Keranjang Sayur

Keranjang Sayur
KS. 48


__ADS_3

HARAPAN


Siang itu, di kampung sukadarma, Matahari mulai naik mulai menunjukkan rasanya yang mulai terik. kebun kebun terhampar luas diisi dengan berbagai sayuran yang berwarna hijau. sawah-sawah membentang seluas mata memandang, padinya yang sebentar lagi kuning terlihat keemasan, ketika disinari Mentari siang itu.


Di tengah-tengah kebun terlihat ada Saung yang berdiri sangat estetik, karena Fathan sang petani yang dulu bekerja sebagai arsitek. dia tidak pernah bermain-main ketika membuat sesuatu, sehingga semua yang dikerjakannya membuahkan hasil manis.


Di dalam Saung terlihat ada beberapa remaja yang sedang bekerja. mulai dari mencatat hasil panen, menghitung hasil penjualan, ada juga yang masih terfokus Menatap layar komputer, seperti sedang bergelut dengan JavaScript, dan mysqil.


Di tengah-tengah ruangan terlihat ada 3 remaja yang sedang duduk sambil berbicara serius, karena terlihat raut wajah yang sedikit menegang. dari ketiga remaja itu yang satu berbadan tinggi berkulit putih sedikit kehitaman karena sering terkena sinar matahari. yang satunya lagi seorang remaja bertubuh sedang berkulit sawo matang. dan yang satunya lagi seorang perempuan dengan rambut diikat ke belakang memiliki bola mata yang indah.


"Bagaimana keputusannya Tan?" tanya wanita itu mengawali pembicaraan.


"Alhamdulillah semuanya sudah diurus, kita tinggal menunggu keputusannya Seperti apa. semoga saja permusuhan antara warga Kampung sukadarma dan sukaramah bisa cepat terselesaikan." jawab Fathan sambil menatap Kirana.


"Amin! semoga aja seperti itu, biar kita bisa terfokus kembali ke pertanian kita. apalagi kedepannya kita ingin membuat Mini Resort untuk beristirahat, ketika ada wisatawan yang singgah ke kampung sukadarma." jawab gadis kota itu mengingatkan rencana-rencana Indah tentang keranjang sayur.


"Sekarang Bagaimana Kang?" tanya Asep yang sejak dari tadi terdiam. dia bertanya seperti itu, karena dia dipanggil oleh Fathan, kalau tidak dipanggil Mungkin dia tidak akan berada di tengah-tengah sepasang kekasih itu


"Begini Sep! soalnya tadi pagi kita tidak bisa memanen hasil pertanian kita, karena ada musyawarah yang harus disegerakan. maka Nanti sore, kamu ajak beberapa sopir lain agar mengirimkan hasil pertanian kita ke pasar. Soalnya kalau dikirim besok Saya takut sayuran kita terlalu tua untuk dijual. Karena sudah dua hari waktu panen terlewat." jelas Fathan mengungkapkan kekhawatirannya.


"Terus kalau nanti ada Kepolisian memberi kabar, Kalau kita harus bertemu dengan warga Kampung sukaramah bagaimana?" ujar Asep mengingatkan.


"Mungkin kalau ada panggilan untuk menemui warga kampung sukaramah, kita tidak akan semua. warga yang datang mungkin hanya sesepuh-sesepuh kampung saja yang bermediasi. jadi kita masih bisa bekerja seperti biasa."


"Iya Kang! Tapi saya takut!"


"Takut kenapa Sep?" Tanya Fathan sambil menatap ke arah bawahannya.


"Saya takut, kalau hasil pertanian membeludak seperti ini, biasanya harga akan turun."


"Semoga saja! itu tidak terjadi. karena hanya pertanian kita yang membludak, tidak dengan pertanian pertanian yang lain."


"Amin! kenapa yah kang, pasti selalu ada aja gangguannya. sekarang saya merasa bahwa sehari itu sangat berharga bagi saya terutama bagi kelangsungan perusahaan. mungkin hanya dalam waktu sehari semalam, kita sudah kehilangan uang beberapa puluh juta, karena kita tidak bisa mengirim hasil pertanian."

__ADS_1


"Benar! Makanya kalau kita tidak fokus, perusahaan baik pertanian akan goyang, akan rugi. Kita harus pandai mengefisienkan waktu, memanage waktu, agar tidak terlalu Rugi. agar ketika ada masalah seperti sekarang, kita masih memiliki cadangan atau tabungan, karena para karyawan harus tetap hidup, harus tetap dibayar." Jelas Fathan yang sudah mempelajari semuanya dengan matang.


"Berarti manajer di perusahaan itu sangat penting?"


"Sangat....! sangat penting! Namun sayang di pertanian keranjang sayur belum ada manajer. kita hanya mengandalkan sistem gotong royong, doakan saja ke depannya, agar kelompok kerajaan sayur semakin berkembang semakin lebih baik."


"Amin!"


Akhirnya Asep, Fathan dan Kirana. mereka terus mengobrol bertukar pikiran tentang pertanian, Asep yang jadi motor penggerak dalam pengiriman barang. dia sangat bertanggung jawab, sangat ulet, sangat rajin, sehingga dengan waktu setahun saja dia sudah mulai bisa memahami sistem kerja keranjang sayur. bahkan sekarang dia sudah bisa bernegosiasi dengan para bandar-bandar pasar.


Setelah tidak ada yang dibicarakan lagi, Asep pun berpamitan untuk membantu warga lainnya, sekaligus memberitahu bahwa nanti jam 02.00 siang, mereka harus memanen sayuran yang sudah waktunya dipanen.


Sepeninggal Asep, tinggallah Fathan dan Kirana. karena Zahra dan Farah mereka tersibuk mengerjakan pekerjaan masing-masing. kemarin ketika mereka bekerja belum terselesaikan, karena diserang oleh warga kampung sukaramah.


"Oh iya! Bagaimana keadaan Mang Kamal?" tanya Kirana mengawali pembicaraannya.


"Ya Allah! aku sampai lupa menanyakan kabarnya," jawab Fathan sambil mengambil handphone yang ada di atas karpet.


Diperingatkan seperti itu Fathan hanya mengulum senyum, sambil menatap ke arah layar handphone yang menunjukkan sedang memanggil nomor Idan. tak lama menunggu telepon itu terhubung.


"Bagaimana keadaan Mang Kamal Dan?" tanya Fathan yang sekarang merasa khawatir kembali dengan kondisi pamannya itu. Terlarut dalam pekerjaan sehingga dia melupakan orang yang sedang sakit.


"Alhamdulillah sudah mulai membaik, Sekarang bapak sudah bisa berbicara seperti biasa. namun untuk bergerak masih merasa sakit."


"Syukurlah kalau begitu, Semoga Mamang cepat sembuh, nanti kita gantian jaganya yah!"


"Nggak apa-apa Tan! Nggak usah seperti itu. Oh iya bagaimana tentang rencana kita semalam, rencana berdamai dengan warga kampung sukaramah."


"Alhamdulillah tadi pagi, aku sudah mengobrol dengan para warga. dan keputusannya hari ini pihak kepolisian akan menemui ketua Kampung sukaramah terlebih dahulu, untuk menyampaikan niat baik Kampung kita yang ingin berdamai."


"Semoga saja bisa cepat terselesaikan, agar tidak ada korban-korban lagi yang berjatuhan." Doa Idan yang terdengar menghela nafas-pelan.


"Amin! Semoga aja seperti itu!"

__ADS_1


Akhirnya saudara sepupu itu mengobrol bertukar pikiran, Idan meminta maaf karena dia tidak masuk kerja, sedangkan Fathan meminta maaf karena tidak bisa menemani mamangnya ya sedang dirawat di rumah sakit.


Kirana yang dari tadi terdiam menatap kelakuan kekasihnya, hanya bisa memainkan handphone membaca komentar-komentar yang ada dichannel videonya. sesekali dia melihat Fathan yang terlihat sangat serius ketika membicarakan rencana-rencana pertanian yang akan datang. berbeda ketika pria itu membicarakan masa depan bersama dirinya, sang petani itu terlihat cuek seolah tidak butuh dengan Kirana.


****


Sehabis melaksanakan salat zuhur, pak polisi yang tadi pagi ikut bermusyawarah dengan warga kampung sukadarma, sudah terlihat datang kembali menemui Pak RT.


Melihat ada mediator yang datang, pak RT pun dengan cepat menyuruh anaknya untuk memanggil ketua-ketua Kampung sukadarma. agar apa yang disampaikan oleh pihak kepolisian bisa dimengerti dan bisa dipahami. sehingga bisa mengambil langkah selanjutnya. sebagian ketua Kampung sukadarma dihubungi melalui panggilan telepon.


Tak lama memanggil, para orang tua yang dituakan di kampung sukadarma terlihat sudah kumpul di rumah Pak RT. mereka semua memiliki tujuan yang sama, ingin cepat mengakhiri pertikaian itu. karena kalau dibiarkan berlanjut kehidupan mereka yang sudah mulai membaik akan terganggu. mungkin bisa kembali ke awal mula ke kehidupan yang sangat membosankan. karena mereka tidak memiliki kegiatan. keluarga mereka kebanyakan tinggal di kota-kota besar untuk mencari jalan hidup yang lebih baik. Ditambah para orang tua itu, mereka ingin menghabiskan dan menikmati masa tuanya bersama anak beserta cucu cucunya.


Tak bisa dipungkiri, dengan kehadiran Fathan. mereka yang biasa bertemu setahun sekali, sekarang Mereka bisa berkumpul setiap hari. tidak ada ketakutan, tidak ada kekhawatiran, yang mereka rasakan. mereka hidup bahagia sebagai keluarga yang utuh.


Para ketua itu, termasuk Fathan. setelah berada di rumah Pak RT, mereka memilih halaman rumah sebagai tempat musyawarah, agar bisa menampung semuanya.


"Ada apa ini pak RT?" tanya pak ustad yang baru datang.


"Belum tahu, saya juga belum mendengar apa yang hendak disampaikan oleh pihak kepolisian. menurut keterangan bapak polisi, beliau akan menyampaikan ketika warga kampung sukadarma sudah berkumpul." jawab Pak RT menjelaskan.


Mendengar penjelasan dari Rukun Tetangganya, pak ustad hanya manggut-manggut, kemudian dia duduk dengan tenang seperti para ketua-ketua yang lainnya.


"Sudah kumpul semuanya? kok kelihatannya nggak sebanyak tadi pagi." tanya Pak Polisi sambil membagi tatap ke arah para warga yang hadir.


"Mohon maaf Pak! anggota keranjang sayur mereka sedang memanen hasil pertanian, karena kemarin kami tidak melakukan itu. kalau tidak dipanen sekarang sayuran itu takut Keburu tua. namun walau seperti itu, saya sebagai ketua keranjang sayur. saya bisa bertanggung jawab untuk menyampaikan Apa yang hendak bapak polisi sampaikan, dan Saya jamin semuanya akan mengikuti apa yang disepakati." jawab Fathan.


"Benar pak! saya sudah memanggil ketua Kampung sebagai wakil warga, karena keputusan Kami adalah keputusan warga juga." Ujar Pak RT menambahkan.


"Baik kalau seperti itu, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" pak polisi mengawali pembicaraan.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab para ketua kampung sukadarma dengan serempak.


"Seperti yang sudah saya janjikan, kami dari pihak kepolisian sudah menemui warga kampung sukaramah. untuk membicarakan dan menyampaikan keinginan para warga Kampung sukadarma yang ingin berdamai. awalnya kami takut kalau Kampung sukaramah tidak mau membuka diri untuk berdamai. namun ketika kita mengobrol dan duduk bersama, akhirnya mereka pun mau. karena menurut pengakuan mereka mereka sudah sangat malu karena kejadian kemarin, mereka ingin menyampaikan permohonan maaf, kalau bisa kita bisa berkumpul bersama, untuk mengadakan perjanjian perdamaian." jelas Pak polisi panjang lebar beliau menyampaikan hasil kinerjanya hari ini.

__ADS_1


__ADS_2