King Of School

King Of School
Bab 76


__ADS_3

Anak buah yang berdiri di samping Leo langsung mengeluarkan pistolnya, dan mengarahkan tepat ke wajah Brian, siap untuk menembak.


Tapi sebelum pria itu menarik pelatuknya seketika Brian berkata, "Tunggu dulu!"


Sontak Leo pun langsung memberi isyarat untuk menahan tembakan, "Ada apa nak, apa kau sekarang mulai merasa takut?" ujar Leo dengan wajah jahatnya, dia benar-benar sudah menyegel nasib Brian di tangannya.


"Tidak juga, hanya saja kau mengatakan akan memberiku kematian yang mengerikan padaku tadi? Kurasa pistol itu tidak akan terlalu menyiksaku, apakah kau tidak punya cara lain?"


Brian mengatakan semua itu dengan sangat santai dan tanpa ada rasa beban takut sedikitpun. Wajah tampannya itu masih terlihat sangat tenang walau sedang dalam situasi yang begitu mencekam ini.


Sementara itu Leo hanya bisa mengerutkan jidatnya mendengar apa yang dikatakan Brian. Dia tidak menyangka ada orang yang bodoh seperti Brian hidup di dunia ini.


'Bagaimana bisa dia dengan santai mengatakan ingin memilih kematian yang buruk untuk dirinya sendiri?'


"Jika kau memang tidak memiliki cara yang lebih kejam untuk menghabisi ku, maka apa kau mau mendengarkan usulanku ini!" tambah Brian.


Leo kemudian terkekeh sebelum akhirnya mengajukan pertanyaan pada Brian, "Lalu, katakan kematian seperti apa yang kau inginkan anak muda? Aku dengan senang hati memenuhi keinginan terakhirmu ini."


Brian menyunggingkan sebuah senyuman penuh arti kepada Leo, lalu pandangannya beralih pada seorang pria yang sedari tadi berdiri di samping Leo.


"Bagaimana kalau begini? Jika aku bisa mengalahkan semua petarung mu, maka kau harus melepaskan aku. Dan jika aku kalah, maka kau bisa langsung mengeksekusi diriku di atas ring." ujar Brian sambil terus menatap pria yang ada di sebelah Leo.


"Apa kau sedang melakukan negosiasi untuk menyelamatkan nyawamu?" kedua mata Leo mengkerut.


"Kalau hanya membunuhku dengan pistol kepuasan apa yang akan kau dapatkan?" Brian memulai provokasinya, saat ini minatnya bukan tertuju pada Leo namun pada pria yang ada di sebelah Leo.


"Aku sudah menjatuhkan harga dirimu, aku juga sudah menghajarmu sehingga kau harus duduk di kursi roda itu!"


"Bukankah seharusnya kau menyiksaku dulu?"

__ADS_1


"Jangan mencoba-coba mengelabui diriku anak muda, setelah kau memasuki tempatku nasibmu sudah disegel." Leo benar-benar sudah sangat marah sekarang.


"Kalau begitu kenapa kau takut menyetujui kesepakatan ku, apa kau tidak percaya dengan kemampuan para petarung mu!?" Brian menatap Leo dengan penuh cemoohan.


Leo menggertakkan giginya, dia langsung mengambil pistol dari tangan pria yang ada di sampingnya tadi dan mulai hendak menarik pelatuk.


Siap untuk menembak kepala Brian!


Namun seketika tindakannya dihentikan oleh pria yang ada disebelahnya. Leo menoleh kearah pria itu dan berkata, "Kenapa kau menghentikan ku Frans?"


Frans menurunkan tangan Leo yang sedang memegang pistol lalu berkata, "Kurasa dia benar, menembaknya sama sekali tidak akan menyelesaikan skor."


"Lalu apa yang kau inginkan, apa kau ingin aku menyetujui permintaannya?" sebelah alis Leo naik keatas.


"Tuan Leo, dia sudah mempermalukan mu. Kita harus membalas perbuatannya itu, percayakan dia padaku. Aku akan melawannya di ring, aku akan mematahkan setiap persendiannya, sehingga dia akan memohon untuk kematiannya sendiri!" ujar Frans dengan sangat pelan namun makna dari kata-katanya begitu kejam dan brutal.


Leo terkekeh lagi, lalu berkata, "Menarik juga, sepertinya kau benar! Menghabisinya tanpa menyiksa terlebih dahulu. Itu sangat membosankan. Baiklah anak muda, aku beri kau kesempatan! Jika kau bisa bertahan selama lima menit melawan Frans, maka aku akan melepaskan mu."


Frans mengepalkan kedua telapak tangannya dengan kuat, dia benar-benar tidak terima dirinya di remehkan begitu oleh Brian.


Emangnya siapa Brian ini?


Leo pun segera mengumumkan pertarungan Brian antara Frans kepada semua orang yang ada di arena pertarungan.


"Dengar, selama ini kalian menyaksikan pertarungan sengit dan berdarah di atas ring, itu adalah hal yang biasa. Tapi malam ini aku akan membuat pertarungan yang lebih brutal. Pertarungan hidup yang menentukan hidup dan mati! Mari kita saksikan bersama, pertarungan antara Frans dan Brian!"


Semua orang langsung bersorak memberi sambutan pada Frans yang mulai memasuki ring. Namun saat mereka melihat Brian, seketika semua orang langsung berbisik. Ada tatapan cemoohan di mata semua penonton saat melihat Brian.


Frans memang sangat terkenal di tempat ini, semua orang tahu Frans adalah petarung nomor satu di Underground Ring. Sangat jarang sekali orang-orang melihat Frans tampil. Itu karena Frans jarang menemui lawan yang benar-benar cocok untuknya.

__ADS_1


Biasanya siapapun yang menjadi lawan Frans pasti tidak mampu bertahan di ring lebih dari lima menit. Frans memang terkenal sangat brutal saat bertarung, itu mengapa dia juga di juluki sebagai king of fighter.


Sementara itu Brian hanya menyaksikan suasana dengan seksama, betapa banyak sekali orang yang tampak mendukung Frans. Tapi tidak sedikit pula orang yang mencemoohkan Brian.


Hal itu membuat Brian semakin tertarik, sekarang dia benar-benar bertekad ingin melihat seperti apa kemampuan Frans sebenarnya, dan mengalahkannya didepan para penggemarnya itu.


Brian melompat keatas ring dengan mantap, dia sama sekali tidak menghiraukan orang-orang sekitarnya. Saat ini tatapannya fokus ke wajah datar Frans.


Pria itu benar-benar memilik ekspresi yang sama seperti Brian, tatapannya begitu dingin dan tajam, tapi ada perbedaan jelas yang bisa terlihat diantara keduanya.


Brian pria berhati dingin yang memiliki aura bangsawan penakluk, sedangkan Frans memiliki aura yang cenderung lebih ganas.


"Kau akan menyesal karena sudah mencoba menantang ku!" seru Frans yang ingin mengintimidasi Brian.


"Frans, sudah lama sekali aku ingin bertemu denganmu, sebelum kita mulai. Ada yang ingin aku bicarakan padamu." ucap Brian dengan kedua tangannya yang menyilang kebelakang.


"Apapun yang ingin kau bicarakan, katakan saja setelah bel dibunyikan. Aku hanya bicara dengan tinjuku, jadi berhentilah mengulur-ulur waktu."


"Heh, aku sangat suka orang sepertimu," Brian menyunggingkan senyuman sinis pada Frans, tampaknya kali ini Brian benar-benar mendapatkan lawan yang mampu membuatnya senang, "Frans Zephyr, ayo tunjukan padaku semua yang kau punya."


Para penonton yang sudah tidak sabaran terus berteriak meminta agar segera membunyikan bell.


Sementara itu Leo yang duduk di ruangannya, terus mengamati Brian dan Frans. "Baiklah Frans, mari kita lihat bagaimana kau akan menghukum baj*ngan kecil itu, jika Frans tidak bisa mengalahkannya kau harus menembak Brian." seru Leo kepada salah satu bawahannya sambil memberikan sebuah pistol.


"Tuan Leo, aku yakin sekali Frans pasti bisa mengalahkannya, dia adalah petarung terbaik." jawab bawahan itu.


"Apa kau tahu seberapa bahaya baj*ngan kecil itu? Awalnya aku juga meremehkannya, tapi setelah aku merasakan kekuatannya sendiri. Aku sekarang benar-benar yakin kalau sepupuku Ted benar-benar kalah di tangan orang ini, dia harus segera dilenyapkan, jika tidak dia akan menjadi ancaman paling besar dimasa depan." wajah Leo langsung suram saat mengatakan itu, dia menatap tajam Brian, hatinya dipenuhi dengan kebencian.


'Brian harus mati malam ini juga!'

__ADS_1


"Ayo mulai pertarungannya!"


__ADS_2