
Frans memelototi Brian dengan penuh kebencian dan permusuhan, dia berkata, "Brian, kau menggunakan adikku untuk memeras ku? Bukankah, kau tidak jauh berbeda dari Vince?"
"Bahkan jika kau memberitahu Cloe, kalau kakaknya sudah melakukan tindak kejahatan. Aku tetap tidak akan mau bergabung denganmu, sialan!"
Frans sangat keras kepala dan terus menolak untuk menjadi bawahan Brian. Dia memang bukanlah tipe orang yang mudah untuk diajak kompromi. Akan tetapi Frans sama sekali tidak tahu, kalau Brian selalu mudah mempengaruhi orang lain dengan kata-katanya yang masuk akal.
Brian memanfaatkan keadaan yang saat ini menimpa Frans dan menjadikannya sebagai alasan yang tepat untuk tidak menolak penawaran Brian lagi.
"Apa kau yakin Frans? Jika aku memberitahu Cloe semuanya, apa menurutmu jantungnya akan bertahan? Pikirkanlah keadaannya, aku juga tidak mengirim mu ke polisi bukan karena untuk keinginan pribadiku semata." Brian berkata dengan nada datar, wajah tampannya menunjukan ekspresi yang sulit dibaca.
Sementara si Frans sedikit tertegun saat mendengarkan perkataan Brian tadi. Dia terheran, dari mana Brian tahu kalau adiknya, Cloe, memiliki jantung yang lemah. Apakah saat kecelakaan waktu itu, dokter mengatakan sesuatu pada Brian?
Namun, yang membuat Frans semakin bingung adalah, ternyata Brian memiliki niat yang baik dengan tidak menyerahkan Frans pada polisi. Jika Frans ditahan, otomatis berita itu juga akan sampai pada Cloe. Sehingga ketika Cloe mendengar bahwa kakaknya sedang dipenjara, kemungkinan besar anak malang itu akan sulit untuk menerimanya. Dengan kondisi jantungnya yang seperti itu, berita buruk bisa menjadi pemicu hal yang tak diinginkan nantinya untuk Cloe.
Frans kemudian menatap Brian dengan penuh arti, "Brian, aku tidak tahu darimana kau mengetahui semua itu. Akan tetapi, aku mengerti maksudmu. Kau tidak buruk juga ternyata."
Sebelah sudut bibir Brian naik keatas menunjukan senyuman yang mengejek. Tentu saja, Brian memang bukanlah orang yang buruk. Dia hanya pria yang tampak dingin di luar, namun begitu memiliki banyak rasa simpati di dalam hatinya. Saat Brian mengetahui kalau anak yang sudah ia tabrak waktu itu memiliki kelainan jantung, rasa simpati dan bersalah Brian semakin bertambah.
Itulah sebabnya Brian bertekad akan bertanggung jawab dan membantu adiknya Frans.
"Tidak hanya itu Frans, Brian juga memiliki alasan tertentu kenapa ia menahan mu di sini." ujar Sean tiba-tiba.
Sontak sebelah alis Frans menjungkit keatas saat ia bertanya, "Kenapa?"
__ADS_1
"Untuk melindungi mu dari Vince." jawab Sean dengan lugas. Kemudian dia melanjutkan, "Kau pasti bertanya-tanya, untuk apa Brian melindungi mu dari Vince? Itu karena kau telah gagal untuk menjebak Brian malam itu. Kau sendiri tahu Vince itu seperti apa, kan?"
Frans seketika menjadi diam membisu, dia sama sekali tidak menduga niat Brian di balik semua ini ternyata murni. Dia sebelumnya selalu menjadi orang yang sangat agresif dan bertindak menuruti emosi saja. Kebenciannya terhadap Brian yang sudah mencelakai Cloe waktu itu telah membutakan Frans untuk balas dendam. Frans rela bekerjasama dengan orang yang sebenarnya lebih berbahaya dari Brian hanya untuk melampiaskan emosinya.
Seharusnya Brian tidak harus mengasihani Frans seperti ini.
"Brian, terima kasih karena kau sudah sebaik ini padaku, dan aku juga minta maaf atas kejadian malam tadi." walaupun sedikit dipenuhi dengan keengganan, Frans tetap berterimakasih dan menundukan kepalanya untuk minta maaf.
Adapun Brian, sama sekali belum bisa memaafkan Frans sepenuhnya. Dia adalah putra Alexander Cody, darah kapitalis mengalir dalam tubuhnya. Cody Famili selalu punya prinsip, 'kau harus membayar apa yang sudah kau makan.'
Kebaikan Brian tidak semurni itu, dia masih menginginkan sesuatu dari Frans. Sebagai gantinya, mulai saat ini Frans harus menjadi bawahan Brian untuk selamanya.
"Baiklah Frans, mari kita kembali ke tujuan utamaku. Aku akan menawari ini sekali lagi, apa kau mau bergabung denganku?" Brian mengangkat kepalanya dan bertanya pada Frans dengan wajah dingin yang angkuh.
"Apa?" tanya Brian spontan.
"Maukah kau membantu biaya operasi adikku, jika kau melakukannya, aku bahkan bersedia menjadi bawahanmu untuk selamanya." ujar Frans, ekspresinya menunjukan harapan yang tinggi terhadap Brian. Dia tidak tampak menganggap Brian sebagai musuh lagi, melainkan sebagai sosok malaikat yang mungkin dapat menyelamatkan adiknya.
Wajah tampan Brian memasang senyum mempesona yang mampu melumpuhkan kaum hawa. Dia sangat puas atas ketulusan Frans yang ingin menyelamatkan Cloe, di dunia ini seorang kakak yang rela melakukan apapun demi adiknya, seperti Frans, sangat jarang di jumpai.
"Bahkan sebelum kau memintanya Frans, aku sudah lebih dulu memikirkan hal itu." Brian berkata dengan tenang.
Frans kemudian secara tak terduga mencondongkan tubuhnya ke depan. Padahal kondisinya masih diikat di kursi, sehingga dia pun tersungkur di tanah. "Terima kasih, Brian. Mulai sekarang aku Frans Zephyr, akan selalu setia kepadamu hingga di masa yang akan datang."
__ADS_1
Brian mengangguk ringan kemudian langsung bangkit dan menepuk pundak Sean sambil berkata, "Sisanya aku serahkan padamu."
Sean mengangguk, "Baik."
......................
Di sisi lain, saat Marcell dan Vince tahu rencana mereka gagal lagi. Ketidakpuasan dan kemarahan menghiasi wajah mereka. Brian tidak hanya berhasil lolos, tapi dia sudah memberi ancaman secara langsung kepada Vince dan juga Marcel.
Brian mengirim pesan pada Vince, 'Dua hari lagi Vince, setelah aku mengalahkan mu di kompetisi perebutan martabat. Maka kau akan mendapatkan ganjaran atas semua kejahatan yang sudah kau lakukan. Kau bisa mulai menghitung mundur dari sekarang.'
Seketika Vince membanting ponselnya ke lantai seraya meraung dengan kesal, "Sial, kenapa Frans begitu tidak becus dan malah tertangkap oleh Brian."
Marcell menjawab dengan tenang, "Orang yang kau suruh selalu saja gagal dan malah berkahir melawan mu. Aku tidak mengerti lagi, dari mana kau bisa mendapatkan orang-orang payah itu."
Vince terus mengumpat, "Baj*ngan itu sangat cerdik, dan sangat sulit ditebak. Dia memiliki segudang rencana untuk membalikan keadaan. Kali ini dia sudah siap melakukan serangan balik terhadapku. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" kebingungan dan rasa gelisah mulai menyerang Vince. Bagaimana tidak, Brian adalah seorang pangeran Cody. Dengan statusnya yang tinggi itu, Vince pasti akan hancur karena sudah memprovokasi Brian.
Saat ini tidak ada tempat untuk Vince berlindung selain kepada Marcell. Dengan penuh harap dia berlutut, "Marcell kau juga seorang Cody, hanya kau yang bisa membantuku."
Pupil Marcell yang biru berkontraksi saat menatap Vince yang tengah berlutut di bawah kakinya. Dia dengan kesal berkata, "Vince, kau sangat payah, tapi aku akan tetap membantumu. Aku punya rencana lain untuk mengalahkannya. Brian dan Ayahnya selalu berselisih. Dia tidak pernah membuat pencapaian yang dapat memuaskan ayahnya. Kali ini kau hanya harus fokus pada kompetisi itu. Sisanya biar aku yang akan tangani, saat Brian gagal dalam kompetisi ini. Dia tidak hanya gagal menjadi King of School, tapi posisinya sebagai calon pemimpin keluarga juga akan tersingkir."
Saat mengatakan itu, Marcell tampak tersenyum lebar. Sementara Vince hanya diam dan berharap kalau rencana Marcell kali ini berhasil dan menyelamatkannya dari kehancuran.
...****************...
__ADS_1