King Of School

King Of School
Bab 62


__ADS_3

Malamnya Brian dan Zoya pergi bersama menuju sebuah restoran Saint Golden yang ada di pinggir kota Golden Sea. Sebenarnya Brian masih tidak terlalu peduli dengan pertemuan yang disebutkan Zoya tadi. Namun Zoya terus saja memaksa Brian untuk menemui fans barunya itu, karena ia telah berjanji pada Kim.


Ya fans baru Brian yaitu Sean dan Kimberly, tampaknya mereka telah berhasil menyelesaikan masalah cinta mereka. Brian berhasil membuat Juliet dan Romeo itu untuk saling memahami dan berdamai setelah sekian lama berpisah.


Karena itu Kim tadi sengaja menelpon Zoya dan mengundangnya makan malam untuk mengucapkan terima kasih, sekalian juga membahas informasi penting yang ingin diceritakan Sean pada Brian.


Saat ini Sean mulai sangat mengagumi Brian, baginya Brian adalah seorang motivator yang luar biasa, sangat berwibawa dan bijaksana, cukup meyakinkan baginya untuk memilih berdiri di samping Brian.


Restoran Saint Golden memiliki nuansa yang sangat indah. Arsitektur bangunannya sangat klasik dengan gaya abad pertengahan. Berbagai furnitur mewah memenuhi setiap dinding dan sudut ruangan.


Saat pertama kali melangkahkan kaki ke dalam ruangan, Brian sudah di suguhkan oleh lantunan musik klasik yang sangat merdu dan juga sambutan dari pelayanan yang sangat ramah. Para tamu yang datang malam ini semuanya adalah pasangan.


Brian tidak mengerti kenapa Sean memilih tempat seperti ini, tapi dia tidak mau ambil pusing dan memilih untuk mengikuti alurnya saja. Lagi pula dia juga merasa bosan karena seharian ini tidak ada kejadian yang menarik perhatiannya seperti hari-hari sebelumnya.


Brian dan Zoya melihat dua buah meja dekat pinggir jendela yang sudah ditempati oleh, Kimberly, Sean, Jhony dan juga Edi. Mereka tampak sudah menantikan kehadiran Brian dari tadi, dengan segera Edi yang tengah duduk satu meja dengan Jhony langsung memanggil mereka.


Zoya tersenyum manis dan mulai berjalan kesana, sosoknya tampak sangat sederhana namun mampu membuat sepasang mata tak bisa berpaling untuk tidak menatapnya. Dengan riasan biasa dan length dress biru muda, Zoya bagaikan anggrek yang sedang menjalar dan memancarkan aura yang sangat anggun ke seluruh ruangan.


Sementara itu, Brian juga berpenampilan cukup sederhana. Dia selalu tetap setia mengenakan Hoodie yang ia beli di pedagang kaki lima. Jika kau mengatakan Brian tidak suka penampilan elegan maka salah. Dia berbeda dengan bangsawan lainnya, dia adalah orang yang memiliki kebebasan untuk berpenampilan seperti apapun yang dia inginkan.


Namun hal itu tidak membuat aura bangsawan dalam dirinya luntur. Bahkan dengan sikap dinginnya, itu saja sudah cukup membuat orang lain tahu kalau Brian pria yang berkelas.

__ADS_1


"Hai semuanya, maaf ya kami sedikit terlambat." Zoya tersenyum ramah dan menyapa teman-teman barunya dengan penuh ketulusan.


"Tidak masalah Zoya, kami juga baru saja datang kok." jawab Kimberly dengan tak kalah ramahnya, dia tampak lebih cerah malam ini di bandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan Zoya. Mungkin juga karena masalah antara mereka sudah terselesaikan, karena itu wajahnya tampak seperti kupu-kupu yang baru saja keluar dari kepompongnya.


Sementara Jhony, Edi dan Sean langsung berdiri saat Brian mendekati mereka. Sudah seperti seorang bawahan yang harus menyambut tuan mereka dengan penuh hormat.


Brian tidak berekspresi dan tanpa mengatakan sepatah katapun dengan santai menarik kursi untuk duduk. Dia juga tidak peka untuk menarik kursi buat Zoya agar terlihat seperti sepasang kekasih yang romantis.


Brian memanglah pria cuek yang memiliki pemikiran luas!


Saat ini Brian dan Zoya duduk di meja yang juga berdekatan dengan keempat orang itu. Brian dengan acuh tak acuh duduk santai sambil memperhatikan wajah Sean dan Jhony. Mereka tampak seperti seekor ayam yang disiram air, tidak berani berkutik karena aura Brian terlalu kuat dan telah mendominasi mereka.


"Kenapa kalian diam saja," ucap Zoya saat melihat ekspresi semua orang yang tampak seperti tali busur.


"Zoya kami semua sudah sangat lapar makanya kami tidak terlalu banyak bicara." ujar Jhony sembari memaksakan senyumnya.


"Jhony benar, kami sengaja belum memesan makanan karena kami menunggu kalian tadi." tambah Edi.


Zoya hanya bisa membalas dengan senyuman juga, walaupun ini terasa sangat cepat. Aman untuk mengatakan, bahwa Zoya tampaknya sangat senang memiliki teman-teman baru. Dia kemudian menatap Brian yang duduk dihadapannya dengan penuh arti.


Sungguh pria yang luar biasa, dia mampu membuat orang-orang di sekitarnya tunduk dengan cara yang penuh hormat.

__ADS_1


Sementara itu Brian masih saja bersikap tak acuh, dia memilih untuk diam saja dan terus memantau pertemuan ini.


Sebelum pergi kesini Brian juga sempat menelpon Jhony, Edi dan Sean. Dia penasaran kenapa mereka tiba-tiba mengadakan pertemuan mendadak malam ini.


Padahal kemarin malam perselisihan antara dia dan Sean baru saja selesai. Tapi ketiga fans barunya itu, ternyata sudah memiliki rencana untuk menghadapi target Brian selanjutnya.


Jhony mengatakan kalau rencana Brian selanjutnya harus segera dimulai malam ini. Sean juga mengatakan hal yang sama, walaupun dia baru saja mengenal Brian. Tampaknya Sean memang tidak sabaran untuk bergabung dalam rencana Brian, apalagi setelah Brian mengatakan kalau tujuan mereka sama. Dia juga memiliki info penting yang ingin ia sampaikan pada Brian, dengan begitu dia bisa membuktikan dirinya.


Namun, mereka tidak tahu kalau Brian ternyata tidak ingin melibatkan Zoya kedalam rencana untuk mengalahkan Vince. Brian mengatakan pada Jhony, Sean dan Edi, kalau mereka membahas masalah tentang Vince dihadapan Zoya. Maka Brian akan memberi pelajaran pada ketiga orang itu.


Karena itulah saat ini mereka hanya diam dan takut membicarakan rencana yang ingin mereka buat tadi, mereka sudah salah karena turut mengundang Zoya kesini juga.


"Brian sebelumnya kami ingin berterima kasih padamu, karena telah membuat kami sadar dengan kesalahan kami." Sean akhirnya memulai pembicaraan, agar pertemuan ini tidak terasa kaku.


"Sebelumnya aku sangat kesal saat mengetahui Kim berkhianat, tapi sekarang aku sadar saat kau mengatakan kalau ternyata Vince lah yang sengaja mempermainkan kami."


"Ya Brian aku juga minta maaf, karena sudah mencoba menipu dirimu sebelumnya. Aku sebenarnya hanya ingin menyelamatkan bisnis Sean, aku tidak bermaksud buruk sama sekali padamu." Kim juga mulai meminta maaf pada Brian, dia tampak menyesal sekali karena sudah menipu Brian.


"Menurutku kalian berdua sangat aneh, aku tidak peduli lagi dengan masalah itu. Sekarang sudah waktunya bagiku untuk makan malam!" seru Brian dengan acuh tak acuh.


Sean dan Kimberly pun saling menatap satu sama lain, tampaknya Brian sama sekali tidak ingin peduli dengan penjelasan mereka. Brian memang sudah mengetahui semuanya tentang pasangan kekasih ini, bagi Brian mereka hanyalah pasangan yang terlalu dramatis tidak lebih dari itu.

__ADS_1


Jika Sean tidak memiliki tujuan yang sama dengannya, maka Brian tidak akan mau terlibat dalam masalah percintaan yang begitu rumit ini.


__ADS_2