King Of School

King Of School
Bab 31


__ADS_3

Keesokannya, berita hot tentang Vince mulai tersebar dengan sangat cepat ke seluruh penjuru kampus. Bagaikan sebuah virus, Jhony telah membuat goncangan hebat terhadap ketenaran Vince.


Para murid Leighton University sangat digemparkan melihat video Vince yang diekspos oleh Jhony kemarin malam. Mereka tidak menyangka, Vince sengaja memfitnah Zoya hanya karena cintanya ditolak begitu saja.


Bagi mereka itu merupakan perbuatan yang sangat tidak gentleman, karena seorang Vince merupakan panutan bagi seluruh mahasiswa Leighton. Tidak seharusnya Vince melakukan hal yang terbilang tidak terpuji begitu.


"Vince, berita itu benar-benar sudah menjalar seperti akar pohon beringin, aku sudah mencoba menghapusnya tapi ternyata Jhony juga memiliki seorang ahli TI yang luar biasa." ujar Jully temannya Vince, dia merupakan mahasiswa dari fakultas TI yang sangat berbakat.


"Cukup sudah, ayo kita temui si anak adopsi itu." ketus Vince sembari membanting ponselnya ke lantai karena kesal melihat postingan Jhony.


...


Sementara itu, terlihat Zoya sedang berjalan di koridor dengan ekspresi keheranan. Dia melihat orang-orang masih terus membicarakannya, tapi kali dia merasakan ada yang berbeda. Mereka tidak lagi menatap Zoya dengan ekspresi mencemooh, namun mereka memberi Zoya sebuah senyuman hangat seolah-olah melakukan respect terhadapnya.


"Zoya... " Edi berteriak dari belakang memanggil nama Zoya, dia kemudian berlari seperti kijang untuk menghampiri Zoya.


Sontak Zoya menoleh kebelakang dan mengernyitkan dahinya saat melihat kemunculan Edi.


"Ada apa Edi? Kayak seperti habis dikejar setan aja." ucapnya dengan tenang.


Edi yang terengah-engah mencoba memperbaiki nafasnya sebelum bicara. Entah kenapa Edi sangat suka muncul dan menghilang secara tiba-tiba seperti tuyul.


"Aku ada berita bagus, sekarang nama sudah bersih." ucap Edi sembari memperlihatkan sebuah postingan dari akun sosmed milik Jhony.


Zoya mengambil ponsel Edi sembari menguit poninya kesamping. Betapa terkesiap dirinya melihat postingan itu. Seketika ia langsung menutup mulutnya yang menganga dengan telapak tangannya.


Bagaimana dirinya tidak terkejut saat melihat postingan Jhony itu. Postingan itu berisi tentang pengakuan Jhony yang sengaja mencoba melecehkan Zoya dan juga tentang Vince yang sengaja bekerja sama dengan Jhony.


Zoya memang belum sempat membuka ponsel untuk melihat sosmed dari tadi, jadi dia tidak tahu berita hot yang sedang beredar. Tapi kenapa ini semua bisa terjadi? Zoya saat ini di penuhi dengan kebingungan dan rasa penasaran.


"Zoya sepertinya ini semua karena Brian, kau ingatkan kemarin."


Zoya termenung sejenak memikirkan apa yang Edi katakan barusan. Memang kemarin Brian melakukan sebuah bentrokan pada Jhony. Tapi bagaimana bisa dia membuat Jhony melakukan hal semacam ini. Kemarin Zoya juga tidak sempat mempertanyakan bagaimana Brian bisa pulang tanpa lecet sedikit pun.


Setelah Brian menyuruh Zoya pulang dari studio, apa mungkin mereka hanya melakukan pembicaraan kecil seperti yang Brian katakan. Memikirkan hal itu membuat kepala Zoya menjadi mumet saja. Lebih baik dia bertanya langsung pada Brian sepulang dari kampus nanti.


"Oh iya Zoya dimana Brian, aku tidak melihatnya dari tadi?" tanya Edi sambil memperhatikan area sekitarnya.

__ADS_1


"Dia di rumah, saat ini dia tidak ada jadwal kuliah." jawab Zoya dengan ringan.


"Owh," Edi mengangguk-anggukkan. "Zoya sepertinya kau harus berterima kasih padanya, dia tidak hanya sering menyelamatkanmu tapi juga telah mengembalikan nama baikmu di kampus ini."


Seketika Zoya kembali membeku, apa yang dikatakan Edi memang benar. Brian terus saja membantunya. Padahal Zoya hanyalah pelayannya Brian saja. Lantas kenapa Brian sampai melakukan semua ini. Zoya mulai membayangkan hal-hal aneh lagi yang membuat wajahnya memerah seperti tomat.


Cukup Zoya! Jangan berlebihan, Brian itu tuan muda mu, kau tidak boleh berpikiran jauh seperti itu. Bantah Zoya di dalam batinnya.


"Ee, Zoya apa kau demam wajahmu terlihat merah." ucap Edi sembari memegang jidat Zoya.


"Ih apaan sih, aku tidak demam," sontak Zoya langsung mundur, "sudahlah aku mau pergi dulu, masih ada tugas yang harus aku serahkan pada dosen."


Zoya kemudian langsung pergi meninggalkan Edi, dia tidak mau kalau orang lain tahu jika dia sebenarnya memang menyukai Brian.


...


Di klub judo, tepatnya di ruang kantornya Jhony. Terlihat ia sedang berdiri sambil mengompres wajahnya dengan kantong es batu. Tamparan yang di berikan Brian kemarin benar-benar sangat keras hingga membekas di wajahnya sampai sekarang.


Di sampingnya juga ada Max yang sudah dipenuhi dengan perban di wajahnya. Dia tampak menyedihkan, kedua orang itu terlihat sangat menyesal karena telah memprovokasi Brian kemarin.


Tidak lama waktu berselang, tiba-tiba saja pintu ruangan itu di dobrak dan memperlihatkan dua orang pria memasuki ruangan. Mereka tidak lain adalah Vince dan Jullyan. Mereka telah datang untuk berurusan dengan Jhony.


"Jhony..." pekik Vince saat memasuki ruangan itu.


"Vince?" sontak Jhony yang terkaget langsung membalikan badannya dan menatap mata Vince yang mematikan. "Apa yang membuatmu datang kesini?"


"Jangan pura-pura bodoh dasar anak adopsi." ketus Vince sembari berjalan dan mulai meraih kerah baju Jhony "beraninya kau mengkhianati aku dengan menyebarkan video sialan itu."


"Apa kau sudah tidak sayang dengan nyawamu lagi ha?"


Vince mendorong Jhony hingga mundur beberapa langkah. Seluruh ruangan itu mulai diselimuti oleh aura membunuhnya Vince.


"Apa kau bilang? Aku mengkhianatimu?" Jhony langsung membuang kantong es batunya tadi hingga berceceran di lantai.


"Kau lah yang terlebih dulu berkhianat Vince."


"Demi menyingkirkan saingan mu, kau sengaja membuat provokasi antara aku dan Brian?"

__ADS_1


Vince tersentak seketika karena tidak menyangka kalau Jhony akan mengatakan hal itu. Biasanya Jhony sama sekali tidak memiliki keberanian seperti ini. Yang dia tahu Jhony hanyalah seorang anak adopsi yang berlagak sok kuat padahal sebenarnya lemah.


"Dasar anak adopsi, beraninya kau menuduh Vince." ketus Jullyan yang tidak terima. "Kau kira dirimu ini siapa, dasar anak adopsi."


"Tidak perlu menyembunyikannya lagi," bantah Jhony balik, "aku sudah tahu, kau sengaja berbohong padaku, kalau orang yang menyebarkan fotoku dengan Zoya adalah Sean."


"Kemudian kau mengirimi aku pesan tantangan dengan mengatas namakan Sean, kupikir itu benar memang dari Sean, tapi ternyata Brian juga mendapatkan pesan dari nomer yang sama. Dan anehnya lagi pesan itu menggunakan namaku, padahal jelas itu bukan nomerku."


"Sekarang katakan padaku siapa lagi yang memiliki rencana selicik ini selain dirimu, Vince."


Seluruh ruangan hening sekejap setelah Jhony mengatakan semua itu.


Prok, prok, prok


Setelah mendengar ocehan Jhony tadi, Vince malah bertepuk tangan sambil tertawa getir. Jhony yang melihat itu pun langsung menyatukan kedua alisnya. Dia tidak bisa berkata-kata lagi karena kesal, Vince memang sudah membodohi dirinya.


Sedangkan Vince mulai mendengus kesal dan menatap Jhony dengan tajam, ia hanya tidak menyangka kalau Jhony ternyata sudah mengetahui semua rencananya sampai sedalam itu. Tampaknya teknik adu domba yang ia mainkan sudah gagal total.


"Wow Jhony wow, dari mana semua keberanian ini datang?" Vince bertanya dengan ekspresi wajahnya yang mencemooh.


"Aku tidak menyangka kau mengetahui semuanya."


"Apakah pukulan si anak baru itu sudah mengencerkan otakmu."


"Tapi kau juga sudah tahu aku orang seperti apa kan?"


Vince mulai meremas jari-jemarinya sehingga terdengar suara renyah. Jhony pun mundur selangkah saat melihat hawa membunuh mulai keluar dari tubuh Vince.


Dia dulu juga sudah pernah bertarung dengan Vince. Berbeda dengan yang masih memberi ampun kepada lawannya, Vince sama sekali tidak memiliki rasa ampun, dia tidak berperasaan.


"Dengarkan aku dasar anak adopsi sialan, aku akan memberimu pelajaran yang lebih buruk dari pada yang kau dapat kemarin."


Vince mulai maju dan hendak mendekati Jhony dengan penuh kemurkaan. Kedua kaki Jhony mulai gemetaran, tapi dia masih mencoba untuk tetap terlihat berani.


"Tunggu!" tiba-tiba terdengar suara dari sudut belakang Jhony.


Sontak Vince langsung berhenti dan melirik kedepan, dia bisa melihat seorang pemuda sedang duduk bersandar di sebuah sofa sudut ruangan itu. Pencahayaan ruangan itu sangat minim sehingga Vince tidak bisa melihat wajah pemuda itu dengan jelas.

__ADS_1


"Apa kau ingin membuat masalah di wilayah orang lain, Vince?"


Pemuda itu kemudian berdiri dan mulai melangkah maju. Dan seketika jidat Vince mengkerut melihat pemuda itu ternyata adalah Brian. Dia tak menyangka ternyata Brian juga ada di sana.


__ADS_2