King Of School

King Of School
Bab 35


__ADS_3

"Brian!" sapa seorang wanita bertubuh langsing yang tiba-tiba saja muncul di depan mereka.


Sontak Zoya pun langsung melirik wanita cantik itu, sambil terus menyuap sesendok mie ke dalam mulutnya. Zoya juga merasa sangat tak asing melihat wanita ini.


"Kimberly?" Brian dengan ekspresi salah satu alisnya naik keatas juga ikut menatap wanita yang memanggilnya tadi.


"Aku benar-benar tidak menyangka akan bertemu denganmu disini, pasti kamu lagi shoping untuk acara besok malam, kan?" Kimberly langsung saja memulai percakapan dengan Brian tanpa menghiraukan Zoya. Dia terlihat seolah-olah sangat akrab dengan Brian, padahal mereka baru bertemu sekali di kafetaria kampus waktu itu.


Melihat Kimberly yang tampak begitu akrab dengan Brian, membuat Zoya merasa sedikit kurang nyaman. Dia terus memperhatikan kedua orang itu dengan tajam. Entah sejak kapan Brian dekat dengan wanita secantik Kimberly, pikirnya.


"Ehem," Zoya berdeham memberi kode keras pada Kimberly, untuk memberitahu kalau dirinya juga ada di sana.


Sontak Kimberly pun langsung menengok kesamping dan mulai memperhatikan wajah Zoya yang terlihat masam. "Eh, kamu Zoya kan, murid yang dikenal sangat cerdas itu."


Akhirnya sadar juga dia. gumam Zoya di dalam hati.


"Maaf, aku tidak tahu kalo kamu juga ada di situ tadi?"


Bagaimana kau bisa tahu, kalo kau asik memperhatikan tuan mudaku dari tadi dasar wanita genit. Zoya terus mengumpat di dalam hatinya, karena merasa tidak senang melihat tuan mudanya di dekati wanita lain.


Zoya yang semakin terlihat tidak senang dengan kehadiran Kimberly, segera menatap Brian seolah-olah sengaja memberi tahu pada Kimberly, kalau mereka saat ini sedang berkencan.


Baru juga Zoya mencoba menghabiskan waktu berduaan dengan Brian. Tapi Kimberly entah dari mana tiba-tiba saja datang sebagai nyamuk, dan mengganggu suasana saja.


"Kamu pasti datang dengan Brian ya, sepertinya aku sudah mengganggu kalian ya." lirih Kimberly sambil mengeluarkan senyuman semanis gula aren. Dia sadar kalau Zoya tidak suka dengan kehadirannya dan berniat intuk pergi.


Tapi tiba-tiba saja Brian bicara dan menghentikan niat Kimberly untuk pergi.


"Tidak, kau tidak menganggu sama sekali," ucap Brian dengan nada datar, "kau datang di di waktu yang tepat duduklah bersama kami, oh ya kau sudah makan?"


Sontak mulut Zoya yang di penuhi mie menganga melihat pemandangan itu. Bukannya Brian itu terkenal sangat cuek, lantas apa ini? Dia malah menawarkan Kimberly untuk duduk dan makan bersama. Zoya bahkan tidak pernah melihat Brian seramah ini.


Apa yang terjadi pada tuan muda ini, tidak biasanya dia begini, apa jangan-jangan ada sesuatu diantara mereka. Zoya mulai merasa curiga pada Brian dan sedikit cemburu.


"Terima kasih Brian, kau tidak perlu memesan apapun untukku, kalau boleh aku ingin duduk sebentar saja." Kimberly langsung duduk di kursi antara Zoya dan Brian yang saling berhadapan.


Kimberly meletakan ponselnya ke meja dan mulai bicara dengan Zoya.


"Oh ya Zoya aku tahu kau pasti tidak mau membahas ini, tapi aku sangat penasaran. Belakangan ini kamu sering sekali menjadi pembahasan di kampus, dan itu juga berkaitan dengan Brian. Apa itu benar?"

__ADS_1


"Ya benar!" Zoya langsung menjawab pertanyaan itu dengan sangat cepat. Seolah-olah dia mengiyakan dugaan Kimberly.


"Oh..." Kimberly mengangguk ringan sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jari telunjuknya, kemudian dia menjatuhkan pandangannya kearah Brian lagi.


Saat ini Brian terlihat sedang menyesap jusnya, dia sudah menghabiskan mie tadi dengan sangat cepat saat Kimberly dan Zoya berbicara.


"Oh ya Brian," Kimberly memiringkan kepalanya, "apa kau dan Zoya juga akan datang ke pesta besok malam."


"Pesta?" Brian keheranan.


"Iya pestanya Trisha, kalian tidak tahu? Trisha kan besok mengadakan sebuah pesta ulang tahun besar-besaran di sebuah klub pantai Golden Sea."


"Uhuk...uhuk...uhuk..."


Tiba-tiba Zoya langsung tersedak saat mendengar hal itu, Kimberly pun langsung dengan sigap memberikan minuman padanya.


"Zoya kamu tidak apa-apa?" Kimberly mengelus-elus punggung Zoya.


"Dia biasa begitu, kau tidak perlu khawatir?" tandas Brian.


Zoya menyipitkan matanya menatap Brian. Dia tadi sangat terkejut saat mendengar Kimberly menyebut ulang tahun Trisha. Itu adalah sesuatu hal yang tak sengaja Zoya lupakan.


"Pesta ulang tahun Trisha..." ucap Brian, "aku sama sekali tidak tahu."


"Ya dia baru saja menyebarkannya hari ini setelah pulang kuliah tadi, lihat." Kimberly menunjukan ponselnya dan memperlihatkan postingan Trisha. "Kali ini sepertinya dia akan mengadakan pesta besar-besaran. Karena dia juga sekalian mengadakan sebuah pesta dansa disana, dengan tema pasangan yang romantis."


"Pesta dansa pasangan romantis?" sontak Zoya pun ikut bertanya pada Kimberly, dia mulai jadi penasaran sekarang. Kenapa Trisha mengadakan pesta seperti itu bersamaan dengan pesta ulang tahunnya. Apa yang coba di lakukan Trisha sebenarnya?


"Iya pesta dansa dengan pasanganmu, karena itulah aku kesini mencari gaun untuk pergi ke pesta nanti. Apa kalian juga akan datang sebagai pasangan?" Kimberly terlihat sangat bersemangat sekali membahas pesta itu.


Zoya dan Brian pun kemudian saling menatap satu sama lain dengan penuh arti. Tanpa mereka sadari, perkataan Kimberly tadi telah membuat hati mereka tergerak untuk juga ikut pergi ke pesta itu.


Drrrt...


Sebuah panggilan tiba-tiba masuk ke ponsel Kimberly, sontak dia langsung mengangkatnya dan sambil berkata. "Baiklah kalau begitu aku duluan ya, senang bertemu dengan kalian, bye." Kimberly melambaikan tangannya dan mulai melangkah pergi.


Brian dan Zoya hanya bisa menatap heran Kimberly yang datang dan pergi begitu saja.


...

__ADS_1


Setelah itu Zoya dan Brian pun mulai bergerak menuju arah pulang. Saat di mobil Zoya sesekali memandangi tuan mudanya itu dengan penuh arti. Banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan.


"Tuan muda, soal pesta itu apa kau..."


Belum sempat Zoya menyempurnakan kata-katanya, Brian langsung pun memotong.


"Aku tidak akan pergi," ucapnya dengan nada tegas, "aku punya dua alasan. Pertama, Trisha saat ini sangat membencimu, kan? Kedua, Vince juga pasti ada di sana nanti, jadi untuk apa aku menghadiri pesta yang berisi musuh-musuhku?"


Brian tahu jika dia datang dengan Zoya ke pesta, itu pasti akan sangat merepotkan dirinya nanti. Mengingat perkataan Vince yang mengancam dirinya saat di klub judo tadi. Brian berpikir mungkin pesta itu hanyalah sebuah jebakan saja.


"Dengar cerewet, aku sarankan padamu untuk tidak pergi juga." ujar Brian dengan acuh tak acuh.


"Ya baiklah," Zoya mengangguk ringan, tampaknya dia lebih mulai menurut dengan perkataan Brian sekarang.


Walaupun sebenarnya dia ingin sekali pergi dengan Brian sebagai pasangan. Tapi dia juga teringat kalau Vince dan Trisha saat ini sangat membenci dirinya.


Setelah mereka sampai di rumah, terlihat mbok Ratih dan pak Siman sedang duduk di ruang tamu. Mereka tiba-tiba langsung dikagetkan saat melihat penampilan Zoya.


"Zoya tadi kan kamu tidak memakai ini." ucap mbok Ratih karena keheranan.


"Tuan muda yang membelikannya buk," jawab Zoya dengan wajah tersipu malu.


Sontak mbok Ratih memasang ekspresi tidak percaya, "Hah tuan muda? Ini terlalu bagus Zoya, pasti harganya sangat mahal kan, kenapa kamu mau menerimanya?" mbok Ratih tiba-tiba merasa tidak enak.


"Aku juga sebenarnya tidak mau tadi buk, tapi dia yang memaksaku, jadi ya aku terima aja."


"Duh Zoya, ibu jadi tidak enak, apa kau sudah berterima kasih padanya?"


Zoya langsung terdiam membeku, karena terlalu senang tadi, dia sampai lupa untuk berterima kasih pada Brian. "Ehe, belum buk." ucapnya sambil menggaruk-garuk wajahnya.


"Kau ini," seketika mbok Ratih langsung menatap Brian yang sedang berjalan menuju tangga dan berkata, "Tuan muda, terima kasih karena anda sudah membelikan baju ini untuk Zoya."


Brian berhenti sejenak dan menganggukkan kepalanya sekali. Setelah itu dia langsung pergi menuju ke kamarnya.


"Zoya lain kali jangan terima hadiah semahal ini."


"Iya buk."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2