Keranjang Sayur

Keranjang Sayur
Ks. 36


__ADS_3

Kerjasama


Pagi itu suasana di Kota Sukabumi terlihat sangat cerah. mobil mobil yang berlalu Lalang mulai memenuhi jalan hendak menjemput rezekinya masing-masing. terlihat di trotoar ada penjual nasi uduk yang sedang melayani pembelinya, ada yang dibungkus ada juga yang dimakan di tempat. Di salah satu bangku penjual nasi uduk itu, terlihat ada sepasang Insan yang sedang duduk, selesai menyantap sarapannya.


"Halo Pak Bagas!" ujar yang laki-laki setelah menempelkan teleponnya di telinga.


"Iya Pak Fathan, Saya sudah sampai di kantor. Bapak sekarang ada di mana?" tanya Bagas manajer kantor cabang penyuplai sayur-sayuran.


"Saya masih di penjual nasi uduk pak, sebentar saya ke situ." jawab Fathan.


"Baik! saya tunggu." ujar bagas sambil memutus teleponnya.


"Ayo! ajak Fathan sambil bangkit." kemudian dia memasukkan handphonenya ke dalam kantong celana.


"Ayo ke mana?" tanya Kirana yang masih kesal karena me time-nya terganggu.


"Ke kantor pak Bagas. kan kita mau membahas kerjasama." jawab Fathan yang meneguk kembali air teh yang masih tersisa, kemudian dia berdiri lalu menghampiri penjual nasi uduk.


"Totalnya jadi berapa Bu?" tanya Fathan yang berdiri di samping gerobak.


"Rp20.000 aja Pak!" jawab ibu warung.


Fathan pun mengeluarkan uang sesuai dengan yang diminta, lalu menyerahkan kepada penjual. setelah selesai melakukan pembayaran dia pun memegang tangan Carla untuk masuk kembali ke area parkir. membuat hati gadis itu sedikit berdegup, karena baru kali ini pria yang selalu diidamkan berbuat seromantis itu. Sesampainya di parkiran Fathan membuka bagasi mobil Kirana, kemudian dia membawa keranjang sayur yang sudah diisi oleh berbagai hasil dari pertaniannya.


Sesampainya di lobby kantor, Fathan bertanya ruangan Pak Bagas sama resepsionis. dengan senang hati resepsionis itu mengantar Fathan dan Kirana menemui atasannya. karena tadi sesampainya Bagas di kantor, dia berpesan sama resepsionis agar mengantar tamu Spesialnya itu.


"Selamat pagi Pak Bagas!" sapa Fathan sambil mengangguk memberikan hormat, kemudian dia menyalami orang yang ditemuinya, Setelah dia menyimpan keranjang sayur di atas meja.


"Pagi Pak Fathan, Silahkan duduk!" jawab Bagas sambil meregangkan tangannya mempersilahkan tamunya untuk duduk. di wajahnya terukir senyum menandakan Bagas orang yang sangat ramah.

__ADS_1


"Terima kasih!" jawab Fathan sambil menggeser kursi buat orang yang menemaninya, membuat hati Kirana semakin tak karuan, susah untuk dijelaskan dengan kata-kata. setelah Kirana duduk barulah Fathan duduk di samping gadis yang wajahnya memerah seperti tomat.


"Jam berapa berangkat dari rumah, Kok bisa sampai sepagi ini?" tanya Bagas berbasa-basi mungkin agar kedekatan mereka bisa terjalin.


"Setelah salat subuh Pak! kita langsung berangkat. Karena kalau saya telat, Saya takut mengecewakan bapak."


"Cepat juga ya! Alamat Pak Fathan bukannya di kampung sukadarma, kampung yang termasuk ke Kecamatan Nyalindung?"


"Iya Pak, benar! Saya asli warga kampung sukadarma."


"Dulu saya pernah main ke kampung itu, kampung yang berbeda dengan kampung-kampung lainnya. karena mohon maaf! kampung itu seperti Kampung mati. menurut keterangan dari warga, Kampung sukadarma hanya ramai setahun sekali, yaitu ketika para perantau pulang."


"Benar pak! setahun yang lalu Emang seperti itu, namun untuk sekarang para warga Kampung sudah mulai pulang ke kampung halamannya, mengurus dan merawat tanahnya sendiri."


"Iya! saya sudah menonton channel YouTube keranjang sayur, yang direkomendasikan oleh anak saya, Dia sangat senang menonton Pak Fathan, dan ibu siapa?" tanya Bagas sambil menunjuk ke arah Kirana.


"Kirana!" jawab Kirana sambil manggut.


"Terima kasih Pak! atas pujiannya. Saya hanya berusaha untuk mewujudkan cita-cita saya, membangun Kampung kelahiran." jawab Fathan dengan raut wajah datar Tak sedikitpun dia menunjukkan kesombongan.


"Eh malah ngobrol yang nggak-nggak. tapi nggak apa-apa ya! biar kita semakin akrab, biar kita bisa berkomunikasi dengan mudah. karena kalau ada jarak, komunikasi akan sangat sulit terbangun. Jadi begini pak Fathan, Saya mengundang bapak ke sini, karena saya sangat tertarik dengan cara bertani warga kampung sukadarma. ketika kemarin ada pertemuan dengan direktur pusat, saya merekomendasikan hasil pertanian pak Fathan untuk menjadi penyuplai supermarket yang berada di Sukabumi. meski hanya lewat sebuah video, namun atasan saya pun menyetujui. mengingat kalau disuplai dari luar kota, itu sangat membutuhkan biaya pengiriman. dan sayuran-sayuran yang dikirim Tidak fresh, karena kelamaan di jalan." jelas Bagas yang mulai membahas ke pokok permasalahan.


"Terima kasih pak! sudah mau membantu kelompok usaha bersama yang berada di daerah, karena menurut hemat saya. pertanian sehebat apapun hasilnya, kalau tidak dibantu dan tidak ada kepedulian orang-orang sekitar, maka itu akan percuma. Seharusnya kita sebagai warga yang baik, harus saling menolong, saling menopang, untuk kemajuan kehidupan. selanjutnya Seperti apa Pak?" jawab Fathan membenarkan.


"Sesuai yang sudah dibicarakan dalam surat undangan, bahwa kami tertarik untuk menjadi penampung hasil pertanian keranjang sayur. untuk sekarang mungkin saya bisa hanya merekomendasikan sekitar kota Sukabumi. Siapa tahu saja ke depannya sayuran-sayuran Pak Fathan bisa menjadi penyuplai kebutuhan sayuran di Jawa Barat, bahkan sampai seluruh Indonesia. namun untuk sekarang perusahaan akan menerima secara bertahap, perusahaan akan menerima sayur-sayuran terlebih dahulu yang biasa dipasok dari daerah lain. ke depannya kalau kerjasama kita terjalin dengan baik, Saya ingin menampung hasil seluruh pertanian keranjang sayur." jelas Bagas


"Sayur-sayuran Apa yang hendak diambil dari pertanian keranjang sayur?"


"Untuk sekarang! saya hanya ingin mengambil sawi putih, sawi hijau, terong, timun, Kol, wortel, kacang panjang dan sayur-sayuran yang mudah layu." jawab Bagas menjelaskan

__ADS_1


"Kira-kira Butuh berapa banyak Pak?"


"Untuk mencukupi kebutuhan supermarket di Sukabumi, baik di kota dan di Kabupaten. saya sudah memperinci kebutuhannya, bapak bisa mempelajari terlebih dahulu." jelas Bagas sambil menyerahkan berkas yang ada di tangannya.


Fathan pun mengambil berkas itu, kemudian dia membuka satu persatu halaman yang ada di berkas itu. dia membacanya dengan teliti dan sangat hati-hati, karena kalau tidak seperti itu, Dia takut kerjasama yang akan dibangun, hanya menguntungkan sepihak.


Di berkas itu tertulis sayuran-sayuran yang menjadi kebutuhan supermarket di Sukabumi dan harus dipenuhi oleh kelompok usaha keranjang sayur. Fathan terus membaca berkas itu sampai ke halaman terakhir, di mana ada kontrak tertulis di dalamnya


"Jadi saya harus menyiapkan setiap jenis sayuran 100 kg per hari?" tanya Fathan setelah selesai membaca semua berkas. kemudian dia menyerahkan berkas itu kepada Kirana agar dipelajari.


"Betul Pak Fathan! Apakah Bapak Sanggup menyiapkan sayuran sesuai dengan permintaan pasar supermarket?"


"Sanggup Pak! Sanggup!" jawab Fathan dengan seregap, karena hasil dari pertaniannya, lebih dari itu bahkan mungkin masih ada sisa.


"Baik kalau seperti itu! saya boleh melihat sampel hasil pertaniannya." tanya Bagas sambil menatap ke arah keranjang yang dipenuhi dengan berbagai macam sayuran yang masih terlihat segar.


"Boleh Pak, silakan!" jawab Fathan sambil menggeser keranjang yang tadi disimpan di atas meja.


"Masih segar, kapan dipanennya?" tanya Bagas sambil meneliti satu persatu sayuran yang ada di keranjang.


"Sore Pak! karena waktu panen terbaik adalah sore atau pagi hari, untuk menghindari penyusutan sayuran." jawab Fathan mengemukakan pendapatnya.


"Wah mantap kalau seperti itu, saya suka! Dan saya yakin ilmu pertanian Pak Fathan lebih dari itu."


"Bagaimana dengan hasil panen seperti ini, apa sudah layak masuk ke supermarket?"


"Sangat layak! layak sekali!"


"Terus kapan saya mulai menyuplai hasil pertanian saya."

__ADS_1


"Bulan depan! Pak Fathan sudah mulai bisa menyuplai hasil pertanian keranjang sayur. karena saya harus berkoordinasi dulu sama Pusat, untuk menghentikan penyuplaian dari daerah lain, sesuai dengan surat kontrak yang sudah dibuat."


Akhirnya Fathan dan Bagas pun terus berlarut membahas kerjasama yang akan mereka jalankan, hingga pukul 11.00 pembahasan itu selesai. dengan keputusan Fathan akan mulai mengirimkan sayurannya Mulai bulan depan, dengan kontrak cash on delivery. atau perusahaan akan membayar ketika Fathan mengirimkan barang.


__ADS_2