
Saat ini Brian sedang santai duduk di sofa ruangan tamu. Karena berhubung ini hari libur, dia meluangkan sedikit waktu untuk menggali sedikit informasi tentang target selanjutnya.
Brian membuka laptopnya dengan santai dan mulai menyelami dunia maya, orang bilang internet memiliki segala hal yang ingin kau ketahui.
'Internet bisa menjadi sebuah kapal yang akan membuatmu berlayar mencapai tujuan, tapi juga bisa berubah menjadi karang yang akan membuatmu tenggelam kedalamnya.'
Dan benar saja, baru sebentar dia mencoba mencari tahu informasi tentang target selanjutnya. Sebuah pesan tiba-tiba masuk ke akun Brian.
Itu dari Jhony!
Brian menyipitkan matanya menatap dengan tajam foto seorang pria yang dikirimkan Jhony.
Pria itu bertubuh tegap dan berisi, wajahnya terlihat seperti orang timur tengah dengan kulit yang maskulin. Brewok tipis diwajahnya itu mampu membuat semua wanita tertarik ingin mengelusnya. Dia adalah sosok tampan yang menggambarkan ciri seorang aktor Bollywood.
Siapa lagi kalau bukan Frans Zephyr!
"Jadi, dia adalah orang yang sepenuhnya berani menentang Vince?" gumam Brian sambil terus menatap foto itu. Terlukis sebuah rasa penasaran yang dalam di wajahnya. "Aku kira tidak ada satupun di Leighton yang memiliki keberanian melawan Vince seperti aku? Tapi ternyata aku sudah keduluan olehmu, kau terlihat sangat meyakinkan, akan sangat bagus jika kita berkenalan."
Frans memang terlihat sangat keren di foto itu, dengan menggunakan tank top hitam. Frans telah memamerkan seluruh ototnya pada Brian, dia tampak seperti seorang binaragawan.
Seringai senyuman muncul di wajah tampan Brian, tampaknya pria yang ingin ia taklukan kali ini akan lebih sulit dari pada si 'penipu Jhony' dan si 'romeo Sean'.
Brian juga memiliki kemampuan lain yang tidak ia sadari, dia mampu memahami karakter seseorang dengan sangat mudah hanya dalam sekali lihat. Dan jika diamati, Brian bisa menarik satu kesimpulan dari sosok Frans ini.
Dia hampir mirip seperti Brian, bisa terlihat jelas di foto itu. Wajah Frans di penuhi bongkahan es sehingga bagi siapapun yang melihatnya akan langsung menggigil. Tatapan matanya bagaikan seekor serigala alpa yang mampu mendominasi mangsanya.
Benar-benar terlihat kejam!
Hanya saja dia tidak memiliki aura bangsawan yang hebat seperti Brian, dia memang lebih tampak seperti seekor serigala kejam yang tak kenal ampun.
__ADS_1
Brian pun mulai membaca semua informasi tentang frans dengan cermat dan teliti. Dia sudah tampak seperti orang yang sedang membaca kisi-kisi soal ujian negara saja.
Terlalu serius!
Sampai-sampai Brian tidak menyadari kalau Zoya secara diam-diam sudah duduk di sebelahnya. Mencoba penasaran, apa yang sedang dikerjakan oleh tuan mudanya sehingga terlihat begitu sangat serius.
Tidak lama kemudian Brian pun tersentak dan mulai menyadari kehadiran Zoya. "Apa kau sekarang memiliki hobi lain untuk menguntit orang lain!?" Brian melirik kesamping. Kata-kata dan nada bicara Brian sangat tajam, begitu menusuk sampai mampu membunuh siapapun yang mendengarnya.
Tapi Zoya tidak terpengaruh dan malah memancarkan senyuman indah pada Brian, seolah itu adalah kalimat terindah yang pernah ia dapatkan dari Brian. "Ehe, tuan muda maaf, aku hanya penasaran saja. Ku kira kau tadi sedang melihat gadis-gadis cantik di sosmed." Zoya mencari alasan palsu dengan hati-hati, tapi dia tidak yakin kenapa dia malah mengatakan hal bodoh seperti itu.
"Ya, bukankah dia sangat cantik untuk seorang gadis?" Brian sengaja menggeser sedikit laptopnya dan menunjukan foto frans pada Zoya, "bagaimana menurutmu? Kurasa aku harus mengajaknya kencan juga secepatnya!" ucap Brian, tatapan mengejek tak luput menghiasi kalimatnya.
Zoya melengkungkan kedua sudut bibirnya keatas, dan menatap lucu manik biru Brian. Sesaat tadi memang terlintas di benak Zoya kalau Brian benar-benar sedang melihat gadis-gadis cantik di sosmed.
Tapi dugaannya selalu berakhir memalukan, Zoya selalu saja mencurigai Brian. Padahal saat ini mereka masih belum memiliki hubungan apapun. Tapi dia lega karena Brian sedang tidak mengincar wanita lain. Setidaknya dia benar-benar yakin sekarang, kalau Brian memanglah bukan pria mata keranjang.
"Tuan muda, kenapa kau malah tertarik dengan foto ini? Apa kau punya kelainan?" Zoya membalas ejekan Brian tadi.
"Hmm, kalau begitu kurasa aku harus memberitahu bibi Michelle. Kalau putranya, sebenarnya adalah seorang putri!" Zoya mencoba untuk mengalahkan Brian dalam perdebatannya kali ini.
Mendengar itu Brian tidak tersinggung sama sekali, dia malah mulai merasa sedikit geli dan seringai lucu pun meluncur di wajahnya.
"Heh, kalau begitu ibuku pasti akan sangat senang, karena dia memiliki dua orang putri." jawab Brian dengan acuh tak acuh.
'Hah, dua orang putri?'
Zoya terkejut saat Brian mengatakan hal itu, apa dia baru saja mengatakan kalau dia memiliki seorang adik perempuan?
"Tuan muda? Jadi kau memiliki adik perempuan?" Zoya mulai di penuhi rasa penasaran.
__ADS_1
"Kenapa? Memangnya tidak boleh?" Brian dengan segera menutup laptopnya dan malah hendak beranjak pergi dari sana.
Wah dia ternyata punya saudari, aku tidak pernah diberitahu ibu soal ini.
"Tunggu tuan muda, jika kau tidak keberatan bolehkan aku lihat seperti apa saudarimu itu? Kumohon ya, please!" Zoya juga berdiri begitu penasaran sampai setengah mati, minatnya terhadap adik perempuan Brian sangat tinggi.
"Kau ingin tanya dia seperti apa? Tentu saja dia juga tampak seperti manusia, punya kepala, kaki, tangan dan lainnya, sama sepertimu." jelas Brian sembari menunjuk seluruh tubuh Zoya. Kemudian dia mulai melangkah untuk pergi.
"Ayolah tuan muda, aku hanya ingin tahu dia seperti apa? Apakah dia itu sangat cantik, atau dia juga sangat dingin sepertimu?"
Brian berhenti sejenak dan menoleh ke belakang. "Dia tidak mirip sepertiku, tapi bisa aku pastikan kalau wajahmu lebih baik darinya." Brian langsung pergi begitu saja setelah mengatakan itu tanpa dengan ekspresi.
Sementara itu Zoya terpaku diam di tempat seperti patung. Dia tidak menyangka kalau Brian akan berkata seperti itu.
Apa dia baru saja bilang kalau aku lebih cantik dari adiknya?
Wajah Zoya kembali memerah seperti tomat, Brian baru saja memujinya kan? Dia tidak salah dengar kan?
Eee... sepertinya memang masih ada sedikit harapan untukku.
Zoya yang memang suka berfantasi, mulai membayangkan hal-hal liar di pikirannya. Apakah suatu saat nanti dia berhasil melelehkan hati Brian yang beku itu?
Sementara Brian yang berada di kamar merenung sejenak dan mulai menghela nafas sambil menatap keluar jendela. Tiba-tiba dia malah teringat dengan keluarganya yang ada di Roran City.
"Aku tak sengaja menyebut si menyebalkan itu hanya untuk mengalihkan topik pembicaraan tadi?" gumamnya.
Ternyata Brian tidak bermaksud ingin memberitahu Zoya kalau dia punya adik perempuan tadi. Itu hanyalah pengalih perhatian agar Zoya tidak penasaran dengan melihat foto Frans di laptop Brian. Jika tidak, mungkin si cerewet itu akan banyak tanya dan membuat rencana Brian akan menjadi sedikit sulit.
Tapi tiba-tiba saja hatinya juga tersentuh saat mengingat sang adik. Tanpa ia sadari sebenarnya dia sangat merindukan adik dan ibunya.
__ADS_1
"Hufff, aku tidak tahu sampai kapan keluarga kita akan begini. Tapi selagi si pak tua itu tidak mau berubah, aku akan selalu jauh dari kalian."
...****************...