
Virus Covid
"Penyakit mematikan apa?" tanya Asep yang belum mengerti, disambut senyum senyum warga yang sudah mengetahui.
"Di sana ada virus SarCov!" jawab Idan menjelaskan.
"Virus apa itu?"
"Sama seperti virus flu burung pada tahun 2003, namun menurut keterangan virus sekarang adalah virus yang sangat mematikan, karena sudah puluhan orang yang meninggal mendadak, sehingga Negeri tirai bambu itu membuat rumah sakit dadakan."
"Waduh ngeri juga, sekarang virus dari Hewan apa? kalau flu burung kan katanya dari unggas?" tanya Asep.
"Katanya dari kelelawar, kejadiannya Di Wuhan di pasar tradisional, hingga dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru Negeri, bahkan negara-negara Tetangga sudah mulai terjangkit."
"Ada-ada aja ya penyakit itu, lagian Kenapa kelelawar dimakan, diperjualbelikan?"
"Begitulah kalau yang namanya manusia, padahal sayuran kita saja masih ada, ngapain harus makan kelelawar?" Timpal anggota yang lain.
"Ya mungkin karena mereka sudah bosan dengan makanan-makanan yang biasa, sehingga makanan yang tidak biasa mereka coba manfaatkan. Atau mungkin mereka yakin suatu saat daratan yang ada di dunia ini akan habis dijadikan rumah, sehingga mereka mulai mencari makanan alternatif," timpal warga yang lain sambil mengulum senyum.
"Halah..! kok pembicaraannya malah ngelantur ke mana-mana, kita kembali lagi ke kehebatan negeri itu. mereka membangun konstruksi sama menyediakan alat medis hanya dalam waktu 10 hari. Karena para pengusaha, para penyedia alat-alat konstruksi dan alat-alat medis, mereka berbondong-bondong mengirimkan produknya. untuk mengsukseskan pembuatan rumah sakit itu," potong Idan agar pembicaraan para anggota kerajaan sayur tidak kemana-mana.
"Hebat yah! Oh iya Negara mana saja yang sudah tertular?" tanya salah Seorang warga.
__ADS_1
"Hongkong, Thailand bahkan Amerika sama Prancis pun sudah mulai ada kasus di sana. bahkan di Indonesia pun sudah menaikkan zona hijau, agar ketika ada orang yang pulang dari luar negeri mereka harus diisolasi terlebih dahulu." ujar Idan menjelaskan.
"Emang ke negara kita bisa masuk juga? Kan Cina sama Indonesia sangat jauh?"
"Kurang tahu, Semoga negara kita selamat. Soalnya kalau terkena penyakit mematikan itu, semua perusahaan akan lumpuh,"
"Paling perusahaan besar yang akan lumpuh, kalau perusahaan kecil seperti kita. Mana mungkin, Apalagi kita bergerak di bidang pertanian yang tidak bisa dipisahkan dengan kebutuhan hidup manusia."
Hari itu tanggal 3 Februari, para anggota keranjang sayur terus disibukkan dengan mengemas barang-barang yang hendak dibawa ke supermarket. meski sebenarnya pihak Supermarket ingin memutus kontrak, tapi Fathan selalu meminta dan berjanji akan terus melakukan yang terbaik untuk supermarket itu.
Hari-hari berikutnya, berita tentang penyakit Corona pun mulai sering menghiasi layar kaca, terutama tentang penanganan penanganan pemerintah pemerintah yang negaranya terjangkit virus mematikan itu. begitupun dengan pemerintah yang berada di negeri kita tercinta, mereka sangat Sigap untuk menyambut segala kemungkinan, kedatangan virus yang tidak Diundang, bahkan ada beberapa pejabat yang berkoar-koar bahwa orang-orang Indonesia kebal virus Corona, karena sering mengkonsumsi rempah-rempah.
Pemerintah mulai menutup akses masuk penerbangan dari Wuhan, bahkan tidak sampai di situ mereka melakukan evakuasi besar-besaran warganya yang sedang berada di negeri tirai bambu. Sebelum pulang ke rumah para warga itu pun di isolasi di Pulau Natuna.
Dari kedua orang itu, pemerintah mulai melakukan identifikasi dengan orang-orang yang pernah berkontak fisik secara langsung baik tidak langsung dengan kedua orang itu. sehingga ditemukanlah kasus ketiga, kasus keempat dan kasus kelima. tanggal 8 Maret kasus Covid yang berada di Indonesia terdapat enam kasus.
Tanggal 10 Maret, terdapat tambahan 13 kasus hingga menjadi total keseluruhan kasus covid 19 di Indonesia menjadi 19 kasus.
Hari-hari berikutnya kasus Corona virus pun mulai melonjak, hingga sampai 31 Maret 2020 terpantau ada 1.528 kasus, dengan kasus orang yang meninggal berjumlah 136 orang, sedangkan yang sembuh hanya 81 orang. Kejadian ini mematahkan mitos bahwa orang Indonesia kebal dengan Corona.
Melihat pandemi yang mulai semerbak. pada tanggal 10 april DKI Jakarta sebagai ibukota Indonesia, mulai melakukan PSBB. pembatasan sosial berskala besar hingga tanggal 23 April. DKI Jakarta kembali ke titik nol Di mana para warganya dilarang untuk keluar rumah dari jam 06.00 sore sampai jam 06.00 pagi, transportasi umum baik kereta computer line, MRT dan Transjakarta, hanya boleh mengangkut penumpang berkapasitas 50%, bahkan ojek online dilarang untuk mengangkut penumpang. sedangkan sekolah dan perkantoran perkantoran serta ekonomi ekonomi yang tidak terlalu vital, bekerja di rumah. sehingga ada tagline yang dikeluarkan oleh para artis, "kamu di rumah saja Biarkan kami yang bekerja."
Pembatasan pembatasan fasilitas umum, fasilitas ibadah, fasilitas hiburan pun mulai diikuti oleh Provinsi Jawa Barat, karena ada beberapa kota dan kabupaten yang menunjukkan lonjakan signifikan seperti Kota Depok, Kota Bandung Barat, dan kota-kota lainnya. lonjakan kasus yang mematikan itu terus melonjak hingga beberapa kota dan daerah melakukan pembatasan sosial. hingga akhirnya tanggal 6 Mei 2022 Kota dan Kabupaten Sukabumi mulai melakukan hal yang sama, pemerintah mulai melakukan Lockdown untuk daerah itu.
__ADS_1
Ini semua sangat berdampak bagi pertanian keranjang sayur, awalnya mereka sudah serat karena sering kurang mengirim barang ke supermarket ditambah ditinggal beberapa anggotanya. Hari itu hari di mana mereka hari terakhir mengirim sayuran, terlihat beberapa orang yang sedang mengemas hasil pertaniannya untuk dikirim ke supermarket dan pasar.
"Padahal Rasanya baru kemarin kita mengobrol tentang pembangunan rumah sakit di Wuhan, sekarang kita sudah merasakan hal yang sama. mulai besok kita tidak bisa mengirim hasil sayuran, karena Supermarket sudah meminta kita untuk berhenti," ujar Idan di tengah-tengah Obrolan ringan para anggota.
"Ah yang bener, kamu jangan bercanda Dan! ini nggak lucu. Sekarang kita sedang sulit, Masa mau ditambah lagi?" Timpal salah Seorang warga yang sedang membantu mengemas sayuran.
"Benar kita sudah disuruh untuk berhenti mengirim sayuran, Sebenarnya hari ini juga kita sudah tidak boleh mengirim hasil pertanian kita ke supermarket. namun saya memaksa hingga akhirnya pak Bagas mengizinkan," sahut Fathan menimpali.
"Ya Allah, terus kalau sayuran kita tidak dikirim. mau dikemanakan sayuran yang banyak ini?" tanya Asep sambil menatap nanar ke arah sang petani.
"Yah mau bagaimana lagi, saya juga bingung. tapi kalian jangan khawatir saya secepatnya akan mencarikan solusi," Ujar Fathan sambil bangkit dari tempat duduknya, kemudian dia masuk ke dalam kantor meninggalkan gudang pengemasan.
Sang petani itu terlihat gontai karena walaupun dia bisa berkata seperti demikian, namun hatinya tetap bingung memikirkan Bagaimana caranya bisa keluar dari pandemi yang sedang menimpa seluruh negeri Indonesia. Dia juga sudah menyaksikan Bagaimana ngerinya virus covid 19 itu.
"Kalau kita tidak bisa mengirim sayuran, bisa-bisa kita tidak makan?" ujar salah seorang ketika Fathan sudah tidak terlihat lagi.
"Benar...! tapi kita nggak usah khawatir, kita harus percaya sama Fathan, karena setiap masalah yang kita hadapi dia selalu mendapatkan Jalan keluar. buktinya ketika dia ditinggalkan oleh Kang Dadun dan Kang parmin bersama anggota-anggota lainnya. kita masih bisa berdiri masih bisa mengirim sayuran," ujar Idan menenangkan sembari menyembunyikan kekhawatirannya.
"Iya minggu-minggu kemarin kita hanya menonton Warga Jakarta dan warga-warga yang lainnya, mereka sangat memperihatinkan karena tidak bisa bekerja. sedangkan orang kota seperti mereka tidak memiliki cadangan makanan seperti kita, Dan ketika mereka tidak bekerja perusahaan pun tidak mau rugi, sehingga mereka memangkas gaji para karyawannya," Timpal salah satu anggota
"Terus kita bagaimana?" Timpal yang lainnya bertanya.
"Kita nggak usah pusing, Fathan aja yang mencari dan mengatur uang Rp150 juta lebih untuk menggaji kita dia tidak terlihat khawatir, sudah sekarang kita bekerja saja sambil berdoa agar psbb ini segera berakhir. dan penyakit Corona itu segera pergi dari negeri kita tercinta," doa Idan yang menenangkan.
__ADS_1