambah hutang lagi, cukup hanya mesin pertanian saja yang berhutang, yang lain tidak boleh," jawab Fathan menjelaskan
Akhirnya mereka berlima terlarut dalam obrolan obrolan ringan, namun tidak jauh dari membahas kemajuan pertanian keranjang sayur. Fathan sangat berharap kalau Farhan Bapaknya bisa punya pemikiran seluas pamannya, bisa menerima pendapat yang dia keluarkan.
Kira-kira pukul 07.00, keempat orang itu beranjak dari tempat duduknya kemudian keluar dari rumah kamal menuju kantor keranjang sayur. Mereka hendak bekerja seperti hari-hari biasa, menyisakan Sari yang tinggal di rumah sendirian.
Sesampainya di kantor keranjang Sayur, Kamal mengambil perkakas pertanian, lalu menuju ke kebun yang diagarap. sedangkan Kirana menemui Zahra untuk berdiskusi tentang keuangan keranjang sayur.
"Tan....! Fathan!" Panggil idan ketika melihat Saudara sepupunya hendak berangkat untuk mengontrol pertanian.
"Iya, Ada apa Dan?" tanya Fathan sambil membalikkan tubuh menatap ke arah sepupunya.
"Mau ke mana sekarang?"
"Biasa mau ngontrol pertanian."
"Kebetulan aplikasi yang aku buat, sudah selesai diperbaiki, sesuai dengan apa yang kamu sarankan. boleh nggak kalau aku ikut mengontrol sayuran, sekaligus mengetes aplikasi yang baru di update?"
"Bolehlah...! ayo....!" ajak Fathan.
Akhirnya kedua remaja itu berjalan menuju ke arah kebun, terlihat di sana para petani sudah mulai bekerja. ada yang sedang membersihkan rumput-rumput liar yang tidak mereka tanam. ada juga yang sedang menyemprot pestisida Agar tanaman mereka tidak diganggu oleh hama, ada juga yang sedang panen mempersiapkan buat pengiriman ke pasar sore hari nanti.
Saudara sepupu itu, terus berjalan hingga akhirnya mereka sampai di kebun yang sedang dikelola oleh Kamal. terlihat paman dan bapaknya itu, sedang membersihkan rumput-rumput yang tumbuh di samping mulsa.
"Bagaimana Mang?" tanya Fathan sambil mendekat ke arah pamannya.
"Aman....! semuanya aman tanaman kita terlihat sangat gemuk dan sangat subur."
"Alhamdulillah....! semoga hasil panennya tidak mengecewakan."
__ADS_1
"Amiiiin...!"
"Oh ya, kamu mau ngapain dan, kok tumben-tumbenan ikut sama Fathan?" tanya Kamal sambil menatap ke arah anaknya.
"Mau mengetes aplikasi yang sudah disempurnakan Pak, aplikasi pengecek sayuran!"
"Oh begitu, ya sudah silakan...!"
Fathan dan Idan pun berjongkok kemudian mengarahkan handphone yang dibawa oleh Idan ke Salah satu sayuran, hingga aplikasi yang dibuat Idan mengeluarkan analisa analisa tentang tumbuhan itu.
"Coba yang ini Dan!' Pinta kamal sambil menunjuk Salah satu tanaman yang tidak terlalu gemuk.
Idan pun mengangguk, dia dan Fathan berjalan menuju ke arah tanaman yang ditunjukkan oleh Kamal. setelah sampai mereka pun berjongkok lalu melakukan hal yang sama, menscan tanaman itu dengan aplikasi keranjang sayur Smart farming.
Setelah di scan, aplikasi yang dibuat oleh Idan mengeluarkan analisa bahwa tanaman itu bisa kerdil karena diakibatkan kurangnya sinar matahari, kebanyakan atau kelebihan air, terserang hama dan penyakit, tidak seimbangnya nutrisi tanah dan yang terakhir aplikasi menganalisa bahwa tanaman bisa kerdil diakibatkan oleh tanah yang tidak subur.
"Kalau seperti ini bagaimana?" Tanya Fathan sambil menatap ke arah sepupunya.
"Kita lihat dengan kasat mata, yang terpenting aplikasi ini sudah memberi tahu penyebab-penyebab Kenapa tanaman bisa sekerdil ini?" Jawab idan memberi penjesaan.
Mereka bertiga pun terdiam menatap ke arah tanaman yang kerdil berbeda dengan tanaman-tanaman yang lainnya. mulai mengecek sinar matahari yang .menyinari tanaman itu, sampai menganalisa tanahnya
"Kalau kekurangan sinar matahari, tanaman ini sama dengan tanaman-tanaman yang lainnya. kalau kekurangan nutrisi tapi tanaman yang di sampingnya subur," gumam Fathan sambil terus memperhatikan tanaman itu, dia mulai menerka-nerka Penyakit apa yang menimpa tanamannya.
Mereka bertiga pun kembali memperhatikan tanaman itu dengan seksama, dengan teliti. Melihat lebih jelas apa yang sebenarnya terjadi dengan tanaman kerdil itu.
Setelah yakin dengan apa yang mereka lihat, bahwa tanaman itu bisa kerdil diakibatkan oleh penyakit atau virus. Idan pun mengklik analisa yang ada di handphonenya, lalu muncullah analisa pertolongan ketika tanaman kerdil diakibatkan oleh Serangan Hama.
Tanaman yang kerdil bisa ditanggulangi dengan cara varietas tanaman, memilih bibit unggul, pergiliran tanaman, menanam tanaman pembatas, sanitasi, tumpang sari, memanfaatkan musuh alami penyakit.
Ketika mengklik analisa sanitasi aplikasi yang dibuat oleh Idan mulai menjelaskan, Bagaimana cara mengsanitasi tanaman yang kerdil. aplikasi Itu menjelaskan bahwa petani harus melakukan sanitasi di sekitar pertanaman, terutama mengendalikan tumbuhan pengganggu (gulma) dari jenis babadotan, bunga kancing, dan ciplukan yang bisa menjadi tanaman inang bagi virus
"Wow....! keren, keren. keren!" Puji Fathan sambil mengangkat kedua jempolnya, merasa bangga dengan apa yang dibuat oleh sepupunya. Begitu juga dengan Kamal Dia terlihat berdecak kagum dengan apa yang dilihatnya.
"Terus bagaimana cara mengantisipasinya?" tanya Kamal sambil menatap ke arah Idan.
"Kalau untuk mengantisipasinya, kayaknya Fathan lebih tahu daripada aplikasi yang saya buat," jawab Idan sambil menatap ke arah Fathan.
"Bagaimana Tan?" tanya Kamal yang sama menatap ke arah keponakannya.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang, dia pun mencabut tanaman itu, kemudian membuangnya jauh dari tempat tanaman-tanaman lainnya.
"Kenapa dicabut?" tanya kamal yang terlihat mengurutkan dahi.
"Ini cuma satu tanaman yang terkena penyakit, maka harus cepat-cepat kita membuangnya. jangan sampai hanya mempertahankan satu tanaman, namun tanaman yang subur terganggu. nanti setelah ini kita bisa melakukan penyemprotan pestisida, agar hama-hama bisa mati," jelas Fathan.
"Benar juga ya! Kenapa kita harus bertahan hanya untuk satu tanaman yang kecil," Timpal Kamal sambil manggut-manggut seolah setuju dengan apa yang dilakukan oleh sang petani itu.
"Terima kasih ya, Dan! kamu sudah membuat alat secanggih ini. Dengan aplikasi ini kita bisa meminimalisir gagal panen, dan kita bisa cepat menanggulangi ketika ada tanaman yang sakit seperti ini."
"Sama-sama! Kan kamu juga sudah menggaji saya untuk ini, jadi kamu nggak perlu berterima kasih seperti itu."
"Ayo kita cek tempat yang lainnya!" ajak Fathan
"Kalian mau ke mana lagi?" tanya Kamal yang terlihat penasaran dengan apa yang hendkak di lakukan oleh kedua anak muda itu.
"Kita mau ke green house mang, untuk mengecek kegunaan aplikasi ini di tanaman hidroponik," jawab Fathan.
"Boleh Mamang ikut?"
"Bolehlah, Siapa juga yang mau melarang," jawab Fathan sambil tersenyum.
Akhirnya para Pelopor pertanian kampung sukadarma itu berjalan menuju ke bangunan yang terbuat dari plastik-plastik UV. Bangunan yang berjajar rapih di atas tanah para anggota keranjang sayur. yang di dalamnya tersusun rapi tanaman-tanaman yang ada di dalam paralon.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam green house, di mana di dalamnya terlihat banyak tanaman-tanaman yang tumbuh subur.
Idan mulai menjalankan aplikasinya untuk mengetes apa aplikasinya itu bisa digunakan atau tidak. setelah beberapa saat mereka bertiga pun mengucap syukur, karena aplikasi yang dibuat oleh Idan bisa digunakan sesuai dengan harapan.
"Oh iya, apa Aplikasi ini sudah disatukan antara keranjang sayur Semar farming satu dan yang keduanya?"
"Sudah Tan! semuanya sudah jadi satu aplikasi, jadi kita tidak harus repot-repot keluar aplikasi lagi?"
"Baguslah kalau begitu, Semoga aja dengan aplikasi ini kita bisa menanggulangi semua masalah-masalah yang hadir dalam setiap pertanian dan bisa menghasilkan hasil panen yang begitu melimpah."
Amiiii....!
Akhirnya mereka bertiga pun dilanjutkan berkeliling masuk dari green house satu ke green house yang lain, Mereka terus melakukan sambil memasang alat-alat yang nantinya bisa dikendalikan oleh aplikasi Smart farming.
****
__ADS_1
Dari arah luar Kampung sukadarma, terlihat ada mobil SUV Putih berplat Jakarta. mobil itu melaju dengan sangat pelan menghindari lubang-lubang jalan yang seperti sungai yang kekeringan.
Mobil putih itu terus melaju mendekat ke arah Kampung, semakin lama mobil itu semakin dekat hingga akhirnya sampai ke gapura yang bertuliskan. Selamat datang di kampung sukaujang. membuat pengendaranya berhenti menatap ke arah gapura, lalu dia mengecek handphone untuk memastikan bahwa dia tidak salah mendatangi kampung yang ia tuju.