King Of School

King Of School
Bab 65


__ADS_3

"Jaga bicaramu itu paman, jangan lupa kita tinggal di negara hukum. Jika kau berniat ingin melakukan pelecehan, maka aku akan memanggil polisi sekarang!" Zoya mengangkat telunjuknya, memberi peringatan keras pada Leo.


Sementara itu, teman-temannya masih berdiri di belakang memperhatikan tindakan berani Zoya. Mereka tidak berani menghentikan Zoya dan mencoba untuk tidak ikut campur, sebaliknya mereka keheranan kenapa Brian masih saja diam sedari tadi.


'Apa Brian ingin menggunakan wanita sebagai penyelamatnya?'


Sean mulai melirik Brian dan sambil berkata dengan dingin, " Brian, kenapa kau masih diam? Lihatlah gadismu itu, dia sedang digoda! Apa kau akan membiarkannya begitu saja!?" Sean mulai jadi sedikit ragu karena melihat sikap Brian ini, dia bahkan mulai memperhitungkan apa dia sudah berdiri disisi yang benar saat ini.


Sedangkan Jhony dan Edi tidak berani bicara dan malah bersembunyi di balik badan yang tinggi itu.


Brian tidak menanggapi Sean, wajahnya masih sangat tenang. Tapi kepalan tangannya menunjukan bahwa saat ini dia sedang menahan ledakan emosinya.


Tidak lama kemudian suara tawa pun menggema dan membuat semua orang langsung merinding.


Leo sekali lagi menghisap cerutunya dan menghembuskan asap ke wajah Zoya. "Kau tidak tahu siapa aku gadis kecil? Bahkan polisi pun akan berpikir dua kali sebelum menunjukan wajah mereka di hadapanku. Lantas bagaimana mereka bisa menyelamatkan mu?"


Zoya menelan ludahnya dan dengan gugup berkata, "Apa kau tidak punya seorang putri, bayangkan bagaimana jika putrimu mendapatkan perlakukan seperti ini?" jika Leo tidak takut polisi, mungkin dia akan lemah kalau putrinya di sebut, begitulah menurut Zoya.


"Hahaha, sayangnya aku memang tidak memiliki putri, aku bahkan belum pernah memikirkan hal itu. Tapi jika kau bersedia, maka aku akan dengan senang hati membuatnya bersama denganmu." tawa jahat Leo semakin membuat wajah Zoya menjadi lebih gelap dari pada cuaca malam itu.


'Sial apa om-om mes*m ini benar-benar sudah terpikat oleh Zoya?'


"Dengar paman, saat ini kita sedang berada di tempat umum. Jika aku berteriak, maka orang-orang mungkin akan langsung kemari dan memberimu pelajaran karena ingin melecehkan seorang remaja tak berdosa." Zoya benar-benar kehabisan akal sekarang, niatnya ingin melindungi tuan mudanya. Malah dia yang justru terjebak kedalam masalah.


"Kau sangat lucu bagaimana bisa ada gadis cantik lugu sepertimu di dunia ini..." Leo mengulurkan tangannya, hendak menggapai dagu Zoya. Matanya sudah dipenuhi dengan nafsu yang memuncak.


Tapi seketika Brian menahan pergelangan tangan Leo dan memelintirnya dengan tanpa belas kasihan. Alhasil Leo mengerang kesakitan dan menjatuhkan cerutunya ketanah.


"Argh... apa yang kau lakukan!? Lepaskan tanganku bocah sialan!" Leo tidak menyangka kekuatan Brian sebesar ini, dia benar-benar marah sekarang dan memberi tatapan yang mengutuk pada Brian.

__ADS_1


Para bawahan Leo pun mulai bergerak dan hendak menyelamatkan tuan mereka. Tapi dengan cepat Brian menarik Leo dan mencekiknya, lalu dengan ganas tubuhnya dihantam ke tanah.


Semua bawahan itu sangat terkejut dan berhenti di tempat mereka berdiri, mereka tahu jika maju melangkah lagi, maka Brian akan terus menghajar tuan Leo dengan tanpa ampun.


Sementara itu Brian dengan tenang menginjak dada Leo sambil berkata, "Siapapun yang ingin menyentuh wanitaku, maka aku akan mematahkan tangannya!" seru Brian sambil menatap Leo yang mengerang kesakitan di bawah kakinya.


"Bocah sialan, kau baj*ngan. Beraninya kau melakukan ini padaku!" Leo benar-benar sangat murka, saat ini tidak ada yang dia inginkan selain kematian Brian.


Para bawahan Leo tadi mulai bergerak lagi untuk menyelamatkan tuannya dari penderitaan. Tapi setiap mereka melangkah, Brian semakin menambahkan kekuatan di pijakannya sehingga Leo semakin kesakitan.


Dengan segera dia mengangkat telapak tangannya memberi tanda agar bawahannya mundur, jika tidak dia yakin Brian akan mematahkan tulang rusuknya.


Sambil dengan nafas yang terengah-engah Leo berkata, "Siapa kau anak muda, berani sekali kau melakukan ini padaku?"


"Bukankah kau tadi sedang mencari seseorang?" Brian balik bertanya dengan santai, namun seketika hawa dingin langsung keluar dari tubuhnya. Bahkan mengalahkan udara malam yang sedang berhembus disekitarnya.


Pupil Leo membesar, dia terkejut dengan pengakuan Brian. Ternyata bocah yang sudah menghajarnya adalah orang yang ia cari selama ini.


"Aku tidak mengerti, saat ini nasibmu ada dibawah kakiku. Tapi kau masih menggonggong?" Brian sama sekali tidak merasakan ketakutan saat diancam Leo, justru sebaliknya dia semakin memperkuat pijakannya membuat Leo mengerang kesakitan dan hampir pingsan.


"Berhenti..." Leo memohon dengan penuh susah payah, dia tak menyangka bahwa Brian menginjak dadanya tanpa belas kasih sedikitpun.


Brian tidak berniat sedikitpun untuk berhenti, dia benar-benar marah, tapi tiba-tiba sebuah tangan selembut sutra mendekap dadanya dari belakang.


Itu Zoya!


"Tuan muda hentikan, kau bisa membunuhnya." Zoya sangat ketakutan dan memeluk erat Brian, dia membenamkan wajahnya ke pundak Brian, sesekali butiran kristal mengalir di pipinya yang lembut.


Dia tidak pernah melihat Brian semarah ini, karena itu dia sangat ketakutan.

__ADS_1


Brian akhirnya tersentak dan sadar bahwa dirinya sudah terlalu berlebihan. Perkataan Leo yang ingin mengajak Zoya tidur, membuat Brian benar-benar murka. Dia sendiri sangat menghargai kehormatan Zoya, lantas bagaimana mungkin dia membiarkan orang lain ingin merenggutnya.


Brian kemudian menendang tubuh Leo dengan keras sehingga terseret sampai kehadapan para bawahannya. Dengan sigap mereka menangkap Leo seperti sedang menangkap harta karun.


"Kalian harus membawanya kerumah sakit secepatnya, jika tidak aku yakin dia akan tewas karena kehabisan nafas." Seru Brian dengan acuh.


Wajah Leo benar-benar pucat, dia sangat kesulitan bernafas saat Brian menginjak dadanya tadi. Akhirnya dia tidak berdaya lagi dan langsung pingsan.


Melihat kondisi tuan mereka, para bawahan itu bergegas membopongnya kedalam mobil dengan panik.


"Dengar anak muda! Ini belum berakhir!" ucap salah satu dari mereka.


Kemudian mobil-mobil tadi langsung pergi meninggalkan tempat, dan menyisakan Brian dan teman-temannya.


Brian kemudian menoleh kebelakang melihat wajah sendu Zoya yang ketakutan, hatinya sangat sakit melihat itu. Dia sama sekali tidak berniat ingin menakuti Zoya.


"Hei cerewet, mereka sudah pergi."


Akhirnya Zoya mengangkat kepalanya dan segera melepaskan dekapannya. "Mereka sudah pergi?"


"Ya, keberanianmu membuat mereka semua kabur." ucap Brian dengan ekspresi lembut.


Zoya menatap Brian dengan mata berbinar, dia merasakan sebuah kehangatan pada tatapannya. Sudah dipastikan saat ini dia benar-benar jatuh cinta sampai mati pada Brian.


"Ehem!" Sean berdeham membuyarkan pasangan itu hanyut dalam kemesraan mereka. "Brian kau hebat, tapi kenapa orang-orang itu mengincar mu? Apa kau sudah menyinggung mereka?"


"Aku tidak tahu siapa mereka, kurasa kalian juga tahu selama beberapa hari terakhir ini aku sibuk membuat kalian kembali ke jalan yang lurus. Jadi bagaimana aku bisa menyinggung orang-orang tidak berguna seperti mereka." Brian berkata dengan ekspresi gunung es menyelimuti wajahnya.


Melihat wajah dingin Brian, Sean tidak berani melanjutkan lagi.

__ADS_1


"Tuan muda ayo kita pulang, aku takut orang-orang tadi akan kembali lagi!" ujar Zoya sembari merangkul lengan Brian.


Brian mengangguk dan menuruti Zoya dengan patuh.


__ADS_2