King Of School

King Of School
Bab 37


__ADS_3

"Jadi dia percaya begitu saja?" Jhony bertanya sambil menatap Brian dengan sangat serius.


Saat ini terlihat Jhony dan Brian sedang berada di dalam gedung Gym kampus. Jhony duduk di kursi dengan seragam basket, tubuhnya basah dipenuhi keringat.


Sementara itu Brian terlihat sedang marah dan terus meninju sebuah samsak dengan dengan sangat keras. Dia juga melepas kemejanya, dan hanya menggunakan singlet berwarna hitam sehingga memperlihatkan otot-ototnya tubuhnya.


Brian benar-benar sangat kesal saat ini, dia terus meninju samsak itu sebagai saluran pelampiasannya. Dia sangat tidak suka dengan sikap Zoya tadi, kenapa dengan mudahnya Zoya percaya kembali dengan Trisha.


"Oh sobat, tampaknya kau sama sekali tidak berpengalaman dengan seorang wanita ya." ucap Jhony sembari berdiri dan berjalan mendekati Brian.


"Apa maksudmu?" Brian penasaran dan berhenti sejenak meninju samsak tadi untuk mendengarkan Jhony.


"Maksudku begini kawan, terkadang wanita memanglah sangat rumit. Saat berhadapan dengan mereka kau harus mengetahui tiga peraturan ini, pertama mereka itu selalu benar, kedua mereka tidak pernah salah, ketiga jika mereka salah maka balik lagi ke peraturan yang pertama." jelas Jhony sambil memperagakan jari-jarinya dan menatap Brian dengan ekspresi main-main.


"Itu konyol!" Brian tak mau menganggap serius peraturan yang dibuat-buat itu, dia memang tidak pernah berhubungan dengan wanita. Jadi dia tidak tahu peraturan semacam itu memang berlaku saat berhadapan dengan wanita.


"Itulah kenyataannya kawan, makanya kau jangan terlalu kaku dan berdiam diri di rumah saja. Sesekali keluar kek, seperti ke klub malam untuk bisa mencari sensasi baru." ujar Jhony dengan santai.


"Apa kau bilang?" sontak Brian langsung mendekati Jhony, dan mengacungkan telunjuknya ke hidung Jhony.


"Tidak, maksudku kenapa kau tidak ikut pergi saja ke pesta itu, jika kau memang tidak percaya dengan Trisha." ujar Jhony dengan ekspresi panik.


Sejenak Brian diam dan berpikir, jika dia pergi ke sana. Mungkin saja Vince sudah merencanakan sesuatu yang akan membuatnya kerepotan nanti.


"Aku tidak akan pergi kesana."


"Lalu bagaimana dengan Zoya, apa dia juga tidak pergi?"


"Dia juga tidak akan pergi, karena aku sudah melarangnya?"


"Kata-katamu itu, seolah kau sudah menjadi suami Zoya saja, Hahaha."


Brian langsung menatap Jhony lagi, dan seketika Jhony menutup mulutnya rapat-rapat.


Jhony ternyata orang yang banyak bicara juga, dia terus sengaja meledek Brian dari tadi. Padahal dia sangat takut dengannya, dengan satu tatapan Brian saja Jhony langsung menggigil.


...


Setelah sedikit curhat dengan Jhony, Brian kemudian ingin pergi menemui Zoya kembali. Dia ingin memastikan agar Zoya tidak pergi ke pesta itu.

__ADS_1


Tapi saat dia tengah berjalan santai di lorong, tiba-tiba saja tubuhnya di tarik oleh seseorang ke sudut balik dinding.


"Kau!" Brian yang ingin berkata tapi tiba-tiba mulutnya di tutup oleh sebuah tangan putih mulus dan selembut sutra.


Brian langsung menyipitkan matanya saat menatap wajah wanita yang saat ini menempel di tubuhnya. Ternyata wanita itu tidak lain adalah Kimberly Deffon.


"Ssst..."


Sontak Brian langsung menyingkirkan telapak tangan Kimberly yang menutupi mulutnya.


"Apa-apaan ini?"


"Ups, maaf ya aku menarik mu kesini dengan paksa tadi." ucap Kimberly sambil tersenyum-senyum seperti kambing.


"Aku tidak ingin ada yang melihat kita, kalau sampai ada yang lihat pasti dia akan sangat marah."


Brian langsung menyatukan kedua alisnya menatap Kimberly dengan sangat serius. Dia tidak mengerti entah apa yang membuat wanita ini terus muncul dan mengejarnya.


"Kau menyebut 'dia' tadi? Siapa 'dia'?" tanya Brian yang sedikit mulai penasaran.


Sementara itu dari arah lain, terlihat Zoya dan Edi sedang berjalan santai juga sambil berbincang-bincang.


"Zoya apa kau akan pergi ke pesta nanti malam?"


"Tapi kan Zoya, Trisha kan sudah berubah kenapa kau tidak coba ajak saja Brian lagi. Mungkin dengan begitu nanti Brian akan bisa mulai mempercayai Trisha."


"Edi tuan mudaku ini sangat keras kepala, sekali dia bilang tidak maka tidak, aku juga merasa tidak enak untuk menghadapinya sekarang, tadi aku sudah membentaknya."


Zoya dan Edi terus berjalan dan hampir mendekati Brian yang ada dibalik sudut dinding.


"Zoya kau dengar sesuatu?" Edi tiba-tiba mendengar sebuah suara.


"Kau benar, sepertinya ada?" Zoya pun juga ikut mendengarkan suara itu.


Mereka mulai mendekat sambil memasang kuping mereka dengan seksama.


"Brian sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu," lirih Kimberly sembari mengelus-elus dada bidang Brian, dia tampak sedang merayunya. "Dari tadi aku sudah mencari pasangan untuk menemaniku pergi ke pesta Trisha, tapi tidak ada yang cocok. Apa kau mau jadi pasanganku tampan?"


Brak.

__ADS_1


Seketika Zoya muncul dan memergoki mereka. Sontak Brian langsung menjauhkan Kimberly dari tubuhnya karena melihat Zoya yang tiba-tiba muncul.


"Zoya..." lirih Brian dengan ekspresi sedikit terkejut.


Zoya hanya bisa terus menatap wajah Brian dengan tajam sesekali dia juga melirik ke arah Kimberly dengan tatapan jijik. Saat ini dia benar-benar di kejutkan dengan apa yang ia lihat. Ternyata dugaan Zoya kemarin benar? Brian memang memiliki hubungan dengan Kimberly.


"Zoya kamu jangan salah paham dulu..." Kimberly mencoba mendekati Zoya untuk memberikan sebuah penjelasan. Namun...


Plak.


Seketika terdengar sebuah tamparan yang sangat keras. Zoya sangat kesal dan langsung menampar wajah Kimberly, terlihat jelas bercak merah membekas di wajah cantik Kimberly.


Brian pun langsung terkesiap melihat tindakan yang di lakukan Zoya barusan.


"Zoya apa kau sudah gila?" ucapnya.


Zoya mengangkat telapak tangannya dan langsung membungkam Brian, "Edi, apa kau mau pergi denganku ke pesta Trisha." tiba-tiba saja Zoya mengajak Edi untuk pergi ke pesta di hadapan Brian dan Kimberly.


Edi pun langsung keheranan, "Tapi tadi kau bilang?"


Zoya langsung menutup mulut Edi dengan telapak tangannya dan berkata, "Jemput aku jam delapan malam nanti." setelah mengatakan hal itu di depan Brian, Zoya langsung beranjak pergi dari sana dengan perasaan teramat kesal.


Edi yang kebingungan pun menatap Brian dengan penuh arti sembari menggelengkan kepalanya. Kemudian dia langsung segera mengejar Zoya.


Sementara itu Brian sama sekali tidak berniat mengejar Zoya, dia tetap diam disana sambil terus menatap punggung Zoya yang pergi meninggalkannya.


"Brian maafkan aku." lirih Kimberly.


Brian melirik Kimberly dan berkata dengan pelan. "Tampaknya aku harus benar-benar belajar banyak tentang wanita dari Jhony."


Zoya yang sudah mencapai pintu gerbang langsung memanggil taxi untuk pulang ke rumah.


"Zoya tunggu, kenapa kau pergi begitu saja tadi?" teriak Edi yang mengejar Zoya dari belakang.


"Kenapa aku pergi, karena tuan muda itu sangat menyebalkan." jawab Zoya dengan ketus.


"Zoya mungkin saja apa yang kita lihat tadi tidak seperti yang kau pikirkan." ujar Edi yang mencoba menenangkan Zoya.


"Tidak Edi, aku sudah salah menilai dirinya. Kupikir dia itu berbeda dari pria lain," ucap Zoya sambil meneteskan air mata, "tapi tidak, dia sama saja, semua pria sama saja."

__ADS_1


Zoya berteriak dan menghentakkan kakinya ke tanah karena sangking kesalnya. Kemudian dia membuka pintu taxi dan langsung masuk kedalam. Dia juga tidak mau menghiraukan Edi yang terus mengetuk jendela taxi itu, dan menyuruh sopir untuk segera jalan.


"Tuan muda, kau jahat!" ucapnya sambil meneteskan air mata.


__ADS_2