King Of School

King Of School
Bab 103


__ADS_3

"Lalu apa yang akan kau lakukan setelah mengetahui semua itu, Brian. Apa kau akan mengadu ke ayahmu atau langsung ke kakek Cody?" tanya Abraham dengan ekspresi yang penuh minat.


Tatapan Brian sangat tajam dan dingin sehingga mampu membuat bulu kuduk Abraham berdiri. Dia paling membenci orang munafik seperti Abraham, menyerang dari belakang dan berpura-pura baik adalah teknik seorang pengecut.


"Memberitahu pada mereka kalau aku telah di ganggu seekor lalat? Itu sama sekali bukan gayaku, untuk apa aku mengadu hanya karena masalah kecil yang kau timbulkan ini." cibir Brian, bagi Brian rasa hormatnya terhadap Abraham telah hilang sepenuhnya. Dia bahkan berani secara langsung menjatuhkan harga diri Abraham dengan kata-katanya yang mematikan.


"Kau..." Abraham tidak terima dirinya di remehkan oleh Brian, bisa-bisanya Brian menyebut dia seekor lalat? Dengan gigi terkatup dia berkata, "Alex selalu menjadi pria yang paling dingin dan kejam di dalam keluarga, tapi dia tahu cara menempatkan sikapnya itu pada orang yang tepat. Sedangkan kau... kau terlalu arogan, apa kau pikir tanpa nama Cody, kau bisa bersikap sombong dihadapan semua orang?"


Brian mulai semakin kesal karena ucapan Abraham barusan, seketika dia menendang meja hingga terbang keatas dan jatuh hancur berkeping-keping dihadapan Abraham.


Abraham terkesiap, mulutnya menganga dan tidak bisa berkata-kata lagi. Brian tidak hanya sangat kuat, tapi dia juga sangat agresif, bahkan di seluruh keluarga Cody mungkin Brian yang paling sulit untuk di hadapi.


Generasi muda Cody, selalu patuh dan taat kepada yang lebih tua. Brian justru sebaliknya, dia tidak hanya menentang peraturan keluarga, tapi juga berani melawan para orang tua dan bahkan kakek Cody sekalipun dilawan olehnya.


"Sudah cukup dengan semua omong kosong ini, aku tidak mau berdebat lagi denganmu. Aku hanya mengatakannya sekali dan kau harus mendengarkan baik-baik. Tidak ada yang bisa menghentikan ku untuk melakukan apa yang aku inginkan baik itu ayahku maupun seluruh Cody Famili sekalipun. Kau pikir Cody itu sangat hebat, kau tunggu saja, kelak di masa depan dengan caraku sendiri seluruh Cody akan tunduk di bawah kakiku."


Begitu Brian selesai bicara dia langsung berbalik dan beranjak pergi, tapi saat diambang pintu dia berhenti sejenak dan berkata, "Satu lagi yang harus kau tahu, saat kompetisi ini selesai akan aku pastikan kau dan Marcell mendapatkan hukuman yang pantas atas semua yang telah kau lakukan ini. Aku akan melakukan perubahan besar-besaran, mulai dari Leighton, Cody Famili bahkan jika perlu aku juga akan merubah seluruh dunia ini."


Brian pergi dan membanting pintu dengan sangat keras.

__ADS_1


Sementara Abraham terdiam di kursinya dan merasa sangat terintimidasi oleh kata-kata Brian barusan. Ini pertama kalinya dia melihat orang memiliki ambisi sebesar Brian. Abraham tahu, kelak di masa depan Brian pasti akan menjadi ancaman yang sangat berbahaya. Dia harus segera menghentikannya sebelum terlambat. Brian harus segera di musnahkan dari dunia ini.


Gedung Auditorium.


Brian melihat Zoya sedang melakukan latihan dance di atas panggung. Gerakannya sangat lincah dan indah menarik perhatian semua orang. Brian harus mengakui Zoya sangat berbakat dalam dance, dia tampak seperti peri kupu-kupu yang terbang kesana kemari dengan setiap gerakannya yang lihai.


Setelah musik berhenti, semua orang bertepuk tangan untuk Zoya. Brian yang berdiri diantara orang-orang juga ikut bertepuk tangan dan sedikit tersenyum melihat penampilan Zoya yang begitu memukau.


Zoya yang menyadari kehadiran Brian, telinganya mulai memerah karena merasa sedikit malu. Kemudian dia langsung melompat turun dari panggung dan mendekati Brian.


"Tuan muda, dari mana saja kau. Tadi aku mencari mu kemana-mana untuk latihan dance bersama. Kompetisi akan di mulai lusa, jadi kita harus mempersiapkan diri, kan?" celoteh Zoya, dia ingat apa yang di katakan Kiara kalau Brian sebenarnya sangat mahir dalam dance. Walaupun begitu tetap saja mereka harus latihan, Zoya tidak ingin mereka tampil dengan buruk nantinya.


Zoya seketika tersenyum cerah mendapatkan pujian dari Brian. Sangat jarang sekali Brian memujinya seperti ini, Zoya membalas, "Terima kasih, tapi bagaimana denganmu? Kau kan juga harus latihan, aku tidak ingin nantinya kau menjadi beban, dan mempermalukan kita di depan semua orang."


Brian spontan tidak bisa berkata-kata, dia hampir lupa, saat itu dia mengaku pada Zoya bahwasanya tidak mahir dalam dance. Sekarang Zoya pasti berpikir kalau Brian sangat payah dan hanya akan mempermalukannya nanti.


"Apa kau meremehkan aku, berdansa itu lebih mudah dari bela diri. Bahkan aku bisa mempelajari semuanya hanya dalam satu kali tatap saja." ucap Brian dengan penuh percaya diri.


"Jika kau sehebat itu, lalu untuk apa kau mengatakan, 'latihan membuat semuanya lebih baik.'?" sindir Zoya.

__ADS_1


Sekali lagi Brian tidak bisa berkata-kata, dia sudah termakan omongannya sendiri. Brian kemudian malah mencubit gemas pipi Zoya sambil berkata, "Sepertinya sekarang si nona cerewet sudah berubah menjadi nona masuk akal, hm?"


"Tuan muda, sakit..." Zoya segera menyingkirkan tangan Brian dari wajahnya.


Disaat yang bersamaan, tiba-tiba Vince muncul dari belakang dan langsung berkata, "Wah-wah, tampaknya sepasang kekasih ini semakin lama semakin menempel ya. Kalian sudah seperti buncis dan wortel, tak terpisahkan satu sama lain."


Brian segera menolehkan kepalanya kesamping dan sekilas melirik Vince dengan tatapan yang sangat beku.


"Terus apa masalahnya buatmu?" tanya Brian acuh tak acuh.


"Tentu itu bukan masalah buatku, hanya saja aku sangat heran denganmu. Dari sekian banyak wanita cantik di Leighton, kenapa kau harus memilih wanita pelayan ini sebagai kekasih. Dia sama sekali tidak sederajat denganmu, maksudku lihatlah penampilannya. Dia hanyalah wanita biasa si kutu buku yang culun, apa yang kau lihat darinya. Jika aku jadi kau, aku akan sangat malu dekat-dekat dengannya." karena Vince tidak bisa memprovokasi Brian, jadi dia bermaksud mengolok-olok Zoya dan merendahkannya di depan umum.


Dengan begitu, setidaknya Vince pasti berhasil menimbulkan kesenjangan antara Brian dan Zoya.


Brian tidak pernah terlalu memperdulikan Vince, dia masih bisa berfikir tenang dan memilih untuk diam. Hanya saja setelah dia melihat wajah Zoya yang sedih karena olokan Vince, hati Brian terasa sangat sakit.


Dengan kesal Brian mencibir Vince, "Orang bodoh memang selalu banyak bicara, mereka selalu mencari-cari kekurangan orang lain tapi lupa melihat diri sendiri. Alhasil, orang-orang seperti itu hanya menunjukkan kepada seluruh dunia betapa bodoh dan tak bergunanya mereka."


Bagaikan tersambar petir, kata-kata Brian langsung membungkam mulut Vince. Dia ingin menjatuhkan Zoya, tapi malah berbalik ke dirinya sendiri. Siapa sangka perkataan Brian ternyata lebih mematikan dari tatapannya yang dingin itu.

__ADS_1


Walaupun begitu Vince menolak untuk kalah, berkata, "Mungkin harga dirimu sudah jatuh juga, Brian, karena itulah standarmu turun drastis, benarkan?"


__ADS_2