King Of School

King Of School
Bab 42


__ADS_3

"Aduh, kenapa kepalaku berasa berputar." lirih Zoya sembari memegangi keningnya.


Setelah meminum sirup yang di berikan Trisha tadi, semua yang dilihat Zoya saat ini tampak sangat aneh. Dia merasakan ada sensasi yang luar biasa sedang menyerang otaknya, tiba-tiba saja darahnya terpompa dan membuatnya merasa sangat bahagia.


Bruk.


Seketika Zoya menghempaskan kedua tangannya ke meja. Edi, Isma dan Larry yang ada di sana pun langsung terkaget melihat itu.


"Ha... ha...hahaha," tiba-tiba saja Zoya tertawa terbahak-bahak seperti orang kesurupan.


"Eee, Zoya kau baik-baik saja?" tanya Edi yang kebingungan melihat keadaan Zoya


"Kau bercanda? Aku tidak pernah merasa sebaik ini! Dengar... sekarang musik sudah dimainkan mari kita berpesta!" Zoya berteriak kencang sambil berdiri di atas kursinya.


Sontak semua orang yang ada di sana langsung memandangi Zoya, mereka pun mulai bersiul dan memberikan sebuah semangat. Sementara, Trisha yang ada di sudut dekat meja dj hanya bisa tersenyum dan terus menatap Zoya dengan tangan terlipat.


Zoya yang tampak begitu bergairah, telah menarik perhatian semua orang yang ada di dalam ruangan.


Bahkan Jhony yang saat ini terlihat sedang berbincang dengan wanita yang ia temui tadi langsung menjatuhkan pandangannya kearah Zoya.


"Apa yang dilakukannya," gumam Jhony keheranan saat melihat perilaku Zoya.


Zoya pun langsung turun dari kursi dan mulai bergabung dengan semua orang untuk menari bersama. Edi yang melihat itu pun langsung hendak menghentikan Zoya. Dia tahu, saat ini Zoya pasti sedang mabuk atau semacamnya.


"Kau kenapa Zoya, tolong jangan mempermalukan dirimu Zoya?"


"Aku saat ini ingin menari Edi, mari kita tunjukan pada mereka kemampuan kita."


Zoya malah menarik kerah baju Edi dan mengajaknya menari bersama. Tapi Edi langsung menjauhkan tubuhnya dari Zoya, karena dia tahu Brian pasti akan sangat marah nanti.


Tapi Zoya tetap tidak perduli dan terus menari dengan heboh seperti cacing kepanasan. Walaupun tariannya terbilang sangat indah dan keren, tapi saat ini dia terlalu berlebihan bahkan dia mulai naik keatas meja dan melepaskan kardigan yang ia pakai.


Sekarang dia semakin terlihat seksi dengan hanya mengenakan kaos kensi, sekarang semua orang yang ada di sana semakin bergairah saja saat melihat belahan itu. Sepertinya obat tadi benar-benar sudah membuat Zoya kehilangan semua rasa malunya saat ini.


Edi yang melihat itu pun langsung memegangi kepalanya, dia menjadi sangat pusing sekarang. "Ya ampun, bagaimana ini tamatlah riwayatku." gumam Edi, dia sangat takut melihat Zoya mempermalukan dirinya sendiri. Jika Brian tahu, maka dia pasti akan sangat marah, karena Edi lah yang membawa Zoya ke pesta ini.

__ADS_1


"Hahaha lihatlah, dia benar-benar sudah kehilangan rasa malunya." ucap Vince yang sengaja turun untuk melihat aksi Zoya.


"Bagaimana kalau kita memancingnya untuk melakukan hal yang lebih gila lagi Vince?" ujar Jullyan.


"Silahkan, hahaha." Vince mulai tertawa lepas karena puas.


"Baiklah, hei Zoya! Sepetinya itu masih kurang, lepaskan aja sekalian semuanya."


Sontak semua orang termasuk Zoya langsung melirik ke arah Vince dan Jullyan. Semua orang mulai sangat setuju dengan apa yang di katakan Jullyan tadi. Mereka pun juga ikut memaksa Zoya untuk melepaskan pakaiannya.


Wajah Edi dan Jhony mulai langsung berubah panik setelah mendengar hal itu. Mereka ingin menghentikan tindakan Zoya. Tapi setelah melihat kehadiran Vince di sana, mereka tidak memiliki keberanian untuk melakukan itu.


"Apa? Kau bercanda? Tapi kau benar pakaian ini membuatku tidak bisa bergerak bebas, aku akan melepaskannya juga!" efek obat bius itu benar-benar luar biasa, bahkan Zoya langsung menuruti perintah Jullyan begitu saja.


Zoya pun mulai melepaskan ikatan rambutnya, seketika rambut panjangnya tergerai dan membuat penampilannya semakin seksi. Para kaum adam yang ada disana semakin bersemangat melihat keseksian Zoya. Lalu ia juga melepaskan kacamatanya dan membuang ke kerumunan yang mengelilinginya.


"Zoya berhenti, tolong jangan permalukan dirimu seperti ini, Brian akan membunuhku karena ini nanti." lirih Edi dengan ekspresi yang sangat jelek.


Tapi Zoya masih tidak berhenti dan mulai hendak melepaskan kaos kensinya. Tapi karena terlalu ketat dia sedikit kesusahan. Jadi dia mencoba untuk merobeknya saja dari atas, dan...


Seketika listrik padam, seluruh ruangan menjadi gelap gulita. Semua orang sangat terkejut dan bingung, padahal mereka sudah tidak sabaran untuk melihat Zoya melepaskan pakaiannya tadi.


"Kenapa listriknya mati, cepat cari tahu." seru Vince pada Jullyan.


Setelah beberapa saat kemudian listriknya pun kembali di hidup. Ruangan itu mulai kembali terang. Akan tetapi, tiba-tiba saja Zoya yang tadinya ada di hadapan mereka, sekarang sudah menghilang tanpa jejak.


Jhony dan Edi pun mulai semakin panik dan bergerak untuk mencari Zoya. Dan seketika sebuah suara muncul dan mengejutkan semua orang.


"Vince kau bisa memprovokasi diriku, tapi aku tidak pernah ingin Zoya terlibat masalah yang ada diantara kita, sekarang aku mulai marah, kau tunggu saja, aku akan kembali untuk membalas perbuatan tak tahu malumu ini."


Semua orang pun menjadi kebingungan saat mendengar suara itu. Namun, Edi, Jhony dan Vince sangat mengenal pemilik suara itu yang tidak lain adalah Brian.


"Brian dia sudah sampai, kalau begitu aku harus keluar sekarang."


Secara bersamaan, Edi dan Jhony langsung bergegas keluar dari sana. Mereka ingin segera memberitahu Brian kalau Zoya saat ini sedang berada dalam masalah.

__ADS_1


Sementara itu Vince bergidik kesal karena mendengar suara Brian yang mengancamnya tadi. Dia tidak mengira kalau Brian bisa juga sampai ke lokasi pesta dengan tepat waktu.


Sementara itu di area parkir, terlihat Brian memboyong Zoya keluar dengan cara menggendongnya dengan kedua tangan. Brian benar-benar terkesiap melihat keadaan Zoya yang saat ini sudah merobek setengah bajunya.


Ya Zoya berhasil merobek bajunya dan memperlihatkan dua gunung yang indah itu. Beruntung saja Brian mematikan listrik tepat waktu tadi. Jika tidak, maka saat ini semua harga diri Zoya akan hancur.


"Akhirnya kau datang juga," lirih Zoya sambil mencubit pipi Brian, ekspresinya terlihat sangat nakal, "dari tadi aku sudah menunggumu tahu!"


Brian terus melangkah menuju mobilnya dan mencoba untuk mengalihkan pandangannya dari Zoya. Namun godaan itu sangat besar, bayangkan saat ini kau sedang membawa sebuah daging panggang yang sedap. Begitulah Brian saat ini yang mencoba menahan diri untuk tidak melihat tubuh Zoya.


Tapi sebelum dia sampai ke mobil, tiba-tiba saja Jhony muncul dari kejauhan dan memanggilnya. Sontak, kepala Brian menoleh ke belakang. Kemudian dia langsung menurunkan Zoya dan segera melepas jaketnya.


"Pakai ini cepat!" seru Brian sambil memberikan jaketnya pada Zoya, dan matanya sama sekali tidak memandang Zoya.


"Gak mau, aku maunya kamu yang pakaikan." pinta Zoya dengan ekspresi yang sangat manja, saat ini dia masih terpengaruh efek dari obat bius yang di berikan oleh Vince tadi.


"Hufff, kemari cepat." Brian menghela nafas dan menyuruh Zoya untuk mendekat.


Segera Zoya langsung menempelkan tubuhnya pada Brian, terjadilah sebuah adegan pandang memandang, saat ini dia bisa menatap langsung dan merasakan tubuh indah Zoya. Tapi matanya sama sekali tidak tertarik untuk melihat dua gunung itu.


Malahan saat ini Brian lebih terpikat oleh wajah Zoya yang begitu polos. Tampak seperti gadis kecil yang tak berdosa sama sekali.


Sejenak mereka terpaku dalam diam dan terus saling memandang. Wajah Zoya saat ini terlihat merah merona seperti tomat. Walaupun saat ini dia sedang di bius, tapi jiwanya masih bisa merasakan getaran cinta saat menatap mata Brian yang sangat indah.


"Matamu ini benar-benar bagaikan rembulan tuan muda," lirih Zoya sambil mengusap wajah Brian dengan telapak tangannya.


Tapi Brian sama sekali tidak bereaksi dan masih menunjukan ekspresi wajah yang sangat datar. Sambil menarik kancing jaket keatas, dia terus menatap mata Zoya dengan dalam.


"Kau benar-benar sudah dibius oleh mereka, saat ini kau tidak tahu apa yang sedang kau katakan." ucap Brian dengan nada dingin, kemudian dia langsung membalikan badan setelah selesai memakaikan jaket kepada Zoya.


Dan di saat yang bersamaan juga Jhony, Max beserta Edi akhirnya pun muncul di depan mata Brian.


"Hah, untunglah kau datang Brian, cepat kita harus menyelamatkan Zoya..." seru Jhony kepada Brian dengan nafas yang terengah-engah. Namun sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba Zoya memunculkan kepalanya dari belakang tubuh Brian.


"Ya apa tadi ada yang memanggilku?" ucapnya dengan ekspresi yang terlihat lucu.

__ADS_1


Edi dan yang lainnya langsung menganga saat melihat Zoya yang ternyata sudah bersama dengan Brian.


__ADS_2