
"Tidak ada waktu untuk berdebat lagi, jika pendarahan adikmu tidak dihentikan kondisinya akan semakin buruk." ujar Brian.
Pikiran Frans sudah buntu, saat ini dia ingin sekali rasanya mencekik leher Brian. Tapi nyawa adiknya dalam bahaya, jadi dia tidak punya pilihan selain untuk ikut dengan Brian.
Frans menggertakkan giginya dan langsung membawa Cloe masuk ke dalam mobil Brian.
Mereka pun langsung bergegas menuju ke rumah sakit. Sesampainya disana Cloe langsung di bawa ke IGD, Brian langsung turun tangan meminta dokter terbaik di rumah sakit itu untuk menangani kasus Cloe.
Dengan aura yang sangat menakutkan, tidak ada seorangpun yang berani menghentikan Brian. Ini pertama kalinya dalam hidup, Brian merasakan cemas begitu hebat.
Dia tidak sengaja telah menabrak seorang anak kecil tak berdosa, pikirannya yang senantiasa tenang, sekarang menjadi sedikit gusar.
Frans mondar-mandir di luar ruangan, hatinya benar-benar bagaikan di terjang ombak badai. "Cloe...jangan tinggalkan kakak, kau adalah satu-satunya yang kakak miliki di dunia ini." ucap Frans yang di penuhi rasa takut
Tidak lama kemudian Brian dan Zoya pun muncul setelah menyelesaikan semua masalah administrasi rumah sakit. Dia mendekati Frans seraya berkata, "Aku sudah meminta beberapa dokter terbaik di rumah sakit ini untuk menangani adikmu, dia akan baik-baik saja jangan khawatir." nada Brian terdengar menyesal namun ekspresinya sangat datar.
"Jangan khawatir kau bilang?" Frans yang sudah murka akhirnya lepas kendali dan dengan geram menarik kerah baju Brian. "Kau yang membuat nyawa adikku terancam, apa kau pikir dengan bertanggung jawab seperti ini membuatmu bebas dari kesalahanmu!?"
Brian menepis tangan Frans dan berkata, "Tenangkan dirimu, ini rumah sakit, aku tidak mau membuat keributan denganmu di sini."
"Aku tidak peduli, aku akan menghajarmu sekarang juga." amarah Frans meluap, dia lepas kendali dan mulai melancarkan pukulannya kearah Brian.
Namun refleks Brian sangat mantap, dengan mudah dia menghindari pukulan itu. "Sekarang bukan waktu yang tepat, aku tahu aku salah, tapi ini tidak akan membantu adikmu menjadi lebih baik, bukan?" Brian memang merasa sangat bersalah, karena itulah dia lebih baik tidak membalas Frans dan memilih untuk menenangkannya saja.
Akan tetapi Frans yang diselimuti awan kemarahan tidak berhenti untuk menyerang Brian. Dia begitu kesal hingga menyerang secara membabi-buta.
Beberapa penjaga keamanan dan orang-orang pun mulai mengerumuni mereka. Perkelahian itu pun akhirnya berhasil dileraikan.
__ADS_1
"Jangan pikir ini berakhir, jika terjadi sesuatu pada adikku, maka aku akan menghabisimu." Frans memelototi Brian dengan penuh ancaman.
Sementara Brian hanya diam dan tidak mau berdebat.
Tidak lama dokter pun keluar dari ruangan IGD, Frans berlari kearah dokter itu dan mulai menanyakan kondisi adiknya, "Bagaimana, dok, apa Cloe baik-baik saja?"
Dokter itu menghela nafas dan menjawab, "Beruntung dia hanya mengalami luka diluar saja, cideranya cukup ringan, adikmu akan baik-baik saja."
Frans tampak lega setelah mengetahui kondisi adiknya tidak dalam bahaya lagi. Namun wajahnya masih tampak tegang seperti tali busur saat dia mulai mengalihkan pandangannya pada Brian.
"Dengar, aku masih akan membuat perhitungan denganmu karena kau sudah membahayakan nyawa adikku. Sekarang sebaiknya kau pergi sebelum aku lepas kendali." Frans meraung marah.
Brian akhirnya bisa menarik nafas lega, akan tetapi bagaimanapun dia tetap merasa harus bertanggung jawab atas perbuatannya itu. Dia kemudian memberikan Frans sejumlah uang untuk biaya pengobatan lebih lanjut Cloe, namun Frans menolaknya dan menarik kasar lagi kerah baju Brian.
"Kau sepertinya berasal dari keluarga kaya ya, aku mengerti sekarang, orang-orang sepertimu memang selalu bertindak seperti ini. Kau pikir hanya dengan memberikanku sejumlah uang aku akan melepaskan mu begitu?" ucap Frans dengan raut wajah yang menyeramkan dan begitu buas.
Frans seketika tersentak saat melihat wajah Zoya, sepertinya gadis ini tidak asing baginya. Dengan sedikit keraguan dia bertanya, "Kau Zoya amanda dari fakultas ekonomi Leighton kan?"
Zoya kemudian menatap Frans dengan seksama, sedari tadi dia dipenuhi dengan rasa cemas sehingga fokusnya hanya pada Cloe yang sedang terluka. Kini dia akhirnya sadar kalau ternyata pria yang ada dihadapannya ini adalah kakak seniornya.
Dulu sebelum kedatangan Vince di Leighton, gelar King of School di pegang oleh Frans. Dia merupakan mahasiswa yang memiliki talenta bagus dalam olahraga. Tidak hanya itu, Frans juga menjadi idola seluruh mahasiswi kampus karena ketampanan dan kecerdasannya. Tapi dia memang terkenal sangat sulit diajak bicara, karena Frans lebih suka menyendiri.
Bisa disebut dia adalah sosok kutu buku yang keren.
Namun pada saat semester ketujuh, Frans mengalami kehancurannya karena harus berhadapan dengan Vince. Semua yang telah ia capai dengan susah payah direnggut begitu saja darinya. Vince menggunakan teknik provokasinya yang sama seperti ia lakukan pada Brian untuk menyingkirkan Frans.
Karena Frans tidak memiliki pegangan kuat dalam Leighton University, akhirnya dia terpaksa di DO dari Leighton.
__ADS_1
"Kak Frans, sebelumnya kami minta maaf karena sudah menabrak adikmu, aku dan Brian memang bersalah." Zoya memohon maaf dengan kedua telapak tangannya, dia terlihat sangat tulus.
Entah mengapa setelah melihat Zoya meminta maaf kepadanya, api amarah yang ada di dalam hati Frans seketika lenyap. Dia justru menatap wajah imut Zoya dengan tatapan dalam.
'Ada sesuatu yang aneh dengan tatapan itu.'
Kemudian pandangan Frans kembali ke Brian, sambil mendengus kesal Frans bertanya, "Apa kau bersama dengannya?"
Zoya mengangguk.
"Dengar ini masih belum selesai, aku melepaskan mu kali. Tapi jika kita bertemu lagi, aku akan memberimu pelajaran." Frans memberi ancaman pada Brian.
"Kita pasti akan bertemu lagi, dan yah jika kau membutuhkan sesuatu hubungi saja aku, tenang aku bukan tipe pria yang akan lari dari masalah, aku akan bertanggung jawab." jelas Brian dengan sangat tenang.
"Aku tidak butuh bantuanmu!" Frans kemudian berbalik dan pergi untuk melihat keadaan adiknya.
Setelah itu Zoya pun mengajak Brian untuk segera pulang saja, Frans merupakan orang yang sangat keras kepala dan sulit diajak kompromi. Apa lagi saat ini Brian sudah menabrak adiknya, sekarang akan sangat mustahil mendekati Frans.
"Tuan muda, ayo kita pulang." ajak Zoya dengan nada pelan dan terdengar lemas.
"Zoya, ada beberapa pertanyaan yang ingin aku ajukan padamu?" ekspresi Brian terlihat sangat serius.
Zoya yang masih dipenuhi ketakutan setelah mendapat bentakan dari Brian, tidak bisa menahan dirinya untuk tidak gemetar, apa yang ingin ditanyakan nya, apa dia akan memarahiku soal kejadian dalam mobil tadi, bagaimanapun itu karena salahku juga sehingga membuat kami harus menabrak seorang gadis kecil.
"Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Zoya dengan kaku.
"Aku ingin tahu sebatas mana kau mengenal Frans?" Brian bertanya dengan ekspresi balok es.
__ADS_1
...****************...