King Of School

King Of School
Bab 63


__ADS_3

Brian menyeka bibir tipis merahnya dengan tisu setelah selesai makan, dengan segera pria jangkung itu bangkit berdiri dari kursinya dan memancarkan aura bangsawan yang sangat menawan.


Melihat Brian yang tiba-tiba berdiri membuat semua orang tak bisa untuk tidak menatapnya. Zoya yang sedang asik menyantap potongan daging steak pun bertanya, jidatnya sedikit mengernyit.


"Kamu mau kemana tuan muda?"


"Aku mau ke toilet, mau ikut?" Brian tanpa berekspresi sedikitpun menjawab pertanyaan Zoya yang membuatnya sedikit jengkel.


Sontak Zoya pun menggelengkan kepala langsung memalingkan pandangannya dari Brian dan lanjut menyantap steak lezatnya. Terlukis ekspresi malu diwajahnya.


Saat Brian berada di toilet pria, tiba-tiba saja ada dua orang pria berkaos warna merah tua dan dengan postur badan tinggi tegap masuk. "Halo nak." sapa mereka bersamaan. Terlukis seringai mengejek di wajah mereka saat menatap Brian.


Brian yang baru saja selesai buang air kecil, sedikit terkejut saat melihat kedua pria itu tiba-tiba saja sudah berada di depannya. Kedua pria itu menengok ke bagian bawah Brian.


Mata indah Brian yang sebiru lautan langsung memancarkan bongkahan es saat menatap kearah kedua pria itu. Dia benar-benar tidak nyaman dengan cara kedua pria itu melihat dirinya!


"Apa kalian tidak tahu malu menatap punyaku seperti itu? Atau kalian memiliki sesuatu yang berbeda di dalam sana?" Brian berkata dengan penuh ejekan saat melirik ke bagian bawah kedua pria tadi.


"Kami tidak tertarik dengan milikmu yang terlihat lunglai itu," salah satu dari pria itu balik mengejek milik Brian, "kami kesini untuk menagih hutangmu!"


Setelah Brian mencuci tangannya, dia kemudian melirik kedua pria itu dengan sangat tajam. Sebelah alisnya naik keatas karena tidak mengerti apa yang dimaksud kedua preman itu untuk 'menagih hutangnya'.


"Kalian mabuk atau apa? Menyingkir lah, jangan menghalangiku!" Brian dengan ekspresi wajah datarnya memilih untuk pergi dari pada meladeni dua pria yang tidak jelas itu.


"Siapa bilang kau bisa pergi dari sini," salah satu dari pria tadi menahan dada bidang Brian dengan telapak tangannya yang lebar, "kau harus membayar atas apa yang sudah kau lakukan pada saudara-saudaraku!" dia kemudian mendorong tubuh Brian dengan kuat, sehingga membuat Brian mundur selangkah.


Mendapat perlakuan yang buruk itu seketika bongkahan es menutupi seluruh wajah tampan Brian. Suhu ruangan langsung turun hingga mencapai titik beku. Brian bukanlah tipe pria yang akan tinggal diam jika dirinya diusik, kedua pria itu sudah salah karena mengganggu seekor harimau yang sedang tidur.

__ADS_1


"Apa kau tahu, apa yang mungkin terjadi pada tangan mu itu karena telah menyentuhku?" Brian berkata dengan nada yang sangat dingin dan keangkuhan yang luar biasa. "Biar aku beri tahu, kau tidak akan bisa lagi menggunakannya untuk makan!"


Kedua pria tadi tercengang dan hampir tersedak menelan ludah saat mendapat ancaman dari Brian itu.


Betapa arogannya Brian!


"Bocah angkuh, kau kira kau hebat, ha! Biar aku beritahu kau sesuatu, kami dari geng Crimson tidak akan pernah membiarkan orang yang telah mengusik kami lolos hidup-hidup." ujar salah satu pria itu, kemarahan memenuhi wajahnya, ingin sekali dia mencongkel mata Brian yang tak acuh itu keluar dari kepalanya.


"Crimson atau apapun kalian menyebutnya, bagiku kalian hanyalah orang-orang bodoh."


Darah kedua pria tadi langsung mendidih, terlihat urat merah mulai menjalar di bola mata mereka. Bagaimana mungkin ada bocah seperti Brian yang berani menantang mereka? Dua pria itu pun langsung mulai bergerak hendak menghancurkan keangkuhan Brian.


Sementara itu, Jhony yang baru juga menyelesaikan santapannya pun juga mulai bangkit dari tempat duduknya.


"Ada apa Jhony?" Sean bertanya sambil terus menyantap makanannya.


"Kenapa kau penasaran apa yang sedang dilakukan Brian disana?" Zoya bertanya dengan ekspresi aneh.


"Zoya, kau tidak akan mengerti apa yang mungkin bisa dilakukan pria jika terlalu lama di toilet." Jhony mengembangkan sebuah senyuman yang penuh arti saat mengucapkan itu.


Zoya masih tidak mengerti dan memilih melanjutkan makanannya, 'memangnya apa yang mungkin dilakukan pria di toilet selain buang air besar dan kecil?'


Jhony berjalan dengan santai menuju ke toilet sambil bersiul disepanjang lorong. Dan saat dia membuka pintu hendak memasuki toilet, tiba-tiba saja seorang pria terlempar kearahnya dan menghantam dinding kusen.


Jhony terperangah melihat pria yang sudah tersungkur di bawah kakinya itu, mulutnya menganga dan tak bisa berkata-kata. Kemudian dia mengalihkan pandangannya ke depan dan sekali lagi terkesiap melihat seorang pria yang sudah tersandar tak berdaya di wastafel.


"Brian apa yang sedang terjadi disini?" Jhony bertanya pada Brian yang sedang berdiri tepat dihadapannya. Dia masih bisa merasakan sisa hawa dingin yang menyelimuti tubuh Brian.

__ADS_1


Sambil menyeka kedua telapak tangannya, Brian berjalan mendekati Jhony dengan ekspresi wajah datar. "Dua tikus ini tidak tahu kalau sudah mengusik seekor harimau, aku hanya memberikan mereka sesuatu yang pantas!" ucap Brian dengan acuh tak acuh.


Jhony merasakan sekujur tubuhnya menggigil ketika Brian mengatakan itu. "Brian, mungkin kau bisa menghajar dua tikus ini, tapi dari apa yang aku lihat. Sepertinya akan ada lebih banyak tikus mendatangimu setelah ini."


Brian tidak bereaksi sama sekali dan dengan santai menepuk bahu Jhony, "Kalau begitu aku hanya perlu membasmi mereka semua!" seru Brian sembari pergi meninggalkan Jhony yang mematung diambang pintu toilet.


Jhony menatap kedua pria yang sudah dihajar oleh Brian tadi dengan ngeri, siapapun tahu kalau kedua pria itu adalah bagian dari geng paling berbahaya di Golden Sea yaitu geng crimson.


Tapi apa yang membuat mereka mengincar Brian? Apapun itu, Brian akan berada dalam masalah besar setalah ini!


Brian kembali duduk ke mejanya dengan santai seolah-olah tidak terjadi sesuatu.


Tidak lama kemudian, pelayan pun datang membereskan meja, setelah itu sebuah bill pun diberikan. Mereka semua mengeluarkan dompet masing-masing untuk membayar makanan mereka.


"Ini nona!" Sean, Jhony dan Edi mengeluarkan uang cash sebagai pembayaran.


Aduh gawat, dompetku ketinggalan. gumam Zoya, ekspresinya berubah panik.


Sean memperhatikan Zoya dan tidak bisa untuk tidak bertanya, "Apa dompetmu ketinggalan Zoya?"


Zoya tidak menjawab dan memaksakan sebuah senyuman, dia malu untuk mengatakannya.


"Kenapa kau panik, kan ada Brian. Sebagai seorang pria dia pasti tidak akan membiarkanmu, kan?" Sean melirik Brian dengan tatapan main-main.


Zoya pun kemudian menatap wajah tampan Brian seperti seolah melihat malaikat penyelamat. "Tuan muda, bisa aku meminjam darimu sementara." pinta Zoya dengan malu-malu.


Brian tidak menjawab dan langsung mengeluarkan kartu debit hitamnya, "Apa bisa dengan kartu debit?" tanya Brian dengan santai.

__ADS_1


"Tentu saja, kak." jawab pelayan itu dengan sangat ramah.


__ADS_2